7 Tokoh Jahat Di Film Horor Yang Seharusnya Bisa Dikalahkan Dengan Mudah Oleh Karakter Protagonisnya

Tapi, tunggu sebentar… Kalau kita lihat dari sisi lain, sebenarnya ada lho beberapa tokoh jahat di film horor yang seharusnya bisa dengan mudah dihindari atau dikalahkan. Nggak semua tokoh jahat di film horor itu layak nerima predikat unstoppable. Justru terkadang ulah dan kebodohan karakter-karakter protagonisnya yang bikin mereka mati konyol. Coba lihat daftar 7 tokoh jahat yang semestinya mudah dikalahkan berikut ini.

1. Zombie, Night of the Living Dead Trilogy

via denofgeeks.com

Film horor zombie sudah ada sejak tahun 1930-an. Tapi jika mesti menyebutkan satu film yang meroketkan popularitas zombie, mungkin jawabannya adalah The Night of the Living Dead (1968) karya sutradara George Romero.

Di film tersebut sudah jelas terlihat kalau zombie itu bergerak dengan sangat lambat. Langkah kaki mereka gak luwes, berjalan sedikit demi sedikit. Ibaratnya, jika ingin selamat dari gigitan zombie, kamu cuma perlu stamina yang kuat dan sepasang sepatu yang nyaman untuk berlari. Oh iya, dan jangan pakai high heels! Kecuali kalau kamu ingin jadi tokoh yang mati pertama kali.

Selain lambat, zombie yang notabenenya adalah mayat hidup otomatis memiliki tubuh yang cepat membusuk. Di film The Night of the Living Dead, kita bisa lihat tokoh-tokoh protagonis acapkali berlindung dari serangan zombie di dalam rumah atau tempat tertutup lainnya. Sebenarnya, jika ada persediaan makanan yang mencukupi untuk satu bulan, mereka bisa menunggu di dalam sampai kaki dari para mayat hidup itu membusuk dan gak bisa dipakai lagi untuk berdiri.

Di sini kita sadar kalau zombie itu makhluk yang mudah diatasi. Mereka mungkin kuat jika berkelompok, tapi masih memungkinkan untuk dihindari. Malahan bisa dibilang tokoh jahat yang membawa malapetaka di film tersebut bukanlah zombie, tapi manusia itu sendiri.

2. Candyman, Candyman (1992)

via dreadcentral.com

Sebut namanya lima kali di depan cermin dan ia akan datang lalu menusukmu dengan tangan kailnya. Yup, ritual itulah yang dilakukan tokoh-tokoh protagonis di film Candyman. 

Memanggil Candyman sama saja dengan menawarkan nyawa ke malaikat maut. Toh pada akhirnya ketika Candyman meneror, tidak ada lagi waktu bagi mereka untuk sekadar menyesali perbuatan bodoh tersebut. Jadi kenapa mereka melakukan itu? Kalau mereka waras dan gak punya niatan untuk mati, pasti mereka nggak akan menyebut namanya lima kali di depan cermin, ‘kan? Hmm… latihan pidato atau sekadar menikmati ketampanan diri kayaknya lebih bermanfaat deh ketimbang manggil-manggil Candyman di depan cermin.

3. The Miner, My Bloody Valentine (1981)

via kickseat.com

Di film ini ada cara sederhana untuk menghindari ancaman si penambang yang mengerikan: jangan mengadakan pesta dansa di hari Valentine. Ayolah, bayangkan saja jika kamu tinggal di kota di mana seseorang yang gila pernah bersumpah akan membunuh siapa pun yang menghadiri pesta Valentine, tapi tetap saja kamu… Argh!

Tokoh jahat di film ini, The Miner, adalah seorang penambang yang jadi kanibal setelah terperangkap di dalam tambang pada hari dansa Valentine (itulah kenapa dia benci Valentine). Sekarang 20 tahun berlalu, pasti si penambang itu sudah tua dan seharusya mudah dikalahkan.

Sebenarnya ada cara lain sih supaya para remaja di film ini selamat. Misalnya dengan tidak berkeliaran di dekat tambang atau keroyok saja The Miner.

Editor’s Pick

  • Wow, 5 Anime Ini Bukti Kalau Topik Yang Cenderung Membosankan Juga Bisa Disulap Jadi Menarik Lho
  • Antara Kostum Avengers Versi MCU dan Versi Komik, Mana yang Jadi Favoritmu?
  • 6 Manga Psikologis Yang Bisa Bikin Kamu Terus Penasaran Sama Jalan Ceritanya

4. Chucky, Child’s Play (1988)

via nerdist.com

Chucky itu cuma boneka. Logikanya, siapa pun nggak bakal kesulitan melawan boneka, nggak peduli si Chucky ini punya kekuatan voodoo. Jurus tendangan apa pun yang kamu punya pasti bisa menghempaskan Chucky ke sudut ruangan di rumah kamu. Yaa, mungkin memang Chucky punya jiwa seorang pembunuh berantai, tapi ia juga sangat bergantung kepada orang-orang yang ingin memilikinya.

Sebagian besar pembunuhan di film Child’s Play terjadi karena si tokoh utama nggak keberatan mungut boneka yang (sudah jelas) berwajah menakutkan itu. Ibaratnya mereka kayak yang bilang “Wow, boneka ini seram! Cocok banget nih buat mainan anak saya.”

Seandainya kamu jadi tokoh di film tersebut, apa kamu bakal membeli boneka Chucky? Nggak, ‘kan?

5. Leprechaun, Leprechaun (1993)

via horrorgeeklife.com

Leprechaun pada dasarnya merupakan cerita rakyat dari Irlandia tentang sebangsa peri yang kaya raya, sehingga emas yang dimilikinya sering dicuri manusia. Nah, legenda ini kemudian dibuat versi film horornya di tahun 1993 dengan judul yang sama. Di film tersebut, siapa pun orang yang ingin mencuri emas Leprechaun akan dibunuh secara kejam. Pokoknya, selama emas itu masih di tangan kamu, kamu gak bakal aman.

Hmm… jadi supaya kamu nggak lagi berurusan dengan makhluk kerdil menyeramkan ini sebenarnya simpel: buang emas yang kamu curi atau jual saja (biar gak rugi-rugi amat).

Dan andai tokoh-tokoh protagonis di dalam film ini membaca dengan seksama legenda Leprechaun, mungkin mereka bakal hidup lebih lama. Leprechaun sebenarnya adalah peri yang setiap hari harus memoles sepatu. Menyemir sepatu itu sudah jadi kebutuhan Leprechaun. Dan ia nggak bakal hidup tenang kalau nggak melakukannya. Jadi kalau kamu berurusan dengan Leprechaun, kumpulkan sepatu-sepatu yang kamu punya lalu lempar satu per satu ke arahnya. Lalu larilah sejauh mungkin selagi Leprechaun memoles sepatu kamu sampai kinclong.

6. The Puppets, The Puppet Master (1989)

via villains.wikia.com

Konsep horor di film The Puppet Master mungkin memang sengaja dibuat lebih ringan dengan menyertakan tokoh-tokoh jahat berupa boneka kecil. Tapi tetap saja, aksi teror yang dilakukan boneka-boneka itu cukup menggelikan. Pemimpin dari kelompok boneka setan di film ini adalah Blade. Blade punya penampilan gothic, tingginya sekitar 60 cm dan punya berat yang gak lebih dari 2 kilogram. Tapi meskipun punya postur yang mini, dia mampu berkeliaran membunuh banyak orang dengan senjata kecilnya. Aneh, ya?

Ada juga Tunneler, boneka pria dengan bor di kepalanya yang siap melubangi dan mengacak-acak isi kepala korbannya. Tapi sebelum dia bisa naik ke kepala korban, harusnya ada cukup waktu melawan. Entah itu dengan melemparnya, atau dengan membantingnya ke lantai. Yup, seharusnya mudah untuk melawan tokoh-tokoh jahat ini. Lagi pula mereka ‘kan cuma boneka.

7. Jerry Dandridge, Fright Night (2011)

via ranker.com

Dari semua monster menakutkan yang muncul di film horor, Jerry Dandridge semestinya jadi salah satu yang paling mudah dihadapi. Dalam film Fright Night, Dandridge tinggal di sebelah rumah Charley Brewster, seorang fanatik horor berusia 17 tahun yang menyadari bahwa tetangganya itu adalah seorang vampir. Brewster menyaksikan Dandrige merayu seorang wanita dengan kekuatan vampir dan menghisap darahnya sampai mati.

Ketika Brewster mencoba mengekspos identitas asli Dandridge, ia diserang oleh vampir tampan tersebut. Dandridge pun memberikan Brewster pilihan: melupakan semua tentangnya dan hidup dengan tenang. Sudah tentu tawaran ini adalah win-win solution bagi siapa pun yang gak mau berurusan dengan vampir. Selain sempat menyaksikan kekuatan supernaturalnya, kamu juga mengobrol dan bertatap muka secara langsung dengan vampir keren yang gak semua orang tahu keberadaannya lho. Orang yang waras pasti bakal pura-pura gak tahu dan tutup mulut.

Kayaknya memang agak sulit ya melakukan hal logis di film horor. Tapi yaah… namanya juga film. Kalau nggak ada kebodohan yang dilakukan beberapa karakternya, mungkin plotnya juga bakal berubah total.

Source: Ranker