5 Pesepakbola Berdarah Tionghoa yang Pernah Membuat Indonesia Disegani Dunia

Melihat hal tersebut tidak salah apabila dulunya ada keturanan Tionghoa yang bermain untuk timnas Indonesia. Kelihaian mereka dalam memainkan kulit bundar banyak membantu negara kita berbicara banyak pada kompetisi internasional. Salah satu pemainnya adalah Tiong Hoa Oen Tong Hwee, pemain hebat yang membuat lawan kewalahan, karena ketajamannya dalam mencetak goal membuat tim lain takluk. Lalu siapa saja darah Tionghoa di sepak bola kita lainnya? Simak ulasannya berikut.

Tan Liong Houw, kemampuannya tidak diragukan lagi

Tan Liong Houw [Image source]

Untuk para pencinta sepak bola zaman now tentu nama ini asing di telinga mereka. Pasalnya Tan Liong Houw ini merupakan pesepakbola pada era pasca merdeka. Pemain ini merupakan salah satu keturanan Tionghoa yang memiliki prsetasi besar untuk Indonesia. Saat timnas kita bermain pada olimpiade Melbourne pria ini ikut serta membuat tim besar Uni Sovyet kewalahan menghadapi Indonesia. Pada ajang tersebut Indonesia meraih mampu menembus perempat final. Tidak hanya itu dirinya juga membawa bendera merah putih berkibar di Malaysia setelah menjuarai tournament merdeka pada tahun 1961.

Thio Him Tjiang, legenda klub UMS Jakarta

Pemain Hindia Belanda [Image source]

Berangkat dari keluarga sepak bola membuat dirinya mudah untuk menggeluti olahraga ini. Thio Him Tjang memulai karir sepak bolanya pada kesebelasan UMS (Uniom Make Strenghth). Pemain yang lahir pada tahun 1929 ini merupakan salah satu anggota timnas saat olimpiade di Australia. Melalui olah bolanya yang hebat membuatnya mampu membantu Indonesia disegani pada ajang tersebut. Hampir selama tujuh tahun dirinya mengabdi untuk timnas Indonesia. Meskipun saat itu gaji pemain sepak bola tidaklah sebasar seperti sekarang. Berbekal jiwa nasionalisme yang tinggilah membuatnya tetap bertahan untuk membela merah putih.

Tan Bing Mo Heng pemain Hindia Belanda di piala dunia

Tan Bing Mo Heng [Image source]

Sejarah besar lolos piala dunia, tentu merupakan prestasi besar yang masih tertancap pada benak pencinta bola di Indonesia. Meskipun bukan mengusung nama negara kita, hal itu tetap merupakan kebanggaan. Saat itu nama Tan Bing Mo Heng ini juga ikut dalam berjuang di ajang piala dunia1938 di Prancis. Pada kompetsi besar tersebut skill hebat pria berdarah Tionghoa ini belum mampu mempersembahkan trophy, pasalnya timnas harus menelan kekalahan pada babak awal. Meski begitu, aksinya tetap perlu diapresiasi karena mampu bermain dikompetisi besar ditengah derita penjajahan saat itu.

Nova Arianto pemain bertahan tangguh mampu taklukan straiker lawan

Nova Arianto [Image source]

Bakat hebat pemain ini memang tidak perlu diragukan lagi. Pemain bertahan memiliki tinggi 183 cm ini dulunya merupakan pilihan tim besar Indonesia untuk mengisi post belakang. Bakat hebat dirinya menurun dari sang ayah yang merupakan pelatih sepak bola. Nova Arianto merupakan salah satu keturunan Tionghoa yang sukses bersama timnas Indonesia. Karir hebatnya dibuktikan dengan membawa timnas mejuarai piala kemerdekaan, dan sukses mengantarkan negaranya melaju pada semifinal piala AFF 2008 silam. Kehebatan pemain ini adalah sangat tangguh dalam menjaga pertahanan serta mampu mencetak beberapa goal lewat kepalanya.

Endang Witarsa pelatih dan pemain berdarah Tionghoa

Endang Witarsa [Image source]

Karir sepak bola pemain keturunan Tionghoa ini memang tidak mentereng beberapa pemain tadi. Namun, Endang Witarsa ini mampu berbicara banyak saat dirinya menjadi pelatih. Pria bernama asli Lim Sun Yu atau Liem Soen Joe memabawa setupuk prestasi untuk Indonesia. Dari mulai menjuarai Piala Raja Thailand 1968, Juara Merdeka Games 1969, Juara Anniversary Cup 1969 dan Aghan Cup Pakistan. Tidak hanya itu saja bakatnya melatih juga mampu mengahsilakan legenda sepak bola tanah air, seperti Widodo C Putro, Rony Paslah, dan Surya Lesmana. Jadi tidah heran nama dokter gigi ini sampai saat ini tetap melegenda.

Beberapa pemain ini, tentu merupakan sebagian kecil pesepakbola berdarah Tionghoa yang mempunyai peran untuk sepak bola Indonesia. Namun, dari sini kita dapat lihat bahwa apabila kita bersatu tanpa membedakan ras, suku dan agama, negara kita dapat menjadi bangsa yang besar. Hal ini juga dapat menjaga toleransi di Indonesia yang belakangan ini mulai kendor karena berbagai masalah.