5 Film Indonesia yang Paling Banjir Hujatan di Tahun 2018

Kemungkinan kurang bermutunya film Indonesia terletak pada kurangnya riset saat film tersebut dibuat. Alhasil, banyak netizen yang protes dan menghujat film tersebut karena dianggap salah, aneh, dan nggak sesuai ekspektasi. Contohnya kayak 5 film tanah air berikut ini yang paling banyak mendapat kritikan di tahun 2018.

1. Sultan Agung: The Untold Story

via boombastis.com

Film garapan Hanung Bramantyo yang menggandeng Adinia Wirasti dan Ario Bayu sebagai bintang utamanya ini mendapat banyak hujatan dan kritikan pedas dari netizen lantaran dianggap kurang riset. Bahkan kritikan disampaikan langsung oleh putri Sultan Hamengkubuwana X, yaitu Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara yang menulsikan caption kekecewaan dalam akun instagramnya.

“Hancur hatiku, kenapa yang memerankan Sultan Agung mengenakan parang kecil dan berwarna biru, sedangkan abdi dalem di belakangnya malah mengenakan parang yang lebih besar.” ungkap GKR Bendara menanggapi motif parang batik yang ada di film tersebut.

Kabarnya, film ini sudah mendapat peringatan keras sebelum tayang. Namun setelah tayang kesalahan tersebut tetap ada. Sontak saja netizen beramai-ramai mengkritik film ini karena minimnya riset yang dilakukan.

2. Benyamin Biang Kerok 2018

via boombastis.com

Benyamin Biang kerok 2018 merupakan pembaruan dari film Benyamin yang rilis tahun 1972. Sayangnya, netizen kecewa dengan pemeran Benyamin yang diperankan oleh Reza Rahadian. Mereka menganggap kurang cocok karena sang aktor terlalu ganteng dan kebarat-baratan untuk memerankan sosok Benyamin.

Ditambah lagi, komedi dari film ini terlalu dipaksakan sehingga endingnya malah terkesan garing. Bahkan dari ekspektasi jumlah penonton yang mencapai 2 juta dalam 10 hari, hanya terjual tiket sejumlah 390 ribu sampai hari ini. Meskipun demikian, sutradara Frederica mengaku tak kecewa dan biasa saja perihal perolehan jumlah penonton ini.

3. Ruqyah: The Exorcism

via boombastis.com

Kalau film ini banyak dihujat bukan karena kurang riset, melainkan karena dianggap memplagiat film barat yang berjudul The Exorcist karya William Friedkin. Selain itu, film Ruqyah: The Exorcism juga dianggap lebay karena pemainnya terlalu berlebihan dalam berakting. Alhasil, sampai detik ini film ini kurang laku di pasaran dan malah mendapat hujatan.

Editor’s pick

  • Tahu Nggak, 9 Film Pixar Ini Punya Makna Psikologis Tersembunyi?
  • 5 Film yang Bisa Menghibur saat Kamu Lagi Nggak Semangat Menjalani Hidup
  • Bukan Sekedar Dongeng, 7 Film Ini Terinspirasi dari Kisah Nyata yang Menakjubkan!

4. Yowis Ben

via boombastis.com

Sesaat setelah trailernya rilis, film ini langsung dihujat lantaran banyak memakai bahasa jawa di dalamnya. Padahal waktu itu filmnya belum rilis. Orang-orang yang tidak paham bahasa jawa merasa kesulitan dalam memahami film ini. Selain itu, bahasa Jawa yang dipakai juga dianggap bisa memecah belah persatuan.

Namun menanggapi hal tersebut sutradara Bayu Skak terlihat santai dan tetap optimis. Terbukti, penjualan tiketnya hingga sekarang cukup laris dan malah diluar ekspektasi sang sutradara.

5. Hoax

via boombastis.com

Sama kayak Benyamin Biang Kerok 2018, film Hoax juga mendapat kritikan pedas lantaran pemainnya. Netizen mengaku bosan dengan sosok Vino G. Batisan dan Tora Sudiro yang sudah terlalu sering menghiasi wajah bioskop. Jadi setelah film ini tayang, netizen langsung melontarkan hujatan karena merasa tidak cocok dengan bintang utamanya.

Semoga kedepannya film Indonesia makin bagus dan bermutu ya. Asal risetnya mendalam dan casting pemainnya dilakukan dengan serius, pasti film lokal bakalan membumi kok. Yang penting, tetep dukung anak negeri untuk berkarya ya! Ingat, sebaik-baiknya film barat, film buatan negeri sendiri tetap harus paling mendapat dukungan penuh.

Sumber: Boombastis