8 Fakta Ajaib Tentang Franz Liszt, Pianis Klasik Yang Bisa Bikin Banyak Wanita Jatuh Hati Sampai Tergila-gila

Kharisma Liszt di mata para wanita dan pengaruhnya yang kuat sampai melahirkan satu istilah yang disebut Lisztomania. Masih penasaran tentang Franz Liszt dan Lisztomania? Tenang aja, kamu bakal nemuin hal-hal mengejutkan lainnya dalam 8 fakta yang dikutip dari Listverse berikut ini.

1. Saat sedang konser, para wanita melempar pakaian dalam mereka ke arah Liszt

via listverse.com

Para musisi klasik dulu menganggap penonton terhibur tak terkendali jika mereka bertepuk tangan sedikit lebih lama. Tapi begitu Liszt naik panggung, para wanita mulai ngelemparin pakaian dalam mereka ke arah panggung.

Gak semuanya lempar pakaian dalam, sih. Para wanita yang lebih bisa ngontrol diri biasanya melempar sesuatu yang lebih sederhana kayak sapu tangan, bunga mawar, dan sobekan pakaian. Atau kalau nggak, mereka bakal duduk di barisan depan dengan tenang, melihat sosok Liszt menggunakan teropong yang sengaja mereka bawa.

Ada juga yang malah dibuat gak berdaya sampai gak mampu lagi ngelempar apa pun ke arah panggung.

2. Orang-orang membuat liontin dari puntung rokok Liszt

via listverse.com

Ketika konser Franz Liszt selesai, kekacauan pun terjadi. Wanita-wanita bakal berkerumun dan mencoba mencuri kenang-kenangan yang bisa mereka dapatkan. Mereka bakal bersaing buat ngedapetin sapu tangan Liszt, atau jika mereka sedang bermurah hati, mereka bakal nyobek sarung tangan beludru Liszt kecil-kecil, supaya setiap wanita di sana bisa membawanya pulang.

Beberapa wanita bahkan datang dengan persiapan. Ada laporan tentang wanita membawa botol kaca ke konser sang pianis sehingga mereka bisa memasukkan ampas kopi Liszt ke dalam botol saat konser berakhir.

Seorang penulis menjelaskan telah melihat seorang wanita menungut puntung rokok Liszt dari selokan kemudian memasukkannya ke dalam liontin dengan inisial “F.L.” yang ditulis dengan berlian. Tentu saja liontin itu bau, tapi si wanita tetap memakainya ke mana pun dia pergi.

3. Para pria juga banyak yang dibuat tergila-gila

via listverse.com

Bukan cuma kaum hawa yang dibuat tergila-gila; para pria juga mencintai sosok Liszt, guys.

Setelah bertemu Liszt secara langsung, kritikus Rusia, Yuri Arnold menulis “Setelah tiba di rumah, aku melepaskan mantelku, melemparkan diri ke sofa, dan menyeka air mata dari tangis yang paling manis.”

Gak cuma Arnold aja, dua orang temannya yang bernama Stasov dan Serov menulis “Kami bersumpah bahwa sampai saat ini dan untuk selamanya, tanggal 8 April 1842, menjadi hari yang suci bagi kami, dan kami tidak akan melupakan tiap detiknya hingga hari kematian kami,” tulis mereka setelah bertemu Franz Liszt.

Penulis dongeng The Little Mermaid, Hans Christian Andersen, juga sempat berkomentar mengenai Liszt: “Saat Liszt memasuki salon, seolah ada getaran listrik yang melintasinya, rasanya seperti sinar mentari yang menerpa setiap wajah.”

Wah, saya jadi penasaran dan pengen bertemu langsung sama Franz Liszt, nih.

4. Mendapat perlakuan lebih spesial dibanding bangsawan

via listverse.com

Gak cuma masyarakat biasa yang dibuat terpesona oleh Liszt. Para bangsawan juga banyak yang menjadi fans beratnya. Seorang kritikus menyebut kalau “Liszt tidak diperlakukan seperti raja, tapi sebagai raja,” bahkan oleh raja yang asli.

Ketika Liszt meninggalkan Jerman untuk mengelilingi Eropa, raja dan ratu naik ke balkon kastil untuk melambaikan tangan saat dia pergi. Kepergiannya disertai prosesi mewah yang melibatkan pasukan dan kereta kuda kerajaan.

Kalau Liszt tidak mendapatkan penghormatan dari kerajaan, dia bakal memintanya. Saat dia bermain untuk Tsar Nicholas I di Rusia, Liszt merasa kesal sebab sang kaisar nggak mendengarkan dan malah mengobrol. Liszt menghentikan musiknya kemudian berdiri menatap Tsar Nicholas sambil berkata “Musik sendiri seharusnya diam saat Nicholas berbicara”.

Berani banget, ya!

5. Karena banyak fans yang meminta rambutnya, Liszt sampai membeli seekor anjing yang memiliki warna serupa dengan rambutnya

via listverse.com

Salah satu hal yang bikin Liszt begitu populer adalah rambut panjangnya yang gagah. Gak ada pianis lain yang bergaya seperti dia, dan beberapa fansnya sampai terobsesi ingin memiliki rambut Liszt. Fans wanita bakal mengirimi Liszt surat, memohon agar Liszt mengirimkan mereka helaian rambutnya untuk disimpan di diari atau liontin mereka.

Pada akhirnya, hal itu jadi berlebihan. Tapi karena gak mau ngecewain fansnya, Liszt membeli anjing yang warnanya sama dengan rambutnya. Dia bakal motong helaian bulu anjing tersebut setiap dia mendapatkan surat dari fans wanitanya. Dan seperti yang kalian duga, gak ada wanita yang dibuat kecewa. Mereka seneng-seneng aja ngedapetin bulu anjing, asalkan itu dari Liszt.

6. Seorang wanita menghancurkan kamar hotel setelah ditinggalkan Liszt

via listverse.com

Lizst pernah beberapa kali menjalin hubungan asmara dengan wanita. Tapi yang paling parah adalah hubungannya dengan Lola Montez. Montez adalah penari erotis yang juga pernah menjalin asmara dengan penulis The Three Musketers, Andre Dumas, dan Raja Bavaria.

Tetapi Liszt sepertinya gak terlalu tertarik sama Montez. Setelah tidur berdua di sebuah hotel, Liszt menyelinap keluar hotel di tengah malam, meninggalkan Montez sendirian.

Tentu saja Montez berang, dia kemudian merusak setiap barang yang ada di kamar hotel tersebut, lalu pergi dengan penuh amarah. Tapi Liszt ternyata sudah tahu lebih dulu akibat dari perbuatannya. Sebelum Liszt pergi, dia memberikan uang ke pemilik hotel dan memperingatkan kalau kamar hotel tempatnya menginap dengan Montez bakal porak-poranda.

7. Para dokter sampai mencari cara untuk mengobati Lisztomania

via listverse.com

Franz Liszt gak cuma populer aja, dia juga merupakan salah satu ‘penyakit sosial’. Selama hidupnya, orang-orang menulis esai tentang cara Liszt memengaruhi masyarakat. Heinrich Heine, yang menciptakan istilah Lisztomania, menyebut masalah ini sebagai “Kegilaan yang sesungguhnya”. Dengan kata lain, orang-orang menjadi gila karena Franz Liszt.

Para dokter menganggap Lisztomania disebabkan oleh kuman yang menyebar di ruangan konser. Ada juga yang mengira kalau itu adalah serangan epilepsi massal. Bahkan beberapa dokter ada yang menulis artikel tentang cara supaya kebal dari Lisztomania.

Meskipun demikian, gak ada seorang pun yang berhasil menemukan obatnya. Mereka mungkin cuma takut. Sebab, efek dari sosok Franz Liszt terasa begitu kentara, khususnya di kalangan wanita.

Ketika Liszt meninggalkan kampung halamannya, orang-orang mulai menulis artikel. “Wanita kembali mengurus anak-anak, suami, dan dapurnya,” kata mereka.

8. Lisztomania masih terus dipelajari hingga sekarang

via bbc.co.uk

Saat ini, ilmuwan (dan mungkin kartunis) masih mempelajari bagaimana Franz Liszt berhasil membuat orang tergila-gila. Beberapa teori mereka agak aneh. Seorang peneliti mengatakan bahwa tempo cepat Liszt mungkin punya efek neurologis elektrik pada otak penonton yang mematikan kemampuan mereka untuk berpikir jernih.

Teori yang paling umum mengatakan kalau Liszt membuat banyak wanita pingsan karena pada dasarnya dia memang pria yang sempurna. Fansnya gak tau cara menghadapi perasaan mereka, sehingga sistem saraf mereka akan berubah terlalu cepat: dari yang tadinya terlalu bersemangat, menjadi mencoba untuk tenang. Perubahan tiba-tiba ini menyebabkan si wanita jatuh pingsan.

Nah, itu dia Franz Liszt dan beberapa fakta mengenai Lisztomania. Kalau melihat zaman sekarang, kira-kira ada gak ya superstar yang punya pengaruh besar terhadap fansnya? Pasti ada. Tapi menurut saya, yang paling jago bikin wanita kelepek-kelepek cuma Tuan Liszt, sih. Justin Bieber mah lewaat!