6 Kesalahan Konyol dalam Sejarah yang Mampu Mengubah Dunia

Yup, manusia memang nggak pernah luput dari kesalahan. Mungkin di masa lalu, nggak ada yang menyangka kalau 6 kesalahan kecil berikut ini bisa mengubah laju sejarah. Dan seandainya kesalahan-kesalahan berikut nggak pernah terjadi, dunia yang kita huni ini mungkin bakal sedikit-banyak berbeda dari apa yang terlihat sekarang. Mungkin saja, bukan?

1. Kru Titanic lupa membawa kunci loker

via historic-uk.com

Hingga kini, orang-orang masih memperdebatkan penyebab di balik tenggelamnya kapal Titanic di Samudra Atlantik. Ya, Titanic memang tenggelam setelah menabrak gunung es, tapi kita nggak bisa menyalahkan gunung esnya ‘kan? Pasti ada kekhilafan manusia di balik peristiwa tabrakan Titanic dengan gunung es yang semestinya bisa dihindari.

Usut punya usut ternyata kru Titanic yang bertugas memantau gunung es nggak membawa teropong. Kru kapal yang bernama Fred Fleet adalah orang pertama yang melihat gunung es dan langsung melapor ke atasannya. Tapi usahanya sia-sia karena Titanic sudah kepalang dekat dengan ‘maut’ dan nggak bisa langsung belok karena bobotnya yang sangat berat. Andai waktu itu Fleet membawa teropong, dia bisa melihat gunung es lebih awal dan mencegah kecelakaan.

Tapi kesalahan yang dilakukan Fleet sebenarnya bersumber dari kesalahan lain juga. Teropong yang jadi kunci keselamatan penumpang itu tersimpan di loker yang terkunci di dalam kapal. Tapi sayang, kunci loker itu masih dipegang kru kapal yang dipecat.

Nggak lama sebelum Titanic berangkat dari dermaga, perusahaan pelayaran mengganti kru kapal, David Blair, dengan orang yang lebih berpengalaman. Blair mungkin merasa sedih nggak bisa ikut serta dalam pelayaran kapal termewah itu. Tapi seenggaknya, dia memperoleh cindera mata dari  Titanic: kunci loker teropong.

Di tahun 2014 kunci loker teropong itu berhasil dilelang dengan harga 90.000 poundsterling atau setara Rp1,7 miliar.

2. Penemuan penisilin yang nggak disengaja

via tonsoffacts.com

Di bulan Agustus 1928, ilmuwan Alexander Fleming pergi berlibur bersama keluarganya selama satu bulan penuh. Tapi sebelum berangkat, Fleming lupa membersihkan peralatan penelitian bakteri di laboratoriumnya. Untungnya kesalahan kecil ini berbuah manis dan punya dampak positif bagi perkembangan di bidang pengobatan.

Sepulangnya dari liburan, Fleming melihat cawan petri yang berisi bakteri staphylococci ditumbuhi jamur penicilium chrysogenum yang membunuh bakteri di sekitarnya. Kemudian dia berusaha untuk menumbuhkan jamur penicilium secara murni, dan mengetahui kalau jamur itu bisa membunuh segala jenis bakteri.

Beerapa tahun kemudian, penisilin mulai digunakan sebagai obat antibiotik di Perang Dunia II. Penemuan yang nggak disengaja ini berhasil menyelamatkan banyak nyawa tentara sekutu pada masa itu.

3. Penggempuran Jepang yang salah sasaran di Pearl Harbor

via theatlantic.com

Serangan militer Jepang ke Pearl Harbor 7 Desember 1941 jadi salah satu peristiwa paling bersejarah di masa Perang Dunia II. Pada saat itu Angkatan Laut Jepang membombardir pangkalan armada laut Amerika di Pearl Harbor, Hawaii, dengan harapan bisa melumpuhkan kekuatan militer mereka.

Tapi nampaknya perintah komandan AL Jepang untuk menyerang kapal-kapal tempur Amerika kurang efektif. Walaupun Amerika kehilangan hampir setengah dari jumlah kapal tempurnya, kapal induk, cadangan bahan bakar, dan bengkel kapal mereka masih utuh. Ketika penggempuran mereda, militer Amerika segera memperbaiki kapal-kapal yang rusak dan langsung terjun dalam peperangan.

Akhirnya AL Amerika mampu menunjukkan dominasinya terhadap Jepang dengan kekuatan kapal induk dan kapal selamnya, yang selamat dari serangan di Pearl Harbor.

Editor’s Pick

  • 7 Ilmuwan yang Pernah Melakukan Eksperimen Menjijikkan demi Perkembangan Dunia Medis
  • Kisah Nyata 5 Petualang yang Mati Saat Mencari Keberadaan Tempat-Tempat Mitos
  • Petrus dan Catherine, Beauty and The Beast di Dunia Nyata yang Hidup Sengsara
  • Mengungkap Misteri Kutukan Raja Tutankhamun Yang Sempat Menghebohkan Dunia
  • 5 Tokoh Ini Meninggal Bersama Rahasia Besar Yang Hingga Kini Masih Belum Terungkap

4. Kesalahan sepele komandan Nazi saat invasi Normandia

via en.wikipedia.org
Erwin Rommel via en.wikipedia.org

Saat Perang Dunia II berkecamuk, Erwin Rommel ditugaskan Hitler untuk memimpin pertahanan militer Jerman di pantai Normandia, Prancis. Tapi panglima yang punya julukan Rubah Gurun itu yakin kalau invasi nggak mungkin datang dalam waktu dekat. Alasannya, sudah berminggu-minggu cuaca memburuk dan mereka pun nggak mendeteksi adanya tanda-tanda pergerakan dari musuh. Atas alasan itu pula Rommel kemudian pergi meninggalkan markas militer di Prancis untuk merayakan hari ulang tahun istrinya. Lebih parahnya lagi, beberapa komandan yang sependapat dengan Rommel ikut mangkir dari tugas mereka buat mengikuti latihan militer.

6 Juni 1944, bertepatan dengan hari ulang tahun istri Rommell, pasukan sekutu mendarat di pantai Normandia. Peristiwa itu jadi invasi laut terbesar sepanjang sejarah. Ratusan ribu tentara sekutu menyerbu pantai, lengkap dengan kapal, pesawat tempur, serta tank baja mereka. Di sisi lain, pasukan Jerman yang ditinggalkan oleh panglima dan beberapa komandannya dibuat kalang kabut. Nggak heran kalau akhirnya tentara sekutu berhasil melumpuhkan pertahanan militer Jerman di sepanjang garis pantai Normandia.

Saat Rommel kembali ke pangkalan militer Jerman, pasukan sekutu sudah terlanjur mengambil alih lima titik pantai di Normandia. Tentara Jerman yang selamat mengatakan andai saja Rommel ada di markas pada saat invasi, mungkin Jerman bisa memenangkan peperangan tersebut. Lagipula, Rommel memang dikenal sebagai panglima yang pandai dalam mengatur strategi perang.

Sebenarnya tanpa Rommel pun Jerman punya kesempatan untuk membalikkan situasi di pantai Normandia. Saat itu salah satu petugas melakukan panggilan ke markas besar, meminta izin pada Hitler untuk melepas panzer (tank baja) ke medan perang. Tapi petugas yang menerima panggilan menjawab kalau saat itu Hitler sedang tidur. Ya, sang diktator sedang tertidur pulas katanya.

Siapa coba yang berani membangunkan Hitler?

5. Invasi militer ke Rusia saat musim dingin

via commons.wikimtedia.org

Musim dingin di Rusia. Wah, membayangkannya saja sudah bikin tulang saya gemetar kedinginan (walaupun sebenarnya saya belum pernah ke Rusia). Tapi percaya atau nggak, sejarah pernah mencatat beberapa invasi militer ke Rusia yang terjadi di musim dingin. Buat kamu yang ingin mati kedinginan, kamu bisa coba ide gila ini.

Di tahun 1708, pasukan Swedia bergerak menuju Rusia untuk melancarkan invasi militer mereka. Yup, di musim dingin, atau lebih tepatnya saat terjadi Great Frost (musim dingin paling ekstrem) di Eropa. Setibanya di Rusia, peperangan pun pecah. Militer Swedia kehilangan 5.700 tentaranya dalam pertempuran tersebut. Tapi jumlah itu tak seberapa dibanding 13.800 tentara mereka yang mati kedinginan. Pada akhirnya militer Rusia berhasil mempertahankan keutuhan negara mereka dan memukul mundur tentara Swedia.

Hitler pun sempat berbuat ceroboh saat melancarkan invasi militer ke Rusia di masa Perang Dunia II. Operasi Barbarossa, itulah sebutan untuk operasi penyerbuan yang melibatkan jutaan tentara Nazi pada 22 Juni 1941. Hitler memprediksi pasukannya bisa mengambil alih Rusia sebelum musim dingin tiba. Tapi sayang perkiraannya salah, dan tentara Nazi nggak punya persiapan untuk menghadapi cuaca musim dingin. Sampai bulan November 1941, Hitler sudah kehilangan tiga perempat dari satu juta tentaranya di Rusia.

6. Orang yang berani membuat Genghis Khan murka

via videoblocks.com

Kalau kamu hidup di abad pertengahan, sejauh-jauhnya tempat tinggal kamu dari pusat peradaban dunia, kamu pasti mengenal nama Genghis Khan. Dia adalah Kaisar Mongol yang terkenal akan kewibawaan dan kebengisannya. Kalau diibaratkan, Genghis Khan itu layaknya Hitler abad pertengahan (bahkan Hitler pun mungkin masih kalah seram).

Kekaisaran Mongol yang didirikan Genghis Khan sempat jadi yang terkuat dan terluas di dunia. Saking kuatnya Genghis Khan dan kekaisaran yang dipimpinnya, siapa pun pasti bakal berpikir seribu kali buat mencari gara-gara dengan Mongol. Tapi entah kenapa selalu saja ada orang menyebalkan yang bikin Genghis Khan marah.

Pada abad 13, Genghis Khan mengirim utusannya dalam misi diplomatik ke kekaisaran Khwarezmia. Bukan untuk menginvasi; dia hanya ingin menjalin hubungan dagang dengan kekaisaran yang sekarang menjadi negara Iran tersebut. Tapi tawaran itu ditolak oleh Sultan Khwarezmia, Ala ad-Din Muhammad. Nggak cuma menolak tawaran diplomatik tersebut, Sultan juga menghukum mati utusan Genghis Khan dengan cara dipenggal.

Murka, Kaisar Mongol pun kemudian mengirim 200.000 tentaranya ke Khwarezmia. Jumlah itu sudah lebih dari cukup untuk menghancurleburkan kekaisaran yang berani menentang Kaisar Mongol.

Jadi, apakah dunia yang kita huni ini bakal sama seandainya enam ‘kekhilafan’ di atas nggak pernah terjadi? Hmm… kayaknya kita nggak akan pernah tahu ya.