7 Kesalahan Paling Fatal Sekaligus Konyol dalam Bidang Kemiliteran Sepanjang Sejarah

Tapi sejarah pernah mencatat beberapa keputusan dan tindakan yang konyol dalam bidang militer di berbagai belahan dunia. Seperti dalam 7 kisah yang bakal kamu simak berikut ini.

Hmm… pada akhirnya kita bakal sadar kalau manusia itu nggak bisa luput dari kesalahan. Tak terkecuali orang-orang yang memegang peran penting di bidang kemiliteran. Yuk langsung saja kita simak daftarnya.

1. Pasukan Hannibal vs longsor salju

via ancient-origins.net

Para sejarawan menganggap Hannibal Barca sebagai salah satu komandan perang paling hebat dalam sejarah. Dia adalah pemimpin pasukan Carthagian (sekarang Tunisia) yang pandai dalam mengatur strategi perang. Pada tahun 216 sebelum masehi, Hannibal dan pasukannya berhasil mengalahkan pasukan Romawi dalam pertempuran di Kota Cannae. Kemenangan itu semakin mengukuhkan reputasi Hannibal, sebab strategi perangnya mampu menutupi kelemahan pasukannya yang kalah jumlah dari pasukan Romawi.

Namun sebelum pertempuran di Kota Cannae, Hannibal sempat membuat keputusan konyol ketika dia dan pasukannya sedang dalam perjalanan menuju daerah kekaisaran Romawi.

Saat melintasi pegunungan Alpen, Hannibal menjelaskan kalau jalur bersalju yang hendak dilewati mereka tergolong aman. Dia pun berusaha membuktikannya dengan menghentakkan tongkat kayu ke atas tumpukan salju. Tapi ketika dilalui, jalur bersalju itu runtuh. Alhasil sebagian pasukan Hannibal terbawa longsor salju. 18.000 tentara, 2000 kuda, dan beberapa gajah perang mati dalam peristiwa tersebut. Lebih ironisnya lagi, jumlah korban jiwa dalam longsor salju itu lebih besar daripada peperangan mana pun sepanjang karier militer Hannibal.

2. Pertempuran Changping

via illustratedcuriosity.com

Pada tahun 206 sebelum masehi, pasukan Qin sudah mengepung benteng Zhao di Shangdang, Tiongkok, selama tiga tahun berturut-turut. Komandan Zhao Kuo tentu tak mau tingal diam. Dia dan 450.000 pasukannya mencoba untuk menghentikan pengepungan tersebut. Dan ternyata, pasukan Qin yang dipimpin oleh Bai Qi jumlahnya lebih sedikit dari perkiraan Zhao sebelumnya. Tapi hal itu malah membuat Zhao gegabah.

Zhao langsung mengerahkan pasukannya untuk memburu setiap musuh yang melarikan diri dan meninggalkan kereta yang berisi persediaan makanan mereka. Kesempatan itu tak disia-siakan Bai Qi yang langsung memerintahkan pasukan berkudanya untuk membakar suplai makanan pasukan Zhao.

Saat kembali ke Shangdang, Zhao dan pasukannya yang berharap bisa mengisi perut mereka mendapati seluruh bahan makanan hangus terbakar. 46 hari kemudian Zhao dibunuh. Sekitar 400.000 bawahannya yang sudah dalam keadaan kelaparan terpaksa menyerah, lalu dieksekusi mati oleh pasukan Bai Qi. Hal tersebut menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu pembantaian terbesar dalam sejarah peperangan. Dan itu terjadi lebih dari 2000 tahun yang lalu!

Kamu yang pernah baca manga Kingdom mungkin tahu tentang pembantaian yang dilakukan Bai Qi dan pasukan Qin tersebut.

3. Pertempuran Carrhae

via pinterest.co.uk

Pada tahun 35 sebelum masehi, jenderal perang Romawi, Marcus Licinius Crassus dan 45.000 pasukan legiunnya berusaha menginvasi Kekasiaran Parthian. Crassus mendapat kabar bahwa sebagian besar pasukan Parthian sedang menyerang Armenia. Tentunya itu adalah kabar gembira bagi Crassus yang berhasrat menguasai sebagian kawasan Kekasiaran Parthian. Dan itulah mengapa dia memutuskan untuk melancarkan invasi militer.

Supaya tiba dengan cepat, Crassus dan pasukannya langsung melewati jalur padang pasir untuk mengambil alih kota-kota kekaisaran Parthian di kawasan Mesopotamia. Merasa diburu waktu, Crassus tak mengizinkan pasukannya bermalam di tepi sungai untuk sekadar beristirahat atau mengisi persediaan air mereka. Padahal kondisi jalur yang mereka lalui cukup ekstrem dan menguras tenaga.

Setibanya di Kota Carrhae, Crassus dan pasukannya (secara tak terduga) ‘disambut’ 10.000 tentara berkuda Parthian yang dipimpin oleh Surenas. Pertempuran pun tak terelakkan. Rasa lelah, haus, dan lapar akhirnya jadi penyebab kekalahan telak pasukan Romawi dalam peperangan di Kota Carrhae. Akhirnya Crassus dibunuh. Sedangkan 10.000 pasukannya yang masih hidup ditahan dan dijual sebagai budak oleh Surenas.

4. Terlalu mabuk untuk menyerang

via en.wikipedia.org

Dalam usaha untuk menginvasi Spanyol, Sir Edward Cecil dan armada perangnya terhambat oleh situasi yang terkesan konyol. Keberangkatan Cecil beserta ratusan kapal dan 10.000 tentara menuju kota pelabuhan Cadiz tak dilengkapi persediaan makanan yang cukup. Jalan satu-satunya yang bisa ditempuh untuk mengatasi situasi itu adalah dengan merampas bahan makanan yang ada di Kota Cadiz.

Tapi di sisi lain, Cadiz dikenal sebagai kota penghasil wine terbaik di Eropa. Dan pada masa itu sepertinya tak ada pelaut yang tak tergiur oleh minuman beralkohol. Setelah merampok persediaan wine (baca: pesta minum), tentara yang mabuk mengancam akan melakukan pemberontakan. Cecil kemudian memerintahkan pasukannya kembali ke kapal.

Tak ada tembakan apalagi korban jiwa dalam invasi militer tersebut.

Editor’s Pick

  • 7 Ilmuwan yang Pernah Melakukan Eksperimen Menjijikkan demi Perkembangan Dunia Medis
  • Petrus dan Catherine, Beauty and The Beast di Dunia Nyata yang Hidup Sengsara
  • Tragis, Ini 6 Kisah Tentang Mereka yang Kehilangan Nyawa Karena Berciuman
  • Beda dari yang Lain, 7 Makhluk Mitologi Jepang Ini Punya Bentuk dan Perilaku Super Aneh!
  • 5 Percobaan Gila yang Dilakukan Manusia demi Memperoleh Keabadian, Bukan untuk Ditiru!

5. Angkatan laut Brazil tak sengaja mengenggelamkan kapal sendiri

via en.wikipedia.org

Pada bulan Juli 1945, kapal induk angkatan laut Brazil, BZ Bahia, tenggelam di Samudra Atlantik. Usut punya usut, ternyata penyebabnya bukan karena peperangan, melainkan human error dari awak kapal yang bertugas.

Seorang petugas meriam tak sengaja menembak salah satu pesawat di dek kapal. Pesawat tersebut kemudian meledak dan terhempas, menabrak rangkaian perangkat militer lainnya yang berada di atas kapal. Alat pendeteksi kapal selam pun ikut terpental dan meledak saat menghantam baling-baling kapal.

Bahia tenggelam dalam waktu tiga menit. Setengah dari keseluruhan awak kapal dinyatakan hilang. Untungnya, empat hari kemudian para awak yang berhasil selamat segera ditemukan oleh pesawat induk Brazil lainnya.

6. Kode: Tootsie Roll

via candy.com

Pada masa Perang Korea di tahun 1950, sekitar 15.000 pasukan divisi angkatan laut Korea Selatan bersembunyi di sebuah waduk gunung Chosin. Mereka sedang bersiap menghadapi 120.000 pasukan Tiongkok yang hendak melewati batas negara Korsel. Tapi kondisi di gunung tersebut sungguh tak ramah. Suhu yang dingin (hampir di bawah 30 derajat celcius) membuat persediaan makanan mereka membeku.

Pada suatu ketika, seorang anggota divisi melakukan panggilan ke markas besar. Dia meminta ‘Tootsie Rolls’, kata sandi untuk peluru mortir. Tapi petugas yang menerima panggilan tersebut mengartikan ‘Tootsie Rolls’ secara harfiah (permen karamel terkenal buatan Amerika). Alhasil, peti demi peti yang berisi permen karamel dijatuhkan oleh pesawat pengantar suplai divisi angkatan laut Korsel.

Yup, walaupun tak mendapat suplai peluru mortir, setidaknya persediaan makanan yang membeku bisa tergantikan oleh permen karamel.

7. Kapal perang Yamato yang menyebabkan banjir

lingxiang1982cgsociety.org

Kapal perang Yamato dibuat oleh militer Jepang pada masa Perang Dunia II dan merupakan kapal perang yang paling berat dalam sejarah. Bayangkan saja, berat kapal ini mencapai 73.000 ton!

Tak heran kalau Yamato menciptakan gelombang yang besar saat memasuki perairan. Dan itulah yang terjadi pertama kali Yamato dilepaskan di pelabuhan Nagasaki. Masuknya kapal ke laut menciptakan tsunami kecil yang membuat level air di sungai setempat melesat naik. Akibatnya rumah-rumah di sekitar sungai kebanjiran. Gelombang di sekitar pantai pun membuat perahu-perahu kecil nelayan terbalik.

Tapi sayang, pada akhirnya kapal perang raksasa itu hancur dalam peperangan.

Itu dia 7 kesalahan terkonyol dalam bidang militer yang pernah tercatat dalam sejarah. Kira-kira di masa mendatang bakal ada kesalahan serupa nggak, ya? Hmm… who knows. Yang jelas, manusia memang nggak bisa luput dari kesalahan. Iya nggak?