Kisah Hidup Pak Tarno, Pesulap ‘Jadi Apa Prok Prok Prok’ yang Ironisnya Mencabik-cabik Hati

Giliran Pak Tarno sang pesulap unik bin ajaib yang akan diulas perjalanan hidupnya. Meskipun dirinya sudah menjadi public figure dengan penghasilan setara artis papan atas, dirinya tetap sederhana dan rendah diri. Simak ulasan berikut untuk tahu bagaimana perjalanan Master Tarno dari tak punya apa-apa hingga menjadi terkenal di ibukota.

Hidup sebatangkara dari kecil, ditinggal ayah dan ibunya kawin lari

Mungkin banyak orang di luar sana yang mengalami nasib serupa dengan pesulap bernama lengkap Sutarno ini. Namun, bukankah lebih menyayat hati jika kita mengenal sosok tersebut? Ya, Pak Tarno yang identik dengan “jadi apa, prok prok prok,” ini memiliki kisah masa kecil yang kurang bahagia.

Mirisnya Masa Kecil Pak Tarno [image source]

Dilansir dadi viva.co.id, puluhan tahun silam, Pak Tarno kehilangan sosok ayahnya untuk selama-lamanya. Ditambah lagi sang ibu yang kawin lari dengan laki-laki desa lainnya, setelah suaminya meninggal dunia. Ia pun hidup luntang-lantung tanpa ada arah dan tujuan.

Sehari-hari hanya makan jagung karena tak mampu beli beras

Ketika ia merindukan sosok ayah, ibu, kakak, dan adik, ia pun bertanya pada teman-teman yang masih memiliki anggota keluarga lengkap. “Saya diomelin,” ungkapnya dilansir dari viva.co.id. Seorang anak kecil yang hanya bisa menangis ketika menerima omelan saat ia mempertanyakan hal terpenting dalam hidupnya.

Pak Tarno [image source]

Pak Tarno pun melanjutkan hidup meski setiap hari dirundung air mata. Ia mengungkapkan tak bisa berhenti menangis karena lapar. “Kalau punya duit beli jagung, nggak beli beras karena mahal. Beli jagung, ditumbuk, dan diliwet,” ungkapnya sembari mengenang hari-harinya yang pahit. Ia pun bertekad untuk keluar dari kehidupan nahas itu dan merantau ke Bogor dan Jakarta.

Penjual minyak tanah hingga martabak, peruntungannya ada di sulap

Bertandang ke ibukota, ia pun tak tahu menahu harus mencari nafkah dengan cara apa. Akhirnya, pekerjaan apapun yang halal ia jalani. Pertama, ia mencoba untuk berjualan minyak tanah keliling. Namun, akhirnya ia pindah profesi sebagai penjual martabak dari satu sekolah ke sekolah lain.

Pak Tarno Sulap pada Bocah SD [image source]

Pak Tarno memiliki cara yang unik ketika menjajakan dagangannya. Ia merebut hati para bocah SD dengan menunjukkan kepiawaiannya bermain sulap. Alhasil, salah satu guru yang mengajar di SD tersebut menyarankan Pak Tarno untuk mengikuti ajang pencarian bakat sulap, The Master, yang diselenggarakan oleh stasiun televisi swasta.

Ajang pencarian bakat dan titik balik karir Pak Tarno

Berbekal iseng-iseng berhadiah dan harapan memperbaiki nasib, Pak Tarno pun datang ke audisi yang dinilai oleh Deddy Corbuzier sebagai dewan jurinya. Tak disangka-sangka, penampilannya yang unik, menarik hati pesulap legendaris Indonesia tersebut. Akhirnya, Pak Tarno pun masuk ke babak eliminasi yang ditayangkan di televisi.

Semua orang mengenalnya dengan Master Tarno jadi apa prok prok prok. Sulap yang disajikannya pun sangat menghibur, sehingga Deddy Corbuzier menyematkan titel Master of Traditional Magic yang berarti ahli dalam sulap tradisional, meski tak juara. Dari situlah nasib Pak Tarno perlahan membaik, ia bisa membeli sawah, rumah, mobil Avanza, serta membuka bisnis warung internet (warnet).

Balada uang 100 juta dibawa kabur sang manager

Sudah lama sejak karir Pak Tarno sedang dalam puncak-puncaknya, ia pun sempat diberitakan menikahi seorang pramugari beberapa tahun lalu dan meninggalkan seorang istri di kampung halaman. Beberapa hari lalu, ada kabar buruk yang datang darinya. Seorang manager yang harusnya senantiasa berada di sisinya malah menipu dan membawa kabur uangnya.

Pak Tarno Ditipu Manager [image source]

Dilansir dari grid.id, Aditya Santosa, selaku manager asli Pak Tarno menjelaskan bahwa ada seseorang tak bertanggung jawab dan mengaku-ngaku sebagai manager dan membawa kabur uang 100 juta miliknya. Aditya pun menambahkan bahwa Pak Tarno orangnya sangat ramah dan mudah percaya orang, sehingga ini bukan pertama kalinya ia ditipu seperti ini. Meskipun begitu, Pak Tarno tetap tabah dan selalu tersenyum, ungkap sang manager.

Ternyata, susah juga ya bertahan dalam dunia hiburan Indonesia. Maka dari itu, guys, perlu kalian garis bawahi bahwa artis yang sungguhan alias mereka yang menata karir keartisannya dari 0 hingga menjadi seperti sekarang tak akan semudah itu hilang dari dunia hiburan. Sama seperti Pak Tarno, ketika ia jarang muncul di televisi, banyak orang yang menanti penampilan uniknya lagi, bukan?