5 Hal Menyebalkan yang Pasti Pernah Kamu Alami dalam Hidup, Solusinya Gimana?

Kutipan di atas pasti pernah kamu dengar ribuan kali. Dan mungkin kamu juga sudah muak mendengarnya. Tapi apa kamu sadar kalau kutipan yang acapkali disisipkan dalam lirik lagu band pop itu masih kurang komplet? Tak selamanya hidup itu indah… kadang-kadang ada saja hal menyebalkan yang kita temui dalam keseharian.

Karena itu dalam artikel ini kita akan membahas hal-hal mengesalkan yang sering terjadi dalam keseharian, kenapa itu bisa terjadi, dan bagaimana solusinya.

1. Terlambat bangun gara-gara mencet tombol snooze

via unsplash.com

Kita berandai-andai saja kamu punya janji ketemu sama bos di pagi hari. Tapi entah kenapa kamu merasa berat untuk bangun saat alarm handphone berbunyi jam 6 pagi. Kamu merasa ngantuk berat. “Tidur lagi ah setengah jam. Si bos nyuruh datangnya jam 10 ini, masih ada waktu,” bisik kamu dalam hati sambil menekan tombol snooze.

Alih-alih bangun jam setengah 8, kamu malah bangun jam 12.

Sontak saja bos kamu marah besar. “Hey, Piotr Azimovski (ya, anggap nama kamu Piotr Azimovski). Berani sekali kau mempermainkan diriku yang tampan ini! Engkau akan dipecat oleh diriku!” teriak bos kamu seraya meluruskan bulu hidungnya.

Penjelasannya

Well, kebiasaan memencet tombol snooze itu memang nggak bagus. Kalau kamu tidur lagi setelah bangun, itu berarti kamu memasuki siklus tidur yang baru. Dan kalau kamu memasuki siklus tidur yang baru, efeknya kamu bakal susah bangun atau merasa kurang segar saat sudah terjaga.

Solusinya?

Segera bangun dari tidur kamu dan matikan alarm. Sesimpel itu. Apalagi kalau waktu tidur malam kamu sudah mencukupi, sekitar 6-8 jam.

Tebakan saya bukan cara atau metodenya sih yang susah, tapi praktiknya ‘kan? Sekadar saran, coba tanamkan rasa tanggung jawab. Kalau kamu sadar sama tanggung jawab, mau itu tanggung jawab atas janji, kerjaan, sekolah, atau ibadah, kamu pasti bisa bangun tepat waktu.

2. Lupa di mana terakhir kali menaruh barang

via pexels.com

Orang yang sering kesusahan menemukan barang yang dicarinya (seperti kunci atau kaus kaki), kemungkinan besar minta bantuan ke ibu mereka. Dan anehnya, para ibu pasti bisa menemukan barang tersebut.

Penjelasannya

Biasanya orang lupa di mana mereka menyimpan barang berukuran kecil karena mereka menyimpannya sambil melakukan/memikirkan hal lain. Alhasil kamu jadi lupa, karena kamu nggak menyimpan ingatan tentang lokasi barang tersebut di memori jangka panjang.

Misalnya, kamu tanpa sadar menyimpan dompet di tempat sampah karena di sisi lain kamu sibuk mencatat perhitungan pajak bumi dan bangunan.

Solusinya

Cara gampang: jaga fokus kamu saat menyimpan barang yang penting atau sering dipakai. Multitasking itu mitos.

Cara yang lumayan ribet: biasakan untuk menyimpan barang penting yang berukuran kecil (kunci, kaus kaki, dompet, kacamata, korek gas) di tempat yang sama dengan barang penting yang berukuran besar (dokumen, laptop, tas, buku favorit). Baiknya kamu pilih barang berukuran besar yang sering kamu bawa saat pergi keluar rumah.

“Tapi gimana kalau saya juga sering lupa di mana laptop atau tas saya disimpan?”

Duh…

3. Makanan yang kamu santap nggak enak

via pixabay.com

Mungkin ada alasannya kenapa berat badan kamu susah banget naiknya. Itu mungkin karena kamu terlalu pilih-pilih makanan. Yeah, buat kamu, di dunia ini cuma ada segelintir makanan yang bisa memuaskan hawa nafsu. Sedangkan makanan-makanan lainnya terasa kurang enak.

Penjelasannya

Masih banyak orang yang cuma mengenal empat rasa makanan: manis, pahit, asam, asin. Tapi sebenarnya ada rasa kelima yang sering dilupakan, yakni gurih atau umami.

Solusinya

Rangsang nafsu makan kamu dengan rajin konsumsi makanan-makanan yang punya cita rasa gurih. Kamu bisa pilih antara daging ayam dan sapi, udang,  atau tuna sebagai lauk utama. Sedangkan keju, tomat, jamur, kacang kedelai, dan teh hijau bisa kamu jadikan sebagai hidangan pelengkap.

Sekarang tahu ‘kan kenapa banyak orang suka sama burger (yang biasanya terdiri dari daging sapi, tomat, dan keju)? Solusi lainnya, tambahkan vetsin (bahasa gaulnya pecin atau micin) secukupnya ke makanan yang kamu santap.

4. Terjebak di kelas atau rapat yang membosankan

via wirally.com

Jujur saja, kalau kamu berada dalam situasi seperti ini, kamu pasti pengin cepat-cepat keluar dari ruangan. Bahkan jika kamu termasuk orang rumahan, tiba-tiba saja kamu merindukan gimana rasanya menghirup udara segar dengan bebas.

Tapi apa daya, namanya juga kamu lagi terjebak. Parahnya lagi kamu sulit konsentrasi karena merasa bosan. Boro-boro paham apa yang dikatakan si pembicara/guru, yang ada kamu malah ngantuk.

Penjelasannya

Penyebabnya banyak. Bisa jadi karena kadar gula dalam darah kamu lagi turun-turunnya, terlalu banyak makan karbohidrat pas makan siang, atau dehidrasi.

Solusinya

Daripada melamun atau memainkan smartphone, mending menggambar. Atau kalau kamu lagi nggak mau menggambar, minimalnya kamu bikin coret-coretan di kertas.

Teknik mencorat-coret saat kamu lagi bosan ini malah sudah dibuktikan oleh penelitian bisa meningkatkan konsentrasi. Dengan memakai teknik ini, kamu jadi bisa mengingat apa yang dikatakan si pembicara.

Terus apa yang harus kamu gambar? Kamu bisa menggambar binatang (disarankan binatang yang bentuknya aneh) atau sekadar bikin coretan yang simpel dan repetitif.

5. Pengendara motor di depan kamu nggak sadar lampu sein motornya nyala terus

via viva.co.id

Konon, pengendara motor jenis ini bertebaran di seluruh pelosok negeri. Lebih kononnya lagi, pengendara motor jenis ini gemar sekali menyalakan lampu sein, padahal mereka nggak pengin belok. Kalaupun mereka belok, lampu seinnya salah arah.

Mereka bukan termasuk pengendara motor yang sering kebut-kebutan. Tapi mereka gemar melajukan motor di tengah-tengah jalan. Walhasil, mereka jadi menghalangi pengendara motor/mobil yang ada di belakang mereka.

“Mau nyalip, tapi takut dia belok. Duh, mana jalannya sempit lagi!” begitulah kira-kira gerutuan orang-orang yang merasa terhalangi oleh pengendara jenis ini.

Penjelasannya

Ini hanyalah salah satu bentuk kekhilafan manusia yang paling dasar sebetulnya. Ya, mereka cuma lupa mematikan lampu sein. Tapi tetap saja kerasanya menyebalkan, bukan?

Solusinya

Perhatikan gerak tubuh pengendara motor yang dimaksud. Coba kamu analisis apakah pengendara tersebut benar-benar mau belok? Jika kamu yakin betul pengendara tersebut nggak akan belok, kamu salip motornya.  Setelah sukses menyalip, kendarai motor kamu dengan sangat pelan. Halangi laju motor si pengendara tersebut, lalu nyalakan lampu sein motor kamu, supaya dia sadar kalau selama ini dia sudah menghalangi kendaraan yang ada di belakangnya.

Setelah itu, biarkan pengendara tersebut menyusul kamu, lalu keluarkan tawa yang mirip cara ketawa karakter-karakter jahat di film: “Mwahahahahahahaha!”

Hey, tips nomor 5 cuma candaan saya kok. Nggak usah dipraktikkan dan nggak usah dianggap serius. Meskipun begitu, semoga empat tips lainnya berguna buat kamu.

Ngomong-ngomong, apa kamu sering menemukan ‘pengendara motor jenis ini’ di jalanan?