5 Kisah Mengharukan Pertemuan Ibu dan Anak Setelah Bertahun-tahun Ini Bikin Sesenggukan

Mereka tak memiliki sosok ibu selama bertahun-tahun, bahkan hingga ada yang tak pernah tahu bahwa orang tuanya tak hanya seorang ayah. Namun, sungguh mengharukan ketika akhirnya Tuhan memberi kesempatan mereka untuk bertemu kembali. Tak perlu menunggu hingga 22 Desember, rasanya hari itu sudah seperti Hari Ibu, hari yang dinanti-nantikannya.

Reuni yang Mengharukan Setelah 40 Tahun

Kisah pertama datang dari perempuan Timor Leste yang bernama Kauka. Pedih sekali ketika ia harus rela berpisah dengan sang ibu ketika umurnya masih 8 tahun. Dilansir dari idntimes.com, kala itu tahun 1978, ia diculik oleh seorang Tentara Indonesia yang lalu membawanya ke Sulawesi. Berdalih mengadopsi, Kauka malah diperlakukan seperti pembantu oleh keluarga tersebut.

Kauka and Mum [image source]

Ia bahkan disuruh pindah agama, dari Katolik menjadi Islam, padahal Indonesia dikenal sebagai negara tinggi toleransi dengan 5 agama yang berbeda. Mirisnya lagi, ia harus menjalani kehidupan itu selama bertahun-tahun. Namun, berkat sebuah organisasi amal, ia berhasil pulang ke Timor Leste bulan November lalu dan bertemu dengan sang ibu. Kisah ini pun dimuat oleh media internasional, The Guardian, loh.

Berkat Facebook, Pertemuan Itu Terjadi

Sosial media nggak melulu memberikan dampak negatif terhadap penggunanya. Jika bisa digunakan dengan baik, niscaya dampak positif juga datang menghampiri. Seperti yang dialami oleh seorang ibu dari California, Amerika Serikat. Sebagai pengguna facebook, ia sering melihat fitur foto reuni yang menampilkan banyak gambar dari orang-orang di sekitarnya.

Jonathan and Mum [image source]

Wanita bernama Holland ini kaget bukan main ketika dirinya menemui foto dua anak laki-laki sedang mandi yang sama persis dengan kejadian yang dipotretnya 15 tahun yang lalu. Ketika ditelusuri, ternyata memang benar sosok pria yang mengunggah foto tersebut adalah Jonathan, anak kandungnya yang diculik oleh ayahnya sendiri dan tak pernah kembali itu. Pada akhirnya, mereka bertemu dan memutuskan untuk tinggal bersama.

Okan Kornelius Juga Terbantu Berkat Facebook

Siapa sangka artis yang kita lihat kehidupan hingar-bingarnya setiap hari juga memiliki sisi kelam? Ya, Okan Kornelius adalah salah satu dari banyak artis korban broken home. Orang tuanya sudah lama cerai dan ia diutus untuk tinggal bersama sang ayah. Dilansir dari detik.com, ia mengungkapkan bahwa dirinya yang sibuk tak pernah sempat membuka facebook.

Okan and Mum [image source]

Namun, sekalinya ia mengubek-ngubek sosial medianya tersebut, Okan mendapati sosok wanita yang mengaku sebagai ibunya. Setelah ditelusuri, memang betul sosok tersebut adalah Ahyan Rustaii, ibu kandung Okan Kornelius. Saking lamanya tak bertemu, ia bahkan sudah lupa wajah ibunya itu. Meskipun begitu, Okan benar-benar bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk memeluk ibunya sekali lagi.

Hidup Luntang-lantung Semenjak Berpisah

Penculikan anak memang kerap terjadi di Indonesia, sehingga tak jarang ibu-ibu selalu mendapat peringatan untuk selalu menjaga buah hatinya ketika sedang berada di tempat umum. Meskipun begitu, berbeda dengan yang dialami oleh Nenek Marsiyatim, sosok ibu dari Surabaya, beberapa tahun lalu. Ia kehilangan anaknya di kompleks rumahnya.

Nenek Maryati [image source]

Ia pun berusaha bertahan dan merantau ke Jakarta dengan mencari pekerjaan sebanyak-banyaknya. Mulai dari pembantu rumah tangga hingga pekerja kasar pun dilakoninya, hingga pada suatu hari kakinya tertimpa besi. Setelah itu hidupnya luntang-lantung berpindah dari satu panti ke panti lainnya. Namun, berkat bantuan warga Indonesia dari mulut ke mulut, Nenek Marsiyatim akhirnya dikunjungi oleh anaknya dan dibawa pulang ke Surabaya untuk tinggal bersama.

Menunggu Anaknya Pulang Hingga Usia ke-100

Meski di Indonesia kita sering mendapati fenomena orang berumur panjang, namun tetap saja jika menemui salah satunya, hal tersebut bagaikan mukjizat. Sama seperti kisah Paidi yang akhirnya bertemu kembali dengan ibunya, yaitu Nenek Tukinah yang sudah berusia satu abad, September 2017 kemarin.

Paidi merupakan seorang pekerja kasar di Bengkulu. Dikutip dari kumparan.com, Paidi belum bisa pulang selama 38 tahun karena kondisi ekonominya yang serba terbatas. Namun rupanya, sang ibu masih setia menanti kepulangan anaknya dan bertahan hingga usianya mencapai angka 100. Pertemuannya pun sangat mengharukan.

Ungkapan “surga di bawah telapak kaki ibu” serta “tak ada yang lebih dahsyat dari kekuatan doa seorang ibu” rupanya memang terbukti kebenarannya lewat 5 kisah mengharukan di atas. Maka dari itu, selagi masih diberi kesempatan bertemu dengan ibu kalian, jangan lupa untuk ucapkan Selamat Hari Ibu pada mereka, ya, boombers, jangan sampai terlambat seperti kisah mereka yang harus berjuang melalui perjalanan panjang dulu untuk menemui ibunya.