7 Arena Bermain di Dunia yang Anti Mainstream, Dijamin Bikin Males Pulang!

Serunya fasilitas yang terdapat disana membuat anak-anak dan juga orang dewasa ‘ketagihan’ untuk mencicipi permainan seru yang sulit didapatkan di arena bermain lain. Dilansir dari Mentalfloss, ini dia 7 arena bermain anti-mainstream yang dijamin bikin mupeng. Nagih banget!

1. Nishi- Rokugo di Tokyo, Jepang

via mentalfloss.com

Nishi- Rokugo bisa disebut juga sebagai Tire Park atau Taman Ban. Kamu bisa menemukan lebih dari 3.000 band yang disulap jadi berbagai bentuk kayak dinosaurus, monster, jembatan, seluncuran, ayunan, dan lainnya. Selain itu anak-anak juga bisa memainkan setiap ban yang ada menjadi mainan versinya sendiri. Ini yang membuat daya imajinasi anak jadi terasah karena mereka dituntut untuk bisa berkerasi dengan ban masing-masing. Wow, kayaknya seru nih kalau dibuat di Indonesia, secara di Indonesia kan ada banyak ban bekas yang bisa dimanfaatkan kan?

2. The Fruit and Scent Playgorund di Lilijeholmen, Swedia

via mentalfloss.com
via mentalfloss.com
via mentalfloss.com

Arena bermain yang satu ini penuh dengan wahana permainan berbentu buah-buahan yang menyegarkan. Tentu nggak ada anak-anak yang akan menolak untuk bermain di sini. Ada perosotan berbentuk pisang, puteran stroberi, ayunan berbentuk cherry, dan juga ada arena bermain lain yang berbentuk semangka dan jeruk. Arena bermain ini sekaligus dijadikan sarana edukatif oleh warga sekitar untuk mengajarkan anak-anak tentang manfaat buah-buahan dengan cara yang seru.

3. Clemyjontri Park di Fairfax County, Virginia

via mentalfloss.com

Nggak banyak taman bermain yang menyediakan fasilitas untuk penyandang disabilitas, dan Clemyjontri Park di Farifac County ini adalah satu dari sedikit di antaranya. Seluruh wahana dibuatkan area khusus untuk pengguna kursi roda dan beberapa area didesain untuk lebih landai sehingga nyaman dan aman untuk para penyandang disabilitas. Keren ya?

4. Pruessen Park di Berlin, Jerman

via mentalfloss.com
via mentalfloss.com

Kalau kamu menyangka arena bermain disiapkan untuk para anak-anak, maka kali ini kamu harus merubah pikiran itu karena arena bermain yang ada di Jerman ini justru nggak memperbolehkan anak-anak untuk masuk. Ya, Preussen Park di Berlin ini hanya disiapkan untuk orang-orang yang berusia lebih dari 16 tahun. Wahana yang disediakan berukuran besar sehingga anak-anak pun nggak akan mampu untuk memainkannya. Tujuan dibuat arena bermain ini adalah agar orang-orang dewasa di kota ini tetap aktif keluar rumah dan melakukan sesuatu yang menyenangkan.

5. Zabeel Technology Park di Dubai

via mentalfloss.com
via mentalfloss.com

Dubai selalu punya cara buat mengejutkan dunia, salah satunya dengan membuat arena bermain yang bertemakan teknologi ini. Terdapat dua zoa di dalamnya yang menampilkan teknologi futuristik dan pameran energi alternatif serta pameran interaktif teknologi tinggi dan labirin yang meniru bentuk tata surya. Seru banget kan?

6. Takino Hillside Park – Sapporo-shi di  Hokkaido, Jepang

via mentalfloss.com
via mentalfloss.com

Takino Hillside Park ini meminjam banyak ide dari alam. Beberapa efek pencahayaan dan suara dibuat sangat unik untuk memikat pengalaman bermain anak. Disini juga terdapat kubah dengan jaring-jaring menggantung untuk melatih ketangkasan anak-anak. Uniknya lagi, beberapa bagian dari taman bermain ini berada di dalam bukit.

7. St. Kilda Adventure Playground di  Adelaide, Australia

via mentalfloss.com

Menempati area seluas 4 hektar, arena bermain ini punya panorama yang unik. Sejak dibuka tahun 1982 dan terus melakukan pembaruan, kamu bisa melihat ada kastil, labirin, kapal selam dan area atraksi besar layaknya kapal laut dan kehidupan satwa liar di dalamnya. Dengan area seluas ini, dijamin nggak ada yang bakal bosen mainan di sini seharian

Para pengelola taman bermain ini tampaknya membawa pesan dan inovasi selangkah lebih maju karena area bermain ini dibuat  bukan hanya untuk menghabiskan waktu luang saja, tetapi ada unsur edukatif dan kreativitas di dalamnya yang mampu membuat warga sekitar lebih sehat dan berkualitas dalam menjalani kehidupan. Sepakat?

Sumber: Mentalfloss