5 Macam Klise dalam Game Horor Zaman Sekarang yang Mulai Terasa Membosankan

Tapi, ketika pada hari kedua sampai keseratus kamu terus-terusan dikasih makan mie ayam, saya yakin lama-lama kamu bakal bosan juga. Efek yang ditimbulkan mie ayam itu nggak bakalan sedahsyat jika dibandingkan saat kamu memakannya pertama kali.

Dan hal yang sama berlaku juga di game horor.

Entah jika kamu setuju atau nggak, tapi game horor belakangan ini terasa terlalu mengandalkan pola dan metode yang sama untuk menakut-nakuti pemainnya; pola dan metode yang terinspirasi dari game horor populer macam Amnesia: The Dark Descent, Alan Wake, dan Outlast. Nggak masalah sih kalau pola yang mereka tiru itu bisa membuat pemain ketakutan; masalahnya adalah banyak game yang nggak memanfaatkan pola itu secara efektif.

Lalu, apa saja hal-hal klise dalam game horor yang saya maksud? Ini 5 di antaranya.

1. Tanpa senjata; cuma bisa lari, kabur, dan sembunyi

via digitaltrends.com

Entah kenapa banyak banget game horor yang nggak kasih karakter utama kemampuan buat melawan balik, seolah-olah karakter yang kamu mainkan itu terlalu bodoh buat memahami konsep menghajar musuh pakai tongkat kayu.

Formula “no combat system” yang dipopulerkan oleh game Amnesia ini sebenarnya bisa sangat menyeramkan kalau dieksekusi dengan baik. Alien: Isolation, contohnya. Game itu bisa menyuguhkan ketegangan tingkat tinggi dengan membuat karakter kamu nggak berdaya.

Tapi, jika suatu game terlalu memaksakan diri untuk meniru formula ini tanpa memberi sentuhan baru, kesannya malah jadi nggak masuk akal. Gimana nggak, seseorang yang nyawanya lagi terancam bahaya pasti bakal melawan balik, bukan? Apa lagi jika dia menemukan berbagai benda yang bisa dipakai sebagai senjata di sekelilingnya.

2. Baterai yang cepat banget habisnya

via spawnfirst.com

Seingat saya, saya belum pernah membeli batu baterai yang baru beberapa menit dipakai sudah langsung habis. Enggak peduli apa itu batu baterai yang terbilang murah atau mahal, pasti saya bisa memakainya selama hitungan jam, minggu, bahkan hingga berbulan-bulan.

Tapi…

Kenapa senter yang ada di banyak game horor cepat banget matinya? Baru dipakai kurang dari 10 menit, itu senter batu baterainya sudah mau habis lagi. Hasilnya kita jadi dibuat mondar-mandir cuma buat nyari batu baterai tambahan. Tapi, efeknya? Saya sendiri nggak pernah tuh dibikin menjerit ketakutan karena batu baterai senter sudah mau habis.

“Gaaaah, batu baterai senter sudah mau habis! No, no, noooooooooo!”

Bukannya takut, yang ada malah merasa terganggu. Ya iyalah, saya main game horor itu bukan untuk disuruh jadi pengoleksi baterai.

Jadi, kalau nanti kamu memainkan game yang menyediakan batu baterai murahan, kamu lihat mereknya apa, lalu ingat-ingat.

3. Kegelapan yang… well, terlalu gelap

via entertainmentbuddha.com

Kegelapan malam dan genre horor itu adalah dua hal yang sulit dipisahkan, layaknya sinetron Tuyul dan Mbak Yul yang nggak bisa dipisahkan dari memori bocah-bocah generasi 90an. Ya, siapa bocah 90an yang bisa melupakan adegan legendaris saat si Ucil berdiri di atas perut si Kentung?

Oke, sebelum kita keterusan membahas Tuyul dan Mbak Yul, sebaiknya kita balik lagi ke topik.

Begini, jika suatu game berniat membuat pemainnya ketakutan dengan mengandalkan minimnya pencahayaan, itu nggak masalah. Tapi, jika kegelapan itu malah membuat kita nggak bisa melihat apa-apa… Gimana kita bisa jadi takut coba!? Karena toh, kita nggak bisa melihat apa yang seharusnya membuat kita ketakutan.

Kombinasi yang pas antara cahaya dan kegelapan sangat diperlukan buat memberi efek rasa takut yang maksimal.

4. Notes, notes, dan notes

via youtube.com

Pada suatu hari, kamu tiba-tiba terbangun di sebuah hutan yang amat gelap dan angker. Hari telah beranjak malam, dan dengan panik kamu pun mengecek keadaan sekeliling. Beberapa menit kemudian, kamu melihat ada hantu tanpa muka, yang anehnya cuma memakai celana dalam warna merah jambu, sedang mengamati kamu dari kejauhan.

“Astaga, hantu tanpa muka dengan celana dalam berwarna merah jambu,” bisik kamu dalam hati. “Seram! Aku harus mencari jalan keluar dari tempat terkutuk ini!”

Tapi, sebelum kamu berhasil keluar dari hutan, kamu tanpa sengaja menemukan notes atau kertas catatan yang berisi penjelasan tentang hantu tersebut. Ya, catatan itu penuh dengan cerita masa lalu si hantu; kehidupan ia sebelum jadi hantu, hobinya apa, ekskul di sekolahnya apa, istrinya siapa, nama anaknya apa, dan gimana ia bisa mati secara tragis. Dengan membaca notes itu, kamu seakan-akan lagi membaca buku harian si hantu!

via gamefaqs.com

Dan itu, kawan, menurut saya bukan cara penceritaan atau storytelling yang baik. Tapi yang paling utamanya, membaca penjelasan dalam sebuah tulisan juga nggak akan membikin kita ketakutan.

Apa kamu pernah memainkan Silent Hill 2? Notes yang ada di game itu nggak berisikan tentang penjelasan; malahan bikin kita bingung. Tapi, justru dengan dibikin bingung, rasa takut yang ada di diri kita malah semakin bertambah.

5. Jumpscare! Oooh, jumpscare!

via quartertothree.com

Jujur sih, terkadang saya juga masih terlompat kaget kalau melihat adegan jumpscare, mau itu di game atau film. Saya bahkan suka menengok ke kanan-kiri, takut-takut ada orang lain yang melihat ekspresi kaget saya.

Yeah, ekspresi kaget saya memang menjijikan kalau dilihat.

Tapi, seperti poin-poin sebelumnya, jumpscare itu sudah terlalu sering dimanfaatkan untuk menakut-nakuti kita. Padahal, nggak peduli seberapa penakutnya seseorang, pasti sistem imunnya bakal makin terbiasa dengan jumpscare kalau sudah keseringan melihatnya. Dan yang terutamanya, kebanyakan dari jumpscare di game horor juga nggak digunakan secara efektif.

Contohnya, game baru saja dimulai, kita sudah disuguhkan sama jumpscare. Dua menit kemudian, jumpscare! Satu menit kemudian, jumpscare! 0,17 detik kemudian, jumpscare! Dari durasi game yang mencapai lima jam, empat jamnya bisa habis sama jumpscare. Ibaratnya itu game udah kayak film semi jumpscare.

Saya sendiri lebih suka ditakut-takuti lewat suasana dan atmosfer horor ketimbang jumpscare.

Kalau kamu sendiri bagaimana? Apa kamu merasa berbagai klise yang ada di game horor ini nggak masalah buat kamu, atau justru kamu punya pendapat tambahan?