7 Wasiat Paling Aneh yang Disampaikan Seseorang Sebelum Meninggal

Yaah, wasiat itu nggak selalu berhubungan sama pembagian harta kok. Pesan wasiat juga bisa muncul dalam bentuk yang paling sederhana, yakni pesan dan harapan bagi orang-orang terdekat yang ditinggalkan.

Ketujuh orang yang bakal kita kupas kisahnya berikut ini pernah menyampaikan pesan wasiat sebelum meninggal. Tapi jangan dulu berharap kamu bakal nemuin pesan wasiat yang wajar kayak di film atau sinetron gitu deh. Sebab ketujuh orang ini punya ‘permintaan terakhir’ yang terkesan aneh dan nggak biasa. Hmm… kira-kira seaneh apa pesan wasiat yang disampaikan mereka? Daripada penasaran, langsung kamu simak deh ceritanya.

1. Leona Helmsley, pengusaha yang minta sebagian hartanya diwariskan ke anjingnya

Leona Helmsley dan Trouble/via nypost.com

Kebanyakan orang pasti bakal berpikir seratus kali buat mewariskan hartanya ke anjing. Tapi bagi pengusaha real estate, Leona Helmsley, kekayaan yang dia miliki sebanding dengan rasa cintanya pada Trouble, anjing peliharaannya. Makanya sebelum meninggal di usia 87, Helmsley berwasiat supaya Trouble kecipratan harta warisan senilai $12.000.000 (atau setara Rp179 miliar). Alhasil setelah Helmsley meninggal, Trouble jadi anjing paling kaya raya sejak tahun 2007 (tahun wafatnya Leona Helmsley).

Helmsley berharap Trouble tetap hidup dalam kemewahan meski dirinya nggak bisa lagi merawat anjing betina jenis Maltese itu. Sementara itu adik laki-laki Helmsley, Alvin Rosenthal jadi orang yang bertanggung jawab menjaga harta warisan Trouble. Jika Trouble meninggal, Helmsley juga berpesan supaya jasad Trouble dikebumikan di samping makamnya.

Kabarnya Rosenthal kebagian warisan $10.000.000, jumlah yang lebih kecil dari yang diterima Trouble. Bahkan Helmsley cuma menyisakan $5.000.000 buat kedua cucunya. Wah, kayaknya di keluarga Helmsley, Trouble jadi anggota keluarga yang paling jarang bikin masalah alias trouble. Hmm… sepertinya sih begitu.

2. Berdiri dan tampil ‘trendy’ di pemakaman sendiri

via ar15.com

Umumnya pas melayat ke rumah duka, kita bakal melihat jasad orang yang sudah tertutup kain atau dimasukkan ke peti mati. Ah, itu sih sudah biasa. Yang nggak biasa itu kalau kamu lihat jasad dengan posisi berdiri sambil bergaya ala rapper di rumah duka.

Itulah yang terjadi pada jasad pemuda asal Puerto Rico, Angel Pantoja. Sebelum meninggal, Pantoja berpesan pada ibunya kalau dia ingin berdiri dan terlihat ceria di upacara pemakamannya sendiri. Sayangnya setelah menyampaikan wasiat tersebut, Pantoja ditemukan tewas di bawah jembatan di San Juan, Puerto Rico (kemungkinan akibat bunuh diri).

Sang Ibu kemudian mengabulkan permintaan terakhir anaknya. Jasad Pantoja diawetkan lalu didandani dengan topi, kacamata, dan pakaian yang trendy sebelum dimakamkan. Kira-kira gimana ya perasaan orang-orang yang datang ke rumah duka? Mungkin perasaan mereka bakal campur aduk antara sedih, heran, dan takut.

3. No Smoking!

via freestockphotos.biz

Semasa hidupnya, Samuel Bratt dilarang keras merokok oleh istrinya. Wajar sih, siapa juga istri yang nggak mau suaminya punya gaya hidup sehat ‘kan?

Tapi di sisi lain, Samuel Bratt jadi nggak bisa lagi merasakan kenikmatan menghisap cerutu favorit seperti sedia kala. Larangan sang istri membuatnya menderita. Tapi nampaknya Bratt bukanlah tipe suami yang pasrah begitu saja menerima omelan istrinya. Tanpa diketahui sang istri, Bratt telah menyusun rencana pembalasan dendam yang sepahit racun tapi juga semanis madu. Hmm…

Sebelum tutup usia di tahun 1960, Bratt sudah menyiapkan pesan wasiat untuk istrinya. Pesan itu mengatakan kalau Bratt bersedia mewariskan uang senilai 300.000 poundsterling (sekitar Rp5,9 miliar) pada istrinya dengan satu syarat: wanita itu harus merokok lima cerutu sehari.

Bratt, kamu cerdas!

4. Ayah yang rewel

via heraldsun.com.au

Pengusaha real estate asal Amerika Serikat, Maurice Laboz punya cara unik buat bikin harta warisannya nggak terhambur sia-sia oleh kedua anak perempuannya. Sebelum wafat, Laboz membuat pernyataan bahwa dirinya menyerahkan kekayaannya pada putrinya tercinta. Tapi sebelum kedua putri Laboz menerima seluruh jatah warisan, ada beberapa persyaratan khusus yang wajib mereka penuhi.

Kedua putri Laboz diizinkan mengambil seluruh jatah warisan saat menginjak usia 35 tahun. Tapi setidaknya mereka bisa mengambil sebagian uang warisan jika sanggup memenuhi petuah sang ayah. Di antaranya, lulus dari universitas bergengsi, menikah dengan pria yang setuju buat nggak menyentuh uang Laboz sepeser pun, dan nggak punya anak di luar pernikahan.

Bahkan di surat wasiatnya, Laboz secara spesifik menjelaskan kalau anak pertamanya, Marlena bisa mengambil $750.000 (sekitar Rp11 miliar) jika dia lulus dari universitas terakreditasi dan menulis maksimal 100 kata tentang tujuannya menggunakan uang tersebut. Tulisan itu ditujukan pada pengacara pribadi Laboz.

Laboz meninggalkan perusahaan real estate senilai $37 juta (sekitar Rp551 miliar) setelah dia meninggal di tahun 2015.

5. Suami yang pengin istrinya menikah lagi

via id.m.wikimedia.org

Sebagian pria mungkin bakal merasa keberatan jika pasangan hidupnya menikah lagi dengan pria lain setelah mereka meninggal. Tapi hal itu nggak berlaku bagi penyair asal Jerman, Heinrich Heine. Heine yang sampai akhir hayat ditemani oleh istrinya, Mathilde, secara terang-terangan ingin orang yang dicintainya itu menikah lagi setelah dia meninggal.

Dalam pesan wasiatnya, Heine bersedia menyerahkan uangnya hanya jika Mathilde menikah lagi dengan pria lain. Saat seorang teman bertanya mengenai alasan wasiat itu, Heine menjawab “Dengan begitu, setidaknya ada satu pria yang akan menyesali kematianku.”

Wah, mentang-mentang penyair, Tuan Heine ini masih nyoba buat puitis sampai akhir hayatnya. Sang penyair sendiri meninggal pada 17 Februari 1856 di Paris.

Editor’s Pick

  • 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan jika Gak Mau Mati Konyol saat Zombie Apocalypse
  • 5 Orang yang Membuat Pengakuan Mengejutkan Sebelum Meninggal, Kira-Kira Apa yang Mereka Katakan?
  • Masih Ada Lagi, Ini 5 Kisah Orang yang Meninggal karena Kebodohannya Sendiri (Part 3)
  • Tragis, Ini 6 Kisah Tentang Mereka yang Kehilangan Nyawa Karena Berciuman

6. Ronnie Lee Gardner: “Saya ingin menonton trilogi Lord of the Rings.

via thedailybeast.com

Ronnie Lee Gardner merupakan kriminal asal Amerika Serikat yang dijatuhi hukuman mati atas dua kasus pembunuhan. Satu hari sebelum dieksekusi oleh regu tembak, Gardner dipersilakan untuk menyampaikan permintaan terakhirnya. Pada saat itu, Gardner yang kebetulan lagi lapar minta disediakan steak, lobster, pai apel, es krim vanila, dan minuman bersoda 7-up sebagai hidangan terakhirnya.

Oh iya, sang terpidana mati juga ingin menghabiskan jam-jam terakhir dalam hidupnya buat menonton trilogi Lord of the Rings. Untungnya otoritas lapas bersedia mengabulkan semua permintaan Gardner yang agak nyeleneh itu.

Ronnie Lee Gardner dieksekusi mati oleh regu penembak pada 18 Juni 2010 di Penjara Negara Bagian Utah, Amerika Serikat.

7. Setangkai bunga mawar untuk istri, setiap hari

via commons.wikimedia.org

Komedian Jack Benny menjalin mahligai pernikahan dengan Mary Livingstone selama 50 tahun. Selama itu pula rasa cinta Benny pada istrinya nggak pernah pudar. Bahkan setelah meninggal di tahun 1983, Benny tetap saja nggak bisa bikin Mary Livingstone berhenti mengenang sosoknya. Alasannya cukup romantis, setiap hari setelah kematian Benny, penjual bunga setempat mengantarkan satu tangkai mawar pada Livingstone.

“Saya sadar ternyata Benny menyertakan pengiriman bunga mawar di surat wasiatnya. Satu mawar merah akan dikirim pada saya setiap hari selama sisa hidup saya,” tulis Livingstone di sebuah majalah yang didedikasikan untuk suaminya.

Menurut kamu apa surat wasiat Benny layak disebut sebagai wasiat paling romantis di daftar ini?

Walaupun terkesan aneh dan nggak biasa, yang namanya wasiat itu nggak bisa disepelekan lho. Apalagi kalau menyangkut permintaan terakhir orang terdekat yang pernah mengisi hari-hari kita semasa hidupnya. Hmm… jangan-jangan setelah baca cerita di atas kamu jadi kepikiran buat nulis wasiat yang nggak kalah nyelenehnya nih suatu hari nanti?