Banyak Orang yang Percaya, Ternyata 5 Mitos soal Kelelawar Ini Salah lho!

Selain mitos di atas, dalam artikel ini kita juga bakal bongkar bareng-bareng empat mitos lainnya soal kelelawar. Melansir dari MentalFloss, ini dia 5 mitos salah soal kelelawar yang selama ini kita percayai.

1. Kelelawar itu buta?

via daily-journal.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kelelawar itu nggak buta; mereka bisa melihat bagaimana indahnya dunia di malam hari, mereka bisa lihat kamu, dan mereka juga bisa lihat cewek cantik.

Yup, walaupun penglihatan yang dipunyai kelelawar itu bervariasi satu sama lainnya, tapi nggak ada satu pun kelelawar yang buta total! Faktanya, menurut Rob Mies, direktur eksekutif Organization for Bat Conservation, kemampuan manusia dalam melihat masih kalah jika dibandingkan kelelawar.

Dan jangan lupa juga, kelelawar punya kemampuan ekolokasi (mengeluarkan bunyi untuk keperluan navigasi), lho.

2. Kelelawar itu tikus yang bisa terbang?

via buzzfeed.com

Yeah, nggak heran kalau mitos yang satu ini dipercayai banyak orang. Mukanya kelelawar memang agak mirip sama tikus, sih. Tapi, itu bukan karena semua kelelawar yang ada di dunia ini pernah operasi plastik. Ngapain juga mereka merubah muka biar mirip kayak tikus?

Terlepas dari kemiripan tikus dan kelelawar, karakteristik kelelawar sebenarnya lebih dekat dengan primata. Mereka berbeda dari tikus yang masuk dalam golongan hewan pengerat. Coba perhatikan sama kamu, nggak ada kelelawar yang mengunyah kayu, metal, atau plastik; perilaku yang dipunyai hewan pengerat.

3. Kelelawar itu hama yang merugikan kita?

via flickr.com

Kelelawar bisa dibilang berguna banget buat alam dan manusia. Mereka suka menyerbuki tanaman sekaligus menyebarkan benih dan biji. Kotoran mereka bahkan berguna buat dijadikan pupuk. Nggak cukup dengan itu, setiap malam kelelawar juga suka memakan ribuan serangga.

Ya, ternyata kelelawar itu rakus.

Mungkin itu sebabnya di rumah Batman nggak pernah ada nyamuk, ya? Heh, pintar juga kau Bruce Wayne.

4. Kelelawar itu suka mengisap darah manusia?

via commons.wikimedia.org

Kalau kamu takut darah kamu diisap, harusnya kamu lebih takut sama nyamuk daripada kelelawar. Di dunia ini cuma ada tiga dari sekitar 1200 spesies yang termasuk jenis kelelawar vampir. Lagipula yang diisap kelelawar vampir itu adalah darah hewan ternak, bukan darah manusia.

5. Kelelawar itu bakal menyerang manusia dan menularkan rabies?

via basementrejects.com

Memang ada benarnya. Tapi yang harus dicatat, kelelawar yang mengidap rabies itu nggak sebanyak dan sesering mamalia lainnya. Sekalipun kelelawar terkena rabies, mereka nggak akan bisa terbang atau bertengger, melainkan tergolek di tanah, dan mungkin juga bertingkah aneh.

Yah, tapi sebelumnya kamu harus tahu definisi dari kelelawar yang bertingkah aneh itu seperti apa. Nggak mungkin kan itu kelelawar cengar-cengir sendirian.

Edivalson Fransisco Souza, pria yang meninggal karena tertular rabies dari kelelawar pun digigit saat ia nggak sengaja menginjak kelelawar yang tergeletak di tanah.

Ada yang menganggapnya sebagai simbol keberuntungan; ada juga yang menganggapnya sebagai pertanda sial. Tapi nggak sedikit juga orang yang takut pada hewan yang satu ini karena dipengaruhi mitos. Karena kamu udah baca artikel ini, pandangan kamu tentang kelelawar sedikit berubah, ‘kan?