Kenapa Orang Yang Tak Kompeten Sering Merasa Dirinya Hebat? Baca Dulu Penjelasan Ilmiahnya

“Ia yang tidak tahu bahwa ia tidak tahu, adalah orang bodoh; hindari orang seperti itu.

Ia yang tahu bahwa ia tidak tahu, adalah seorang murid; ajarilah ia.

Ia yang tidak tahu bahwa ia tahu, adalah orang yang sedang tertidur; bangunkan ia.

Ia yang tahu bahwa ia tahu, adalah orang bijak; ikutilah ia.”

Saya masih belum tahu siapa yang membuat dan dari mana persisnya ungkapan di atas. Ada yang bilang berasal dari tanah Arab, Persia, atau Tiongkok; ada juga yang bilang itu merupakan kalimat dari Konfusius. Terlepas dari asal-usulnya yang masih jadi misteri, tapi ungkapan di atas ada benarnya. Dan ungkapan itu berhubungan pula dengan apa yang akan kita bahas sekarang.

Ya, kita akan membahas tentang Efek Dunning – Kruger atau Dunning – Kruger Effect. “Efek apaan, tuh? Kayak nama orang,” mungkin kamu bertanya-tanya.

Apa itu Efek Dunning – Kruger?

via psychologytoday.com

Nama dari istilah dalam psikologi ini memang berasal dari dua ilmuwan yang menelitinya, David Dunning dan Justin Kruger. Pada tahun 1999, mereka meneliti tentang hal tersebut dan menerbitkannya dalam jurnal yang judulnya bisa dikatakan menarik, Unskilled and Unaware of It: How Difficulties in Recognizing One’s Own Incompetence Lead to Inflated Self-Assessments.

Seperti dikutip dari Curiosity, dalam penelitian tersebut kedua peneliti melakukan serangkaian eksperimen pada mahasiswa. Mereka menyuruh para mahasiswa untuk menilai seberapa lucu lelucon yang mereka dengar (penilaian mahasiswa lalu mereka bandingkan dengan ulasan dari komedian professional), memeriksa kesalahan gramatika atau tata bahasa, dan menjawab pertanyaan dengan memakai pemikiran logis.

Hasilnya lumayan lucu menurut saya. Mahasiswa yang mendapat penilaian buruk dalam tes merasa diri mereka sudah bekerja dengan sangat baik. Sebaliknya, mereka yang dapat penilaian bagus cenderung merendahkan kemampuan diri (maksudnya bukan rendah diri, tapi rendah hati).

Apa kamu melihat suatu pola yang menarik dari penelitian tersebut? Jadi begini, jika dijabarkan dengan singkat dari hasil penelitian, Efek Dunning – Kruger adalah “Bias kognitif yang menyebabkan individu yang tidak terampil terjangkiti ilusi superioritas. Mereka secara keliru menilai kemampuan mereka jauh lebih tinggi dari kondisi yang sebenarnya.”

via celent.com

Untuk penjelasan lebih sederhananya, Efek Dunning – Kruger menyebabkan seseorang yang tidak kompeten tidak menyadari bahwa ia tidak kompeten karena ketidakkompetenannya itu menyebabkan ia tidak tahu bahwa ia tidak kompeten.

Lihat, sama seperti kutipan di awal paragraf, bukan? Mereka tidak tahu bahwa mereka tidak tahu.

Efek Dunning – Kruger dalam kehidupan sehari-hari

via unsplash.com

Yup, kamu pasti pernah melihat orang yang ‘terjangkit’ Efek Dunning – Kruger dalam kehidupan kamu. Atau mungkin kamu selalu melihatnya setiap hari? Entah itu melihat secara langsung, lewat layar televisi, atau pernyataan seseorang yang kamu baca di internet.

Ketika kita berbicara mengenai kemampuan seseorang yang hebat, mungkin memang wajar jika sesekali ia sedikit menyombongkan diri soal kemampuannya. Untuk apa? Jawabannya mudah saja, agar orang lain tahu bahwa ia punya kemampuan yang berguna. Tidak hanya lewat kata-kata, tapi lewat bukti nyata.

Di sisi lain, bayangkan jika Nikola Tesla yang jenius itu menyombongkan diri ke setiap orang yang dikenalnya. “Hei kau, orang yang tidak tahu apa-apa, tutup mulutmu. Kau cukup dengarkan perkataanku yang jenius ini,” ucapnya sambil nyinyir.

Sepengetahuan saya, Tesla nggak pernah menyatakan diri sebagai seorang jenius. Bahkan nggak semua orang tahu siapa dirinya. Orang-orang pasti tahu siapa itu Saiful Jamil, tapi belum tentu tahu siapa itu Tesla.

“Dalam banyak kasus… orang yang tidak kompeten seringkali dianugerahi kepercayaan diri besar yang yang tidak tepat, dan didukung pula oleh sesuatu yang mereka rasa merupakan pengetahuan” – David Dunning

Jadi, orang yang kompeten tidak akan menyatakan diri secara gamblang dan dengan kesombongan yang luar biasa bahwa ia punya kemampuan yang hebat. Semakin cerdas seseorang, semakin sadar ia bahwa pengetahuannya masih kurang.

Lantas, apa Efek Dunning – Kruger ada dalam diri kamu?

via pixabay.com

Efek Dunning – Kruger bukanlah penyakit; hal ini berpotensi ada dalam diri setiap orang. Jika meminjam kata-kata dari William Poundstone di PsychologyToday, Efek Dunning – Kruger merupakan kondisi yang ada dalam diri manusia. Tapi, Efek Dunning – Kruger bisa berubah menjadi sesuatu yang berbahaya jika seseorang merasa dirinya mampu melakukan hal-hal yang besar meskipun kemampuan dan pengalamannya masih teramat minim.

Lalu, bagaimana jika kamu menyadari bahwa selama ini kamu tidak tahu bahwa kamu tidak tahu?

Untuk mengatasi efek ini, mengutip perkataan Dunning via Curiosity, kamu bisa anggap ketidaktahuan kamu bukan sebagai keadaan pikiran yang kosong, melainkan dipenuhi dengan informasi yang salah. Ingat, bukannya kamu nggak punya pengetahuan sama sekali; hanya saja pengetahuan atau informasi yang kamu miliki itu salah. Dan kamu terpaksa mengandalkan pengetahuan yang salah itu karena kamu masih belum tahu ada pengetahuan alternatif lainnya.

Intinya, jadilah kritis. Kritisi dan pertanyakan semua hal, termasuk informasi yang kamu dapat dan miliki selama ini.

Bagaimana pendapat kamu sendiri soal Efek Dunning – Kruger ini?