Di Balik Keindahannya, 7 Tempat Modern Ini Ternyata Lebih Dikenal Sebagai Kota Hantu

Contoh nyatanya adalah 7 kota dengan arsitektur mewah dan beragam fasilitas menarik ini. Meski tampilannya disebut-sebut sebagai kota modern, tapi cuma sedikit orang yang tinggal di tempat tersebut. Yuk, intip!

1. Kangbashi, China

Kangbashi merupakan salah satu kota hantu terbesar di China. Padahal di tempat ini sudah dibangun beragam infrastruktur; termasuk rumah, taman, bandara, jalan, dan museum. Meski awalnya diperkirakan akan ada 1 juta penduduk yang tinggal di Kangbashi, tapi yang terisi cuma dua persennya saja.

2. Cirueña, Spanyol

Desa kecil yang disulap menjadi sebuah kota modern dengan lebih dari 100 cottage, restoran, kolam renang, dan klub golf ini hanya dihuni 100 orang warga. Penyebabnya adalah krisis ekonomi global yang menyebabkan masyarakat gak mampu membeli atau menyewa properti di sini.

3. Tianducheng, China

Tianducheng merupakan replika kecil Kota Paris. Bahkan ada replika Menara Eiffel setinggi 108 meter di kota ini. Namun, karena harga real estate yang mahal, masyarakat enggan tinggal di sini. Sekarang Tianducheng malah lebih dikenal sebagai tempat untuk melakukan sesi foto prewedding.

4. Kilamba, Angola

via wikimedia.org

Di Kilamba terdapat 750 gedung apartemen bertingkat, lebih dari 100 tempat belanja, dan puluhan sekolah. Meski begitu, penduduk di kota ini hanya sekitar 1.000 orang. Bahkan sebagian besar penduduknya merupakan warga miskin.

5. Thames Town, China

Sama seperti Tianducheng, Thames Town kini juga menjadi kota hantu yang sering dipakai untuk sesi pemotretan. Meski kota ini dibangun bergaya London dengan sungai Thames buatan, rumah bergaya Victoria, dan gereja Gothic, gak ada warga yang berminat tinggal di sini karena harga propertinya mahal.

6. Masdar City, Uni Emirat Arab

Terletak 17 kilometer dari Abu Dhabi, Masdar City dibangun dengan konsep eco-city. Di kota ini ada sumber energi terbarukan, bangunan yang meminimalisir emisi karbon dioksida ke atmosfer, serta sistem daur ulang limbah kota yang baik. Bahkan mobil saja dilarang di kota ini.

Tapi sayangnya cuma 300 orang yang tinggal di Masdar City. Selain krisis ekonomi, populasi masyarakat setempat yang biasa hidup dalam kemewahan dianggap tak sanggup untuk hidup lebih sederhana di eco-city.

7. Kijong-dong, Korea Utara

Desa ini sebenarnya dibangun untuk menampilkan standar kehidupan yang tinggi di Korea Utara. Bahkan masyarakat Korea Selatan bisa melihat langsung penampakan desa ini.

Pada 2004 lalu, dari kota ini biasa terdengar propaganda yang mengarah ke Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan membalasnya dengan memainkan musik rock lokal. Namun, ketika kedua belah pihak mulai merasa bising, akhirnya pengeras suara pun dimatikan.

Terbukti kan, indah saja tak cukup untuk menarik minat masyarakat. Soalnya, sebelum membeli atau menyewa rumah, seseorang pasti akan mempertimbangkan harga, keamanan, serta kenyamanannya.

Kalau kamu, tertarik nggak untuk tinggal di 7 kota hantu ini?

Sumber: BrightSide