10 Adegan Film & Serial TV yang Paling Menyedihkan, Hati-Hati! Bisa Bikin Mewek

via videoblocks.com

Tapi, tunggu sebentar… apa kamu pernah dibuat menangis saat menonton film drama?

Selamat! Saya nggak punya maksud sedikit pun untuk mengejek atau nyebut kamu cengeng. Tapi  seenggaknya itu membuktikan kalau: 1) Kamu punya hati karena masih bisa baper saat nonton adegan mengharukan di dalam film, dan, 2) Kamu mungkin bukan psikopat, sosiopat, atau narsisis.

Nah, mengingat banyak banget film dan serial TV yang mengandung adegan sedih, maka penulis Selipan memutuskan buat bikin daftar adegan yang paling menyedihkan. Saking sedihnya mungkin bisa membuat kamu nangis, atau minimalnya bikin mata kamu berkaca-kaca. Kamu pernah nonton 10 adegan ini tapi nggak nangis? Mungkin kamu kurang tersentuh sama adegan yang disebutkan berikut.

Peringatan: daftar berikut mengandung spoiler.

1. Toy Story 3 (2010)

Keseluruhan cerita serta petualangan para mainan dalam Toy Story (1995) dan Toy Story 2 (1999) seolah diciptakan untuk bikin momen perpisahan dalam Toy Story 3 terasa sedih maksimal. Kamu yang mengoleksi mainan mungkin bisa paham gimana galaunya melepaskan benda kesayangan yang selalu menemani hari-hari kamu ke orang lain.

Adegan puncak:

Saat Andy menghibahkan seluruh mainannya, termasuk dua mainan favoritnya (Buzz dan Woody) kepada Bonnie. Ditutup dengan adegan saat Woody bangun dan melihat Andy pergi menjauh sambil mengucapkan tiga kata: “So long, partner.

~ Tyo

2. Precious (2009)

Adegan-adegan dalam Precious memang didominasi oleh kesedihan… kesedihan dan kekesaran. Setelah mengalami kekerasan verbal dan fisik dari ibu, Precious (Gabourey Sidibe) sang karakter utama pun harus mengalami kekerasaan seksual dari sang ayah hingga melahirkan dua orang anak.

Apa penderitaan Precious selesai sampai di situ? Nggak! Dia bahkan tertular HIV dari sang ayah.

Adegan puncak:

Adegan akhir saat Precious berjalan sambil menggendong kedua anaknya untuk melanjutkan hidup. Bisa kamu bayangin ‘gak, betapa kuatnya Precious menghadapi cobaan yang begitu berat tersebut tapi ia masih bisa mendongakkan kepala dan memilih pergi untuk melanjutkan hidup dengan meninggalkan ibunya, bersekolah, dan ingin membesarkan sang anak.

~ Tyo

3. The Pursuit of Happyness (2006)

Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Peribahasa tersebut kayaknya cocok disematkan pada cerita dalam The Pursuit of Happyness yang diadaptasi dari kisah nyata ini. Kebayang dong gimana sedihnya saat kamu lihat penderitaan sang tokoh utama? Lewat film ini, kamu juga bisa mengenang tentang usaha seorang ayah untuk membahagiakan anaknya.

Adegan puncak:

Saat Chris Gardner (Will Smith) bersama anaknya menginap di toilet karena mereka nggak punya rumah, lalu datanglah orang yang kebelet memaksa masuk ke toilet tempat ayah dan anak itu menginap.

Seseorang memaksa masuk ke dalam toilet mungkin terdengar seperti hal yang lumrah. Tapi kalau melihat toilet itu dijadikan tempat menginap, itu baru sedih. Chris yang sadar kalau dia nggak bisa memenuhi tanggung jawab sebagai seorang ayah hanya bisa menutupi telinga sang anak yang terlelap agar tidak terbangun dari suara gedoran pintu.

~ Tyo

4. Still Alice (2014)

Dalam film yang diangkat dari buku ini, Alice (Julianne Moore) sang karakter utama digambarkan punya karier yang cemerlang sebagai dosen, sebelum akhirnya dia divonis menderita Alzhemeir.

Adegan puncak:

Saat Alice membaca pidato yang ditulisnya di hadapan para penderita Alzheimer. Lewat naskahnya itu, Alice berpidato sambil mencoret dengan stabilo agar tak kebingungan saat membaca tiap kalimat.

Tapi momen yang paling menyentuh terjadi saat dia berkata, “I find myself learning the art of losing every day. Losing my bearings, losing objects, losing sleep, but mostly losing memories.

~ Tyo

5. La La Land (2016)

Di balik genre musikalnya, La La Land membawa penonton kepada kisah cinta antara Mia (Emma Stone) dan Sebastian (Ryan Gosling). Namun romansa indah mereka yang dipenuhi jalan berliku ternyata berakhir di luar dugaan.

Adegan puncak:

Tunggu sampai kamu lihat bagian epilog yang menampilkan penggalan kehidupan khayalan Mia dan Sebastian. Mengetahui Mia dan Sebastian bisa mewujudkan mimpinya masing-masing memang jadi satu happy ending. Tapi melihat fakta jika mereka harus berpisah demi mengejar cita-cita, apalagi namanya kalau itu nggak bisa disebut kejutan?

Apa kamu sanggup meninggalkan pasangan demi mengejar impian pribadi?

~ Tyo

6. The Truman Show (1998)

Jim Carrey itu identik sama film bergenre komedi. Jadi ketika dulu saya menekan tombol ‘play’ dan mulai menonton The Truman Show, otomatis saya mengantisipasi tingkah konyol apa lagi yang bakal ditunjukkan Jim Carrey.

Tapi ternyata performa Carrey nggak layak dimasukan ke dalam kategori melucu di film tersebut. Film ini mengajak penonton untuk berpikir tentang komersialisasi, privasi, dan kebebasan individu. Saya jadi membayangkan bagaimana kalau kita hidup dalam dunia di mana gerak-gerik kita selalu direkam dan ditonton jutaan pasang mata setiap harinya.

Adegan puncak:

Saat Truman melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, saat dia memutuskan berhenti jadi bagian dari dunia rekaan yang diciptakan si sutradara botak.

Ini bukan film yang bisa bikin kamu mewek sih. Tapi tetap saja ending yang dikandungnya memberikan kesan mendalam. Truman memilih untuk bebas dibanding jadi boneka hiburan.

~ Dhika

7. 1 Litre no Namida atau 1 Litre of Tears (2005)

Kalau mau jujur, sebenarnya nggak ada film yang pernah bikin saya menitikkan air mata. Lain lagi halnya dengan serial televisi dari negeri sakura yang berjudul 1 Litre of Tears ini. Melihat bagaimana seorang gadis yang penuh semangat lambat laun jadi tak berdaya digerogoti penyakit, saya bahkan nggak sadar kalau sampai dibuat menangis saat nontonnya. Tahu-tahu pipi sudah basah.

Adegan puncak:

Itu terjadi ketika Aya (Erika Sawajiri) meminta orangtuanya untuk dinikahkan, padahal dia sadar betul ajalnya nggak lama lagi.

Kalau kamu nggak merasa sedih saat nonton 1 Litre of Tears, mungkin hati kamu terbuat dari batu!

~ Dhika

8. Along with the Gods: The Two Worlds (2017)

Siapa sangka jika film fantasi yang penuh dengan adegan aksi dan efek komputer ini punya serangkaian adegan yang bikin hati terenyuh. Isu tentang kasih ibu dan keluarga di dalam cerita punya pengaruh besar buat bikin mata kamu tiba-tiba berair pas lagi nonton.

Adegan puncak:

Melalui mimpi sang Ibu (yang nggak tahu kalau Soo Hong sudah meninggal),  Soo Hong (Kim Dong-wook) datang sambil memakai seragam hakim. Dia bilang kalau cita-citanya jadi hakim sudah tercapai, meminta ibunya untuk nggak usah mencari dirinya lagi, lalu berpamitan.

~ Bayu

9. Wedding Dress (2010)

Lagi-lagi tentang kasih sayang Ibu. Setelah nonton Wedding Dress kayaknya kamu bakal langsung meluk ibu kamu dengan mata berkaca-kaca deh. Tokoh utamanya, Go-Eun (Song Yoon-ah) divonis kanker dan hidupnya hanya tinggal menghitung waktu. Meskipun begitu, kehidupan Go-Eun dengan putrinya yang masih kecil terus berjalan. Ya, Go-Eun merahasiakan penyakit kanker itu dari putrinya.

Adegan puncak:

Sebetulnya banyak banget adegan sedih di film ini, apalagi ketika kondisi Go-Eun mulai parah. Tapi yang paling bikin sedih itu saat anaknya salah paham tentang ‘kesibukan’ ibunya. Dia marah lalu berkata “Aku bisa hidup sendiri tanpa Ibu.”

~ Bayu

10. Miracle in Cell No. 7 (2013)

Seorang pria paruh baya (Lee Yong-go) yang punya keterbelakangan mental jadi korban salah tangkap atas kasus pembunuhan. Lebih menyedihkannya lagi, pria itu ternyata punya gadis cilik yang mesti dia besarkan tanpa sosok ibu. Masih kurang sedih? Gimana kalau kamu tahu pria itu akan dieksekusi mati atas tindak kriminal yang nggak pernah dia lakukan.

Adegan puncak:

Saat Lee Yong-go nari-nari sambil mengucapkan salam perpisahan pada putrinya sebelum dieksekusi mati. Eits tunggu dulu… itu belum masuk ke adegan puncak sebenarnya. Adegan puncaknya muncul beberapa detik setelah itu. Penasaran? Tonton sendiri deh mendingan!

~ Bayu

Gimana.. Dari daftar tersebut, ada yang pernah kamu tonton? Apa kamu ikutan mewek, atau kurang merasa tersentuh? Harap diingat ya kalau daftar ini dibuat berdasarkan opini pribadi. Jadi kalau kamu punya rekomendasi lain yang lebih bikin sedih, kamu bisa tulis di kolom komentar.