Inilah 4 Hal yang Terjadi Jika Indonesia Membuka Kedutaan di Yerusalem untuk Palestina

Lalu bagaimana  dengan Indonesia? Apakah tidak ikut membangun kedutaan baru di sana pula sebagai simbol mendukung Palestina? Ternyata hal itu sempat dicanangkan beberapa tahun yang lalu namun selalu tidak terwujud lantaran resiko yang bakal terjadi. Namun jika hal itu akan benar-benar dilakukan, mungkin inilah beberapa hal yang akan terjadi pada Indonesia.

Pemberian bantuan pada Palestina tentunya jauh lebih mudah

Seandainya Indonesia benar-benar mengikuti langkah Turki dan beberapa negara lain, tentu hal itu akan sangat memudahkan dalam mengirim bantuan ke sana. Belum lagi dengan adanya kedubes, kita bisa dengan mudah mengetahui informasi terkini  yang ada di daerah  yang dilanda konflik itu.

Bantuan Indonesia buat Palestina [image source]

Apalagi dengan adanya kedutaan tentunya menjadi sebuah simbol hubungan diplomatik secara resmi yang membuat makin erat kedua negara. Dan tentu hal ini akan semakin membantu Indonesia dalam memperjuangkan hak rakyat Palestina secara langsung, sehingga negeri kita tidak lagi jadi pihak ketiga namun juga ikut terjun dalam menjaga perdamaian.

Buka hubungan diplomatik dengan Israel atau melanggar aturan internasional

Percaya atau tidak, Indonesia tidak serta-merta membangun kedutaan buat Palestina di Yerusalem. Pasalnya jika kita mau mencontoh apa yang dilakukan oleh Turki, tentu Indonesia juga harus membangun kedutaan di Tel Aviv Israel. Lalu kenapa bisa begitu? Ya, menurut Menlu Retno, Turki bisa dengan mudah mengatakan hal tersebut lantaran memang negara itu sudah memiliki kedutaan di Tel Aviv pihak Israel, sehingga bukan masalah jika harus membangun di Yerusalem(daerah konflik dua negara) sebagai bukti mendukung Palestina.

Hubungan dengan Israel [image source]

Ya, atau secara singkatnya Turki punya hubungan dengan keduanya. Hal ini tentu berbeda dengan Indonesia yang memilih enggan membuka cela hubungan dengan Israel sebagai simbol dukungan pada Palestina.

Indonesia  jadi mediator langsung antara kedua negara

Sejatinya hubungan Indonesia dengan kedua negara ini dianggap memiliki hubungan yang lumayan baik. Untuk Palestina, negeri kita tak henti-hentinya memberikan bantuan sekaligus memperjuangkan  kemerdekaannya. Sebaliknya, Israel dari dulu selalu menginginkan Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan negara kita, tentu dengan berbagai alasannya.

Jadi mediator dua negara [image source]

Oleh sebab itu, negeri kita punya peluang yang sangat besar untuk menjadi mediator langsung antara kedua negara. Ya bisa dibilang adanya kedutaan baik di Tel Aviv maupun Yerusalem akan semakin mempermuda Indonesia dalam menjalankan misinya dalam membantu mewujudkan kedamaian di kedua negara. Namun tentu bakal banyak resikonya.

Kecaman dan komentar yang mungkin  datang dari banyak pihak

Tentunya langkah yang diambil dalam mendirikan kedutaan di Yerusalem untuk Palestina ini bakal mendapatkan banyak komentar, baik dari dalam maupun luar. Kembali lagi, untuk melakukan hal itu, sebelumnya Indonesia harus membangun dulu sebuah kedutaan buat Israel.

Bakal ada kritik baik dalam dan luar [image source]

Tentu buat beberapa negara yang tidak memahami tujuan Indonesia akan sangat tidak setuju dan menganggap negeri kita sudah tidak mau lagi memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan lebih suka berpihak pada Israel. Padahal sejatinya semua langkah itu dilakukan juga demi nasib rakyat Palestina juga. Oleh sebab itu, perlu dilakukan sosialisasi secara merata agar semua paham alasan mengapa langkah tersebut diambil.

Jika seandainya Indonesia membuka kedutaan di Yerusalem, tentu selalu ada dampak dan resiko yang ada. Oleh sebab itu sampai saat ini masih dipikirkan jalan keluarnya agar tidak sampai membuat kekacauan luar biasa. Namun bukan berarti Indonesia diam, buktinya di Palestina masih ada gedung kehormatan RI sebagai bukti dukungan pada pada mereka.