5 Fakta Mengejutkan Mobil Esemka, Si Gahar Buatan Anak Bangsa

Selain bakal menjadi mobil nasional, nama Esemka sempat menjadi pembicaraan luas warganet berkat penampakan sebuah mobil SUV misterius. Kendaraan berbadan mirip Pajero tersebut, mempunyai nama Garuda 1 yang sukses membuat netizen bertanya-tanya. Selain keberadaannya yang masih menjadi misteri, simak fakta tersembunyi dari Esemka berikut di bawah ini.

Kembali heboh karena “Tercyduk” mirip mobil Tiongkok

Kemunculan mobil Esemka yang pada saat itu dibawa oleh sebuah truk, memunculkan beragam komentar. Salah satunya adalah adanya kemiripan mobil tersebut dengan SUV buatan Tiongkok, Foday Landfort. Nyaris sekujur bodi mobil tersebut sama persis, tanpa cela sedikitpun. Mulai dari desain pintu belakang, list chrome, wiper, stop lamp hingga bumper.

Tiru mobil Tiongkok?  [image source]

Yang membedakan hanyalah posisi penematan logo pada body mobil tersebut. Jika mobil nasional menempatkan tulisan “Esemka” pada pojok kiri bawah dan “Garuda 1” pada pojok kanan bawah, mobil Foday Landfort yang diproduksi oleh Guangdong Foday Automobile tersebut, hanya diberi tulisan aksara tiongkok dibagian tengahnya.

Bisa jadi mobil nasional setelah Timor

Meski banyak dcibir oleh masyarakat Indonesia, kehadiran mobil Esemka terbaru tersebut seakan menjadi angin segar bagi industri otomotif Indonesia. Bahkan, nama besar Esemka digadang-gadang bisa mengangkat kembali kejayaan mobil nasional Timor yang dulu sempat menjadi kebangaan Indonesia.

Bisa gantikan kejayaan timor [image source]

Dengan beragam varian yang ada, mobil Esemka memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dengan mobil buatan luar negeri lainnya. Salah satu varian Esemka yang banyak diminati adalah Digdaya. Mobil pikap tersebut merupakan produk otomotif double cabin pertama yang dibuat oleh anak bangsa

Melibatkan anak SMK dalam pengerjaannya

Sebagai mobil nasional, Esemka berupaya menggandeng banyak anak bangsa untuk terlibat dalam proses produksinya. PT. Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH), akan melibatkan sejumlah siswa-siswi SMKN terbaik di Indonesia seperti yang telah dilakukan pada SMKN 2 Solo.

Libatkan anak SMK [image source]

Perlu diketahui, PT Aceh merupakan gabungan dari dua pabrik besar yaitu PT. Solo MAnufaktur Kreasi dan PT Adiperkasa Citra Lestari. Tidak hanya melibatkan lulusan SMK terbaik, mereka juga akan menggandeng siswa yang masih aktif bersekolah dengan sistem praktik kerja lapangan (PKL).

Gunakan banyak kandungan lokal

Tak hanya menjalin kerjasama dengan pihak lokal, bahan-bahan mobil Esemka ini juga telah mendukung penggunaan mayoritas bahan baku lokal dibanding bahan baku impor. Hal ini sesuai dengan himbauan Pemerintah melalui Kementrian Perindustrian yang mensyaratkan setiap pelaku Industri otomotif menyerap kandungan lokal sebesar 90 persen.

Gunakakna bahan baku lokal [image source]

Sejauh ini, pihak Esemka terus memanfaatkan komponen otomotif buatan produsen dalam negeri. Beberapa diantaranya adalah  kaca dan jok mobil. Selain itu, Esemka juga akan menggunakan konsep Original Equipment Manufacturer atau OEM, dimana perusahaan tidak memproduksi komponen mobilnya sendiri. Kabarnya, perakitan mobil Esemka juga dilakukan di pabrik milik Geely yang berlokasi di Cileungsi, Jawa Barat.

Bakal Diluncurkan pada pertengahan 2018

Dibalik rencana besar Esemka saat ini, terselip nama A.M Hendropriyono yang mengaku mendapat mandat dari Presiden Jokowi untuk meluncurkan mobil ini. Menurut dirinya, mobil Esemka  yang diproduksi oleh PT Adiperkasa Citra Lestari tersebut, akan dirilis secara resmi pada 2018.

Meluncur pertengahan 2018 [image source]

Meski bakal meluncurkan varian mobil terbaru, nama merek Esemka tetap digunakan, sesuai permintaan Presiden Jokowi saat masih menjabat Walikota Solo beberapa tahun silam. Selain itu, mobil Esemka tersebut rencanya akan dibuat sebanyak 1.000 unit dengan berbagai varian plus mesin diatas 1.000 cc

Meski mendapat banyak reaksi negatif dari masyarakat, kehadiran produk terbaru Esemka ini, bisa menjadi merek nasional yang bergengsi, menggantikan keberadaan Timor yang dulu sempat Berjaya. Harapannnya, semoga mobil-mobil Esemka tersebut, bisa bersaing dengan produk asing dan menjadi kendaraan kebanggaan masyarakat Indonesia