6 Kisah di Balik Foto Mengerikan Korban Pembunuhan yang Diambil Langsung oleh si Pelaku

Ya, sebagian pembunuh psikopat di luar sana merasa tak terpuaskan jika hanya menghabisi nyawa korban begitu saja. Pembunuh yang termasuk golongan ini biasanya kerap menyiksa korban, serta mengabadikan detik-detik pembunuhan ke dalam foto. Tujuannya? Apa lagi kalau bukan sebagai kenang-kenangan. Gila, ‘kan?

6 foto korban pembunuhan di bawah ini diabadikan langsung oleh pembunuhnya. Selain terlihat mengerikan, keenam foto berikut menyimpan cerita yang tak kalah menakutkannya. Simak terus kalau kamu penasaran.

1. Harvey Glatman

Foto korban Harvey Glatman/via didyouknowfacts.com

Harvey Glatman merupakan pembunuh berantai yang beraksi sekitar tahun 1950an di Los Angeles, Amerika Serikat. Glatman kerap memasang iklan pencarian jodoh di koran dan berpura-pura menjadi fotografer modelling untuk menjerat korbannya. Tak heran awak media kala itu menjuluki Harvey Glatman The Glamour Girl Slayer (pembunuh wanita glamor).

Setelah berhasil memikat wanita, Glatman bakal mengajak korban ke apartemennya. Di tempat itu, korban biasanya langsung diikat dan disiksa. Glatman pun begitu terobsesi untuk mengambil foto korban-korbannya yang nampak ketakutan sebelum menghabisi nyawa mereka. Setelah itu Glatman biasanya membuang jasad korban di gurun untuk menghilangkan jejak.

Aparat kepolisian akhirnya berhasil meringkus Glatman berkat kesaksian korban terakhir yang berhasil melarikan diri. Glatman mengaku bersalah atas deretan kasus pembunuhan. Dia dieksekusi mati di ruangan gas beracun Penjara San Quentin pada tahun 1959.

2. Robert Bardella

Foto James Ferris, salah satu korban pembunuhan Robert Bardella/via pinterest.com

Sekitar tahun 1980an, penduduk Kansas City, Missouri, Amerika Serikat diteror oleh seorang penyiksa dan pembunuh berantai, Robert Bardella. Bardella membunuh setidaknya 6 pemuda antara tahun 1984 sampai 1987. Tak hanya membunuh, Bardella juga kerap menyiksa korbannya selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

Pertama-tama Bardella bakal mengikat korbannya di tempat tidur, memasangkan kalung anjing serta membekap mulut korban. Bardella kemudian menyuntikkan dempul ke telinga korbannya untuk membuatnya tuli. Nggak cukup sampai di situ, Bardella pun selalu membuat korbannya kesakitan dengan berbagai cara. Yang paling parah mungkin saat korban disengat listrik atau ditaburi deterjen di bagian mata.

Sama halnya dengan Glatman, Bardella gemar mengabadikan aksi bejatnya dalam bentuk foto dan catatan harian. Dia juga diringkus pihak berwajib setelah korban terakhirnya berhasil melarikan diri. Bersamaan dengan ditemukannya foto-foto korban, polisi juga menemukan sisa-sisa mayat korban mutilasi dan dua tengkorak manusia di rumah Robert Bardella.

3. William Richard Bradford

Foto Shari Miller sesaat sebelum meninggal di tangan William Richard Bradford/via listverse.com

Suatu hari seorang bartender bernama Shari Miller diajak William Richard Bradford ke gurun dengan dalih photoshoot. Tapi usai Miller berpose di depan kamera, tanpa diduga Bradford langsung mencekik Miller hingga tewas. Setelah itu Bradford menguliti tato Miller, lalu membuang jasadnya di suatu gang.

Bradford kembali beraksi dengan menculik tetangganya, seorang gadis berumur 15 tahun, Tracey Campbell. Polisi yang curiga kemudian menginterogasi Bradford mengenai keberadaan Campbell. Tapi tak disangka, penyelidikan itu berujung penemuan foto Shari Miller, korban pembunuhan yang sebelumnya tak sempat teridentifikasi oleh pihak kepolisian. Foto Shari Miller membuat polisi mengadakan investigasi lanjutan yang mengarah ke penemuan jasad Campbell, tak jauh dari tempat Miller dibunuh.

Berdasarkan penyelidikan polisi, Bradford menyimpan sekitar 50 foto wanita yang diduga jadi korban kekejaman sang pembunuh berantai. Bradford dijatuhi hukuman mati di California pada tahun 1987 dan meninggal di tahun 2008.

4. Foto terakhir Madyson Jamison sebelum ‘menghilang’

Gadis cilik anak pasangan Jamison/via plus.kapanlagi.com

Madyson Jamison (foto di atas) beserta kedua orangtuanya menghilang secara misterius pada tanggal 8 Oktober 2009. Keluarga Jamison kabarnya berniat membeli tanah seluas 16 hektare di kawasan Red Oak, Oklahoma sebelum dinyatakan hilang oleh pihak kepolisian. Empat tahun kemudian, jasad keluarga Jamison akhirnya ditemukan. Tapi sayang, tak ada petunjuk berarti yang bisa mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. Sampai sekarang kematian keluarga Jamison masih diselubungi misteri.

Tak ada bukti yang membuktikan foto di atas diambil oleh pembunuh keluarga Jamison. Tapi di sisi lain, kerabat korban bersikeras kalau di foto itu Jamison terlihat panik dan ketakutan, seakan sedang menyaksikan nasib nahas yang dialami kedua orangtuanya. Oleh karena itu banyak orang berteori kalau foto di atas diambil oleh pembunuh Jamison. Apa kamu juga sependapat dengan teori ini?

5. Bocah korban pembunuhan The Candyman

Bocah lelaki yang diduga jadi korban ke-29 The Candyman/via rebrn.com

Julukan ‘The Candyman’ sepertinya sangat cocok dengan sosok Dean Corll, pembunuh berantai asal Amerika Serikat. Alasannya, Corll kerap merayu bocah-bocah di kawasannya dengan sekantung permen dan mengajak mereka masuk ke dalam mobil. Antara tahun 1970-1973, Corll tercatat menghilangkan nyawa 28 bocah laki-laki. Tapi polisi mencurigai adanya korban ke-29 setelah menemukan selembar foto anak laki-laki (foto di atas) yang belum diketahui identitasnya. Foto itu ditemukan di antara barang-barang milik Corll di rumahnya.

Di setiap aksi kejinya, The Candyman dibantu oleh dua orang remaja yang bertugas sebagai penculik bayaran. Mereka adalah David Owen Brooks dan Elmer Wayne Henley Jr. Untungnya, kekejaman The Candyman terhenti usai Henley memberontak dan menembak Dean Corll hingga tewas. Henley lalu membeberkan semua kejahatan The Candyman pada pihak kepolisian.

6. Polaroid misterius

Dua korban penculikan yang nasibnya sama sekali tak diketahui/via youtube.com

Gadis di dalam foto diyakini sebagai korban penculikan bernama Tara Calico, sedangkan identitas bocah laki-laki di sampingnya masih belum diketahui. Foto polaroid tersebut ditemukan di parkiran supermarket Route 98, Florida, Amerika Serikat oleh seorang pejalan kaki. Konon, beberapa menit sebelum foto itu ditemukan, saksi mata sempat melihat mobil van putih meninggalkan area parkiran.

Polisi menganggap kalau foto polaroid itu diambil di dalam van tepat di parkiran supermarket. Kemudian foto itu dibuang oleh pelaku penculikan, meskipun entah apa motifnya.

Sementara di dalam foto, kedua korban nampak melihat ke arah kamera dengan ekspresi ketakutan. Mulut mereka diselotip dan kedua tangan mereka diikat di belakang badan. Benar-benar bukan pemandangan yang enak dilihat, apalagi sampai sekarang nasib kedua korban penculikan itu masih belum diketahui.