Hewan Apa Sih Yang Paling Sering Membunuh Manusia Setiap Tahunnya? Yuk Kita Cari Tahu

Tapi ternyata, sebagian besar kematian yang disebabkan hewan terjadi karena penyakit yang ditularkan kepada manusia; bukan karena kebuasan atau ukuran hewan itu sendiri. Di artikel ini kita akan membahas daftar hewan yang paling banyak membunuh manusia berdasarkan statistik dari World Health Organization (WHO).

Statistik berikut ini hanya sebatas perkiraan kasar saja, mengingat sulitnya mendapatkan angka kematian yang akurat dari seluruh dunia. Setidaknya data yang ada bisa menambah pemahaman kita tentang hewan-hewan yang paling berpotensi membunuh manusia, guys. Tanpa berlama-lama lagi, yuk langsung kita lihat daftarnya.

1. Nyamuk

via betterhealth.vic.gov.au

Ternyata hewan yang paling berbahaya bagi manusia bukanlah predator besar dan bergigi tajam, melainkan serangga kecil yang berdengung. Ya, hewan itu adalah nyamuk. Menurut WHO jumlah kematian manusia yang disebabkan oleh gigitan nyamuk mencapai angka 725.000 per tahunnya.

Kebanyakan orang menganggap nyamuk gak lebih dari hewan pengganggu yang bisa bikin kulit bentol-bentol, padahal hewan ini adalah yang paling mematikan di bumi. Berbagai penyakit bisa ditularkan melalui nyamuk seperti malaria, demam berdarah, penyakit West Nile, demam kuning, dan demam Zika. Malaria sendiri menjadi penyakit bawaan nyamuk yang paling banyak menjangkiti manusia. Mengutip laman Telegraph, pada tahun 2016 saja jumlah penderita malaria di seluruh dunia mencapai 200 juta orang, dan 600.000 di antaranya meninggal dunia.

2. Ular berbisa

via flickr.com

Kobra dan ular sanca boleh saja jadi spesies ular yang paling menyita perhatian manusia. Tapi kalau urusan membunuh manusia, kedua ular tersebut masih kalah dengan saudaranya yang lebih kecil yaitu saw-scaled viper (beludak sisik gergaji). Setiap tahun, spesies ular inilah yang paling banyak membunuh manusia dibanding spesies ular lainnya. Sementara itu spesies ular yang memiliki racun paling mematikan di dunia adalah inland taipan (taipan pedalaman). Racunnya begitu kuat sehingga bisa membunuh manusia dalam waktu kurang dari setengah jam. Wow! Tapi ngeri juga dengarnya.

Reputasi ular sebagai binatang mematikan memang terbukti kebenarannya. Menurut statistik, angka kematian yang disebabkan oleh gigitan ular mencapai 50.000 orang per tahun.

3. Anjing

via elkevogelsang.com

Hewan yang biasa dikenal berteman baik dengan manusia ini terkadang bisa menjadi mamalia yang mematikan. Setiap tahun anjing membuat sekitar 25.000 nyawa manusia melayang, sebagian besarnya meninggal karena rabies. Lebih dari 90 persen infeksi rabies pada manusia di seluruh dunia disebabkan oleh gigitan anjing, meskipun jumlahnya jauh lebih rendah di barat. Negara-negara barat sangat memerhatikan kesehatan anjing, sehingga infeksi rabies karena gigitan sangat jarang terjadi. Sigung dan kelelawar lebih memungkinkan membawa virus rabies di barat ketimbang anjing. Wah, wah…

Sementara itu di India, sekitar 20.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat virus rabies yang dibawa oleh anjing-anjing jalanan.

6. Siput air tawar

via dailystar.co.uk

Hewan yang dikenal paling lambat di dunia ini menyebabkan 20.000 kematian per tahunnya, lho. Siput air tawar merupakan pembawa parasit schistosomiasis yang bisa menyebabkan gejala mirip flu, muntah darah, dan kelumpuhan kaki jika menjangkiti manusia. Schistosomiasis diperkirakan telah menyebar ke wilayah yang lebih luas karena perubahan iklim global dan meningkatnya pertumbuhan populasi manusia yang menyebabkan lingkungan hidup tidak sehat.

5. Lalat tsetse

via phys.org

Lalat tsetse yang hidup di dataran Afrika adalah hewan pembawa parasit yang menyebabkan sleeping sickness (penyakit tidur) dan bertanggung jawab atas 10.000 kematian setiap tahunnya. Penyakit ini menyerang Afrika sub-Sahara, terutama di daerah pedesaan yang belum berkembang di mana orang mengandalkan ternak yang juga bisa terinfeksi. Sleeping sickness sangat berbahaya karena sering menginfeksi manusia tanpa terdeteksi, sampai akhirnya penderita terlambat untuk diobati.

6. Cacing pita dan cacing gelang

via dogtime.com

Cacing pita merupakan hewan parasit penyebab infeksi sistiserkosis pada manusia. Penyakit ini menyebabkan benjolan di dalam kulit, dan bisa menyebar ke otak melalui sumsum tulang belakang. Kalau sudah parah, penderita sistiserkosis bisa mengalami sakit kepala yang luar biasa dan kejang-kejang.

Jenis cacing lain yang berbahaya adalah cacing gelang. Cacing ini bisa mengakibatkan infeksi usus yang disebut ascariasis atau penyakit cacingan. Ascariasis bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti demam, kekurangan gizi, dan anemia. Namun jika tidak ditangani dengan serius, ascariasis juga bisa berujung kematian.

Cacing pita dan cacing gelang membunuh kurang lebih 4500 orang setiap tahunnya, guys. Kedua cacing tersebut bisa masuk ke tubuh manusia melalui air, sayuran, dan daging babi yang terkontaminasi.

7. Karnivora dan herbivora lainnya

via bbc.com

Hewan besar dan bertaring yang paling sering membunuh manusia adalah buaya dan singa. Kurang lebih 1000 orang meninggal karena serangan buaya dan 100 orang meninggal akibat serangan singa per tahunnya. Hewan herbivora raksasa seperti kuda nil dan gajah juga masuk di dalam daftar. Kuda nil menewaskan sekitar 500 orang, sedangkan gajah 100 orang per tahun.

Lalu bagaimana dengan hiu? Kita tahu kalau hiu adalah hewan air paling menyeramkan di dunia. Tapi ternyata, jumlah orang yang meninggal akibat serangan hiu tidak lebih dari 10 orang per tahun. Jumlah tersebut bahkan masih kalah dengan sapi dan kuda yang rata-rata mempunyai 20 kasus kematian setiap tahunnya.

Di daftar ini kita punya nyamuk dan hiu sebagai hewan yang paling sering dan paling jarang membunuh manusia. Jadi, kamu lebih takut sama nyamuk atau hiu nih, guys? Hehe.