Faiq Jefri Bolkiah, Pangeran Brunei yang Kekayaan Sanggup Membeli Club di Indonesia.

Karier mengkilapnya dalam urusan menggocek bola memang belum bisa disamakan dengan beberapa pemain top Eropa seperti Neymar, Messi bahkan Cristiano Ronaldo. Tetapi dalam urusan kekayaan Faiq bisa dikatakan lebih dari mereka. Meskipun sumber kekayaan berasal dari ayahnya, tapi hal tersebut bukan penghalang untuk gaya hidup glamor nya yang dapat kita lihat dari ulasan berikut.

Pemain Sepak bola yang Sudah Kaya Sejak Lahir

Masa Kecil Faiq Bolkiah [Image source]

Sebagai anak dari salah satu pangeran Brunei Darusalam tentu menjadikan Faiq Jefri Bolkiah sudah bergelimang harta sejak lahir. Hal ini disebabkan dari jumlah kekayaan ayahnya yang begitu fantastis. Dilansir dari mirror kekayaan Jefri Bolkiah mencapai $20  (sekitar 364 triliun rupiah) ayah Faiq, juga disebut pernah menghabiskan dana sebesar 35 juta pound sterling (Rp 638,7 miliar) dalam waktu sebulan untuk membeli mobil, jam tangan dan pena yang terbuat dari emas putih. Tentu perkataan orang bahwa pemain sepak bola 19 tahun tersebut sudah kaya sejak lahir bukan hanya isapan jempol belaka.

Memiliki Peliharaan Berupa Hewan Langka di Dunia

Faiq Bolkiah Hewan Peliharaan [Image source]

Kekayaan pangeran Brunei ini membuatnya memiliki peliharaan yang tidak biasa. Faiq mempunyai peliharaan berupa macan di rumahnya. Memelihara hewan tersebut tentu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang seperti Faiq Jefri Bolkiah. Selain biaya pemeliharaan yang sangat mahal, dipastikan harga hewan itu juga masuk dalam katagori fantastis. Tetapi ya bagaimana lagi ya sobat, namanya juga orang terlanjur kaya jadi mau melakukan apapun pasti hal yang mudah.

Koleksinya Berupa Mobil dengan Harga Selangit

Mobil Ferrari [Image source]

Berbicara tentang koleksi waktu remaja tentu jarang di usia belia mengoleksi mobil mewah, terkecuali bahwa memang sudah kaya sejak kecil. Nasib seperti itu juga dialami oleh Faiq Jefri Bolkiah. Di usianya yang masih muda 19 tahun dia sudah mengkoleksi mobil-mobil mewah seperti Rolls-Royce, Bentley dan Ferrari. Bahkan Ayah Faiq itu juga disebut memiliki koleksi mobil yang jumlahnya mencapai 2.300 buah. Kebayang enggak itu seberapa besar garasi untuk menyimpan mobilnya.

Mengudang Artis Pop Luar Negeri saat Perayaan Ulang Tahun

Foto MJ Dengan ayah Faiq [Image source]

Perayaan ulang tahun untuk sebagian orang identik dengan potong roti atau tiup lilin. Tetapi bagaimana kalau mengundang bintang pop top dunia tentu hal sangat Wow untuk kita. Cerita mengundang Michael Jackson saat perayaan ulang itu terjadi saat bertambah umurnya ayah Faiq Jefri Bolkiah, seacara khusus penyanyi pop yang telah meninggal tersebut mengadakan pertunjukan musik di dalam istana dengan konsep private dan menghabiskan dana sebasar 12,5 juta Pound atau sekitar Rp 227 miliar untuk membayar bintang pop tersebut.

Memilih Menjadi Pemain Sepak Bola Sejak Kecil

Faiq bolkiah muda [Image source]

Untuk sebagian keturunan raja meneruskan tahta kerajaan tentu merupakan hal yang wajib. Tetapi pilihan hidup pemuda 19 tahun ini jatuh pada sepak bola sejak dia kecil. Hal tersebut dibuktikan di umur yang masih belia (9) dia sudah berkelana ke luar negeri untuk mewujudkan mimpinya menjadi pemain sepak bola. Karier bolanya memanglah belum sehebat pemain top Eropa tetapi dengan ketertarikan Chelsea, arsenal dan sekarang bermain untuk team U-23 Licester tentu bisa bukti bagaimana kemampuanya di atas lapangan hijau. Dan hal tersebut juga mengantarkanya menjadi kapten termuda timnas Brunei Darusalam pada usia 18 tahun.

Menjadi seorang kaya sejak lahir tentu bukan menjadikan hidup Faiq Jefri Bolkiah dihabiskan hanya dengan bersenang-senang di istana kerajaan.Tetapi dia dengan berani keluar dari zona nyamannya ingin mewujudkan mimpi menjadi pemain sepak bola, yang sebenarnya belum tentu dapat membuatnya kaya seperti ayahnya. Dari cerita ini kita dapat petik adalah bahwa banyaknya uang yang kita miliki belum tentu dapat menjadikan karir kita lebih cemerlang atau hebat. Karena hanya dengan kerja keraslah kita bisa mencapai cita-cita kita.