10 Tips saat Keadaan Memaksa Kamu Melakukan Public Speaking, tapi Kemampuan Terasa Masih Kurang

Jangankan itu, kalau kita mau menyatakan pendapat di kelas aja, itu artinya kita harus berbicara di depan banyak orang kan. Dan kemungkinan besar pesan yang pengen dihantarkan ke pendengar nggak akan tersampaikan secara maksimal jika kita terlihat gugup saat berbicara.

Jadi apa kita bisa meletakkan beban kesalahan pada guru-guru di sekolah karena nggak pernah ngajarin kemampuan public speaking? Para guru dan dosen suka meminta siswa berbicara di depan kelas, tapi kenapa mereka nggak ngasih petuah langsung gimana melakukannya dengan baik?

Well, mereka nggak salah. Justru kita yang harus berinisiatif mempelajari kemampuan ini. Kalau kamu termasuk orang yang ngerasa kemampuan public speaking-nya masih kurang, ada 10 tips yang semoga bisa berguna buat kamu.

1. Tanamkan Pemikiran bahwa Kamu Punya Pesan Bermanfaat yang Harus Didengar Orang Lain

via memegenerator.net

Pemikiran ini amat sangat penting untuk dimiliki sebelum kamu membuka mulut di hadapan banyak orang. Tujuan utama dari public speaking sendiri bisa digolongkan jadi empat: memengaruhi, menghibur, memberikan informasi, atau mengajak pendengar untuk melakukan apa yang kamu bicarakan. Nah, jika kamu sendiri nggak yakin sama isi pesan yang kamu punya, gimana kamu bisa mencapai tujuan itu nantinya?

Tapi selain yakin sama isi pesan, kamu juga mesti…

2. Yakin sama Diri Sendiri

via pixabay.com

Baik itu dari sisi postur badan maupun intonasi suara, perlihatkan kalau kamu percaya diri saat berbicara.

Mungkin semua orang udah tau tentang poin ini, termasuk orang yang mudah gugup atau malu. Yup, mereka pasti tau pentingnya rasa percaya diri, tapi seringkali pula mereka sulit menunjukkannya. Walhasil, mungkin mereka lebih memilih untuk diam bahkan saat mereka punya pendapat penting yang pengen diutarakan di depan orang banyak.

Karena itulah poin ini wajib buat disertakan sekalipun terdengar klise. Bahkan bisa dibilang kepercayaan diri adalah hal paling penting dari semua poin dalam daftar ini.

Menurut saya, rasa percaya diri juga berkaitan dengan poin pertama. Kalau kamu menganggap pendengar sebagai kawan-kawan yang bisa kamu inspirasi oleh perkataan kamu yang emang penting, itu juga bakal membantu rasa percaya diri untuk muncul.

3. Pahami Betul Topik yang Bakal Kamu Bicarakan

via bmc.com

Karena jika nggak, kamu bisa gelagapan di depan pendengar. Dan kalau kamu gelagapan, pendengar pun mungkin nggak akan benar-benar mengerti apa yang ingin kamu sampaikan. Itu juga kalau mereka masih berminat dengerin kamu. Kalau nggak? Itu yang bahaya.

Sempatkan diri untuk melatih apa yang akan kamu bagikan pada pendengar sebelum datangnya hari H. Bedakan juga antara menguasai dan menghafal materi. Kalau kamu sekadar menghafal, maka nggak tertutup kemungkinan kamu bakal lupa sama materinya.

Dengan memahami topik, kamu juga nggak bakal kelimpungan jika dapet pertanyaan dari pendengar. Jadi jangan biarkan ide negatif seperti “Ah, gimana ntar aja lah/Nggak usah baca-baca lagi tentang materinya ah, males,” terbesit di pikiran kamu ya. Hehehe.

4. Jangan Bicara Terlalu Cepat, Jangan Terlalu Lambat

via leadingresults.com

Bicaralah dengan kecepatan sedang. Kalau terlalu cepat (titik dan koma ditabrak seenaknya), pendengar bakal kewalahan nangkep ucapan kamu. Sebaliknya, kalau kamu bicara terlalu lambat, itu sama aja kamu berusaha bikin mereka ngantuk.

Perhatikan juga nada bicara. Suara yang berenergi dan antusias bisa membangkitkan atensi pendengar daripada suara yang monoton. Bahkan kamu juga bisa menggunakan efek dramatis, seperti berhenti sejenak sebelum melanjutkan berbicara dengan nada yang sedikit ditinggikan.

Atau mau sekalian menggebrak meja dan papan tulis? Terserah… tapi itu nggak begitu disarankan sih. Terlalu lebay soalnya.

5. Minimalisir Sedikit Mungkin Kata-Kata yang Nggak Perlu

via lifehacker.com

Apa yang kamu lakukan saat kamu lupa apa yang ingin dikatakan? Apa kamu mengeluarkan kata-kata seperti “Euuuh”, “Aaahhh”, “Euurrrh”, atau “Nganu”? Itulah yang saya maksud dengan kata nggak perlu. Kenapa disebut kata nggak perlu? Karena sebenarnya nggak ada satu pun dari kata-kata itu yang punya arti.

Coba, apa arti yang terkandung dalam kata “Euurrrh”? Nggak ada.

Wajar aja bila seseorang tanpa sadar mengucapkan kata-kata itu saat sedang mengingat-ingat. Tapi jika terlalu sering menggunakannya saat tengah berbicara di depan banyak orang, itu cenderung mengganggu. Bahkan jika kata-kata itu terselip di setiap satu atau dua kalimat, maka pendengar bisa aja menganggap si pembicara lupa dan tengah mengingat-ingat materi yang dihafalnya.

Editor’s Pick

  • Jangan Sampai Tertipu, Nih 6 Trik Cerdas Belanja di Supermarket!
  • Jangan Diambil! 10 Barang Jatuh Ini Wajib Kamu Tinggalkan di Tempat Kamu Menemukannya
  • Ingin Jalan-Jalan Ke Luar Negeri? Simak Dulu Etika Makan Negara Lain Biar Kamu Tidak Dicap Nggak Sopan

6. Manfaatkan Anggota Tubuh, dan Lakukan Beberapa Gerakan Saat Berbicara

via evenesis.com

Kalau kamu pengen membangkitkan atensi atau semangat pendengar, bicaralah sambil menggerakkan tangan; mengibaskan/mengepalkan tangan, atau menunjuk, misalnya. Komunikasi nggak terjadi hanya lewat kata-kata, tapi juga bahasa tubuh. Sayang banget kan kalau kamu nggak memanfaatkannya.

Bayangin aja jika kamu mendengar seseorang melakukan presentasi atau orasi. Lebih menarik mana: orang yang berbicara sambil menggerakkan tangannya dengan aktif atau orang yang tubuhnya terdiam kaku sambil terus-terusan membaca dari kertas?

7. Bangun Kontak Mata dengan Pendengar

via pexels.com

Pendengar bakal lebih merasa dilibatkan jika kamu menatap mata mereka saat berbicara. Karena di sini konteksnya berbicara di depan banyak orang, maka sebaiknya bagi porsi kontak mata kamu.

Maksudnya…

Jangan terus terpaku ke satu sisi sedangkan sisi lainnya dilupakan. Contohnya aja, kamu bisa tatap mata salah satu orang di sisi kiri kamu (pendengar nggak akan sadar kamu cuma natap mata seseorang di dekat mereka) selama beberapa detik. Katakan aja 10 detik. Lalu kamu palingkan pandangan mata ke sisi tengah, juga selama beberapa detik, sebelum pindah ke sisi kanan.

8. Jika Memungkinkan, Dapatkan Perhatian Pendengar saat Kamu Membuka Pembicaraan

via ethos3.com

Public Speaking itu ada bermacam-macam. Presentasi, orasi, ceramah, atau bahkan kata-kata sambutan termasuk ke dalamnya. Di sini kita ambil aja contoh dari presentasi.

Presentasi bisa disebut terbagi jadi tiga bagian: pembuka, isi, dan penutup. Nah, kalau bisa usahakan untuk bikin para pendengar tertarik semenjak bagian pembuka. Ada berbagai cara untuk melakukannya. Kamu bisa memberi mereka cerita dari pengalaman pribadi, kutipan yang relevan dari tokoh terkenal, anekdot, atau apa pun yang sekiranya bisa menarik perhatian. Sesuaikan aja dengan gaya kamu sendiri. Dengan melakukannya, sisa bagian presentasi kamu bakal berjalan lebih mudah.

9. Selingi dengan Candaan, jika Kamu Yakin Bisa Melakukannya

via flickr.com

Tips ini sangat tergantung pada kepribadian kamu. Jika kurang yakin dengan kemampuan melawak yang kamu miliki, kamu bisa melatihnya terlebih dahulu. Tapi jika masih nggak yakin juga, nggak usah memaksakan diri. Bisa-bisa bukannya tertawa, para pendengar malah bingung dan mempertanyakan apa maksud lawakan kamu itu.

Memberikan guyonan emang nggak wajib buat dilakukan. Tapi saya percaya bahwa nggak ada satu pun manusia yang bakal menolak untuk dibikin tertawa. Yup, semua orang senang bercanda. Dan jika bahan pembicaraan kamu cenderung serius, mencairkan suasana dengan candaan bisa jadi keuntungan buat pendengar sekaligus kamu sendiri lho.

10. Gunakan Imajinasi

via pixabay.com

Kalau yang ini cuma tambahan, tapi terasa manfaatnya buat saya pribadi. Jadi misalnya, sehari sebelum kamu melakukan public speaking, kamu bisa membayangkan situasi saat kamu berbicara di depan orang banyak. Bayangkan gestur yang bakal kamu buat, gaya saat berbicara, gimana reaksi pendengar, rencanakan antisipasi jika kamu membuat kesalahan, dan apa yang akan dilakukan jika perkataan kamu kurang memberikan dampak yang diharapkan pada pendengar.

Seperti kata Spongebob, imajinasi itu penting. Heheh.

Udah lebih siap kah kamu untuk berbicara di depan banyak orang sekarang? Atau kamu masih butuh tulisan lainnya soal public speaking? Nggak usah sungkan buat berkomentar, kawan.