Jadi Freelancer Memang Gak Mudah, tapi 5 Tips Keuangan Ini Bisa Membantu Kamu

Tapi karena pekerjaan yang nggak tentu, penghasilan pasti juga nggak tentu kan? Untuk itulah kamu butuh manajemen keuangan yang baik. Kalau nggak, bukannya untung malah bisa buntung.

1. Hitung dengan cermat setiap pekerjaan yang kamu terima

via creativebeacon.com

Setiap pekerjaan pasti punya standar dan harga yang berbeda. Karena itu kamu harus menghitung dengan cermat setiap pekerjan yang kamu terima.

Misalnya, kalau kamu seorang graphic designer, hitung berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan, berapa banyak kuota atau pulsa yang dibutuhkan untuk menghubungi klien, dan jangan lupa juga hitung tenaga dan upaya yang akan kamu keluarkan. Hitung sampai ke hal yang paling remeh temeh.

Dengan menghitung pengeluaran yang mungkin terjadi, tentu bakal lebih mudah juga untuk menentukan harga yang pantas untuk suatu pekerjaan.

2. Catat penghasilan

via financialpost.com

Karena pekerjaan yang selalu berubah, penghasilan pasti akan ikut berubah. Konsekuensinya kamu perlu mencatat dengan rapi penghasilanmu tiap bulannya. Hal ini akan memudahkan kamu membagi uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu kamu juga bisa punya target bulanan yang harus kamu capai.

Sebaiknya, gunakan hanya 50 persen pendapatan tiap bulannya. Ini akan membuat keuanganmu tetap aman, meski kamu hanya menerima sedikit pekerjaan di bulan berikutnya.

Editors’ Picks

  • Masih Mencari Tujuan Hidupmu? Yuk, Terapkan Konsep Ikigai Untuk Masa Depan Yang Lebih Bahagia
  • Bosen Sama Menu Harian Yang Itu-Itu Aja? 9 Makanan Yang Bikin Ngiler Ini Gampang Banget Dibuatnya
  • Berniat Tinggalkan Rokok? Kalkulator Ini Bisa Prediksi Waktu yang Kamu Butuhkan untuk “Sembuh”

3. Dahulukan kebutuhan pokok

via nbcnews.com

Setiap orang punya lebutuhan pokok yang berbeda. Bagaimana dengan kamu?

Listrik, air, dan bbm mungkin saja jadi kebutuhan pokokmu. Tapi di samping itu kamu pasti punya kebutuhan pokok untuk menunjang pekerjaanmu. Misalnya, untuk membeli kuota internet kalau pekerjaanmu harus dilakukan secara online.

Selain itu, kamu juga nggak boleh lupa menabung. Meski kelihatan sepele, kebiasaan baik ini nggak gampang dilakukan lho. Apalagi kalau kamu sampai tergiur memakainya untuk hal-hal nggak penting (bedakan mana kebutuhan dan mana keinginan semu).

Sisanya baru deh bisa kamu gunakan untuk hiburan, seperti nonton sama pasangan, atau sekedar makan di luar. Hiburan dan rekreasi itu penting lho, nggak bisa dianggap sepele.

4. Jangan lupakan pajak!

via businesstech.co.za

Seorang freelancer sekalipun harus membayar pajak penghasilan karena kamu dianggap sebagai wiraswasta oleh negara. Sesuai Peraturan Perundang-Undangan Nomor 101-PMK.010-2016 mengenai Penyesuaian Besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak, kamu harus membayar pajak jika berpenghasilan Rp 54 juta pertahun atau sekitar Rp 4,5 juta perbulan.

Penghasilan ini bukan cuma gaji pokok, tapi juga tunjangan-tunjangan lain yang mungkin kamu dapatkan tiap bulannya.

5. Ingat masa pensiun

via igerontologico.com

Nggak cuma pekerja kantoran, PNS, atau pegawai BUMN yang harus pensiun, seorang freelancer pun harus siap untuk pensiun. Makin menua, kemampuan untuk bekerja pasti makin menurun. Apalagi kalau pekerjaanmu berhubungan dengan teknologi yang makin hari makin berkembang. Kalau kurang bisa mengikuti perkembangan zaman, kamu pasti harus pensiun dini.

Untuk itu, kamu harus menyiapkan masa pensiun sebelum terlambat. Caranya? Tentu saja dengan menyisihkan penghasilanmu tiap bulannya.

Intinya, bedakan antara uang yang digunakan untuk kebutuhan pokok, tabungan untuk saat darurat, tabungan pensiun, dan hiburan. Dengan begini, keuanganmu akan lebih terjamin. Kamu yang selama ini jadi freelancer, apa kamu punya kiat-kiat lainnya?