7 Keajaiban Dunia Kuno Yang Bisa Bikin Kamu Takjub Akan Peradaban Manusia Di Zaman Dulu

Sejarawan Yunani Herodotus (484-425 SM) beserta sejarawan lainnya pernah membuat daftar 7 keajaiban dunia yang memuat tentang situs-situs menakjubkan dari masa lampau. Catatan tersebut sekaligus bisa menjadi referensi buat kita bahwa pada zaman kuno dulu, ada beberapa bangunan istimewa yang pernah berdiri. Sebagian bahkan menjadi inspirasi pembangunan dan arsitektur di zaman modern, guys. Penasaran sama daftarnya? Yuk kita lihat 7 keajaiban dunia kuno yang dihimpun dari Allthatsinteresting berikut ini.

1. Piramida Agung Giza, Mesir

via allthatsinteresting.com
via allthatsinteresting.com

Piramida Giza dibangun sebagai makam pada tahun 2560 SM oleh firaun Mesir Khufu dan merupakan satu-satunya keajaiban kuno yang masih ada sampai sekarang. Bangunan ini begitu termasyhur dan menakjubkan, sekaligus penuh dengan teka-teki. Berdiri dengan tinggi 146 meter, piramida Giza dibangun selama periode 20 tahun dengan dua juta blok batu, masing-masing memiliki berat lebih dari dua ton. Piramida Giza pernah beberapa kali mengalami kerusakan karena termakan usia dan kehilangan 9 meter di bagian puncaknya.

Bagian dalamnya memiliki tiga ruang: ruangan raja, ruangan ratu, dan ruangan bawah tanah yang dihubungkan oleh tangga-tangga. Piramida Giza ditulis ke dalam daftar keajaiban dunia karena arsitektur dan proses pembangunannya yang menegaskan kemajuan ilmu pengetahuan orang-orang Mesir kuno.

2. Taman Gantung Babilonia, Irak

via allthatsinteresting.com
 Taman gantung ini dibangun di kota kuno Babilonia, tepatnya di bagian selatan Baghdad, Irak pada 600 SM oleh Raja Nebukadnezar II. Ia membangun taman megah sebagai hadiah untuk istrinya, Amytis of Media, yang merindukan tanaman di tanah kelahirannya.
via sonparques.blogspot.com

Meskipun taman gantung Babilonia hancur oleh gempa bumi setelah abad ke-2 SM, keindahannya sempat didokumentasikan secara lengkap oleh para sejarawan Yunani, termasuk Strabo, yang mengatakan:

“Taman itu berbentuk segi empat, dan masing-masing sisi empat plethra panjangnya. Terdiri dari kubah-kubah melengkung yang terletak di atas pondasi berbentuk kubus… Pendakian menuju teras paling atas dibuat oleh sebuah tangga”

3. Kuil Artemis di kota kuno Ephesus, Turki

via orange-smile.com

Kuil Artemis adalah sebuah kuil yang memiliki desain sederhana namun elegan, didedikasikan untuk Dewi pemburuan dan alam liar Yunani, Artemis. Dibangun pada 550 SM oleh seorang arsitek Yunani, Chersiphron, atas persetujuan raja Lydia, Croesus.

via allthatsinteresting.com

Deskripsi kuno menjelaskan bahwa kuil tersebut terbuat dari marmer, memiliki 127 tiang setinggi 60 kaki, dan terdapat sebuah tangga marmer menuju lantai kuil. Bagian dalamnya dihiasi oleh pilar emas, lukisan, dan patung perak, sedangkan di bagian luar terdapat halaman yang luas.

Bangunan ini adalah tempat ibadah di mana pengunjung, pedagang, turis, dan raja memberikan penghormatan kepada Dewi Artemis. Halamannya yang luas juga digunakan sebagai pasar oleh para penduduk setempat.

Kuil Artemis sudah hancur terbakar akibat ulah Herostratus (356 SM) yang berharap bisa mengabadikan namanya melalui pembakaran kuil. Upaya untuk membangun kembali kuil Artemis sudah pernah dilakukan, namun tetap saja kuil berulang kali dihancurkan oleh berbagai kelompok agama dan sekte.

4. Mausoleum Halicarnassus, Turki

via ancient-origins.net

Terletak di kota Bodrum, Turki, Mausoleum Halicarnassus adalah sebuah makam yang dibangun antara tahun 353 dan 350 SM. Dikukuhkan oleh Ratu Persia Artemisia untuk suaminya, Mausolus dari Caria, dan selesai dibangun tiga tahun setelah kematian Mausolus.

via allthatsinteresting.com

Makam itu dibangun di atas sebuah bukit yang menghadap ke kota, tingginya kira-kira 45 meter dan dikelilingi oleh sebuah halaman. Bagian makam yang paling mengesankan adalah patung-patung dan dekorasi berbentuk singa, manusia, kuda, hingga kereta kuda yang berukuran sama seperti aslinya. Dekorasi tersebut terletak di sekitar makam, di bagian atap, dan juga di bagian podium.

Mausoleum berdiri tegak selama 16 abad sampai tahun 1494, ketika Knights of St John of Malta menyerang wilayah tersebut dan menggunakan batu-batu Mausoleum untuk membangun istana tentara salib. Pada tahun 1522, hampir setiap blok batu Mausoleum dibongkar. Saat ini, kastil tentara salib masih berdiri dan pengunjung bisa melihat batu-batu Mausoleum beserta beberapa patung yang berhasil diselamatkan.

5. Patung raksasa Zeus di Olimpia, Yunani

via ancient-origins.net

Patung raksasa ini dibangun oleh pematung Yunani Phidias sekitar tahun 432 SM dan didirikan di kuil Zeus di kota Olympia. Patung Zeus didirikan untuk memperingati olimpiade, dan membuat kuil lebih terlihat layak sebagai tempat penyembahan raja dari segala dewa.

Butuh waktu 12 tahun bagi Phidias untuk menyelesaikan sosok Zeus setinggi 12 meter yang duduk di atas takhta yang terbuat dari perunggu pelat emas, gading dan emas murni. Namun, keagungan patung beserta kuilnya tidak mampu bertahan dari guncangan gempa bumi, tanah longsor, dan banjir yang terjadi secara terpisah selama berabad-abad.

6. Colossus of Rhodes, Yunani

via greece.greekreporter.com

Colossus of Rhodes adalah patung besar yang didirikan di Pulau Rhodes di Yunani antara 292 dan 280 SM. Dibangun sebagai perayaan kemenangan atas penguasa Siprus, Antigonus I Monophtalmus, patung tersebut berbentuk raksasa Helios, serta dibangun dari perunggu, dan berdiri setinggi 32 meter. Colossus of Rhodes bertahan selama lebih dari 56 tahun sampai akhirnya hancur oleh gempa bumi pada 226 SM.

Meskipun ada tawaran untuk memperbaiki patung yang rusak, para peramal menyarankan orang-orang Rhodes untuk membiarkan reruntuhan patung tersebut. Sisa-sisa reruntuhan akhirnya dijual oleh penyerbu dari Arab pada tahun 654 M. Di zaman modern Colossus of Rhodes menginspirasi pembangunan patung Liberty di Amerika.

7. Mercusuar Alexandria, Mesir

via awesomestories.com

Dikenal juga sebagai Pharos of Alexandria, mercusuar ini dibangun antara 280 dan 247 SM untuk memandu para pelaut ke pelabuhan Alexandria pada malam hari. Setelah kematian Alexander yang Agung, Ptolemy Soter selaku penggantinya menugaskan pembangunan mercusuar yang selesai pada abad 3 SM. Tingginya sekitar 137 meter dan terbuat dari batu berwarna terang dengan patung Poseidon di bagian puncaknya.

Dimasukkannya mercusuar ke dalam daftar tujuh keajaiban dunia kuno adalah karena kecemerlangan arsitekturnya (merupakan bangunan tertinggi pada waktu itu), dan cahaya yang bisa dilihat sejauh 56 km dari lepas pantai. Berdasarkan dokumentasi yang ditulis wisatawan Arab, Romawi dan Yunani, Mercusuar Alexandria hancur dalam tiga gempa terpisah yang terjadi pada tahun 956, 1303 dan 1323 M.

Itulah 7 keajaiban dunia kuno yang menggambarkan kemajuan peradaban manusia di masa lampau. Sayangnya, hanya Piramida Giza yang masih berdiri kokoh dan bisa kita kunjungi di zaman modern ini. Padahal seru banget ya kalau misalkan kita masih bisa melihat langsung tujuh keajaiban dunia kuno ini sekarang. Jangan lupa klik tombol share ya, guys.