Kisah Perjalanan Hidup Wu Zetian: Satu-satunya Wanita yang Berhasil Menjadi Kaisar Tiongkok

Kisah perjalanan Wu Zetian memperoleh takhta kekaisaran memang masih jadi perdebatan para sejarawan. Tapi bukti sejarah yang ada menyimpulkan kalau Wu Zetian bukanlah wanita penghibur biasa. Dia adalah wanita yang cerdik dan haus kekuasaan. Lebih parahnya lagi, Wu Zetian tak segan menyingkirkan siapa pun yang menghalanginya, termasuk anak dan keluarganya sendiri.

via shanghaidaily.com

Namun sebelum kita membahas lebih lanjut, perlu diketahui bahwa masyarakat Dinasti Tang saat itu masih menganggap status wanita lebih rendah dibanding kaum pria. Sejarawan dan pejabat kekaisaran pada masa itu pun banyak yang mengecam kepemimpinan Kaisar Wu Zetian. Oleh sebab itu, berbagai catatan sejarah mengenai Wu Zetian masih dapat dipertanyakan kebenarannya.

Wu Zetian merupakan anak dari seorang jenderal perang. Pada tahun 636, dia bekerja di istana Kaisar Taizong sebagai selir yang tingkatnya rendah. Pekerjaannya yang hampir setara dengan pelayan membuat Wu Zetian cenderung kesulitan untuk berhubungan langsung dengan Taizong. Tapi menurut sejarawan, Wu Zetian akhirnya menemukan jalan saat dia ditugaskan mengganti alas tidur sang Kaisar.

Pada saat itu ada sekitar 28 selir yang derajatnya lebih tinggi dari Wu Zetian. Dan supaya bisa lebih dekat dengan Kaisar, dia harus bersusah payah melakukan berbagai cara demi merebut perhatian Kaisar Taizong. Pada akhirnya kecerdikan dan kuatnya ambisi Wu Zetian pun terbukti. Dia berhasil ‘naik pangkat’ jadi salah satu selir favorit pemimpin tertinggi Tiongkok. Kelicikan Wu Zetian tak cuma sampai di situ. Selama menjadi selir Kaisar dia pun menjalin hubungan asmara dengan anak Kaisar Taizong, pangeran Gaozong.

Setelah Taizong meninggal, Wu Zetian seharusnya mengikuti selir-selir Kaisar lainnya menjadi biksu di kuil Budha. Itu sudah jadi peraturan kerajaan, sebab para selir yang berani menyentuh pria lain bisa dianggap sebagai pengkhianat Kaisar. Tapi bagi Wu Zetian yang sudah lebih dulu berhasil merebut hati kaisar selanjutnya, Gaozong, peraturan itu tak berarti apa-apa.

Wu Zetian pun jadi selir utama Kaisar Gaozong. Tapi di sisi lain, Gaozong sudah memiliki dua istri, permaisuri Wang, dan istri keduanya, Xiao. Artinya masih ada rintangan yang harus dia hadapi untuk bisa menjadi satu-satunya pendamping Kaisar.

Wu Zetian melahirkan bayi perempuan dari hubungannya dengan Gaozong. Alih-alih merawat bayinya sampai dewasa, Wu Zetian mencekik bayinya sampai meninggal dan menjebak istri Kaisar, permaisuri Wang, sebagai biang keladinya. Rencana keji itu dilakukan karena Wu Zetian tahu kalau Gaozong lebih terpikat pada dirinya ketimbang Wang atau pun Xiao.

Wu Zetian berhasil menghasut Gaozong untuk menjebloskan Wang dan Xiao ke penjara. Menurut catatan sejarah pada masa itu, setelah diangkat menjadi permaisuri, Wu Zetian memerintahkan bawahannya untuk menghukum mati kedua saingannya tersebut. Kedua tangan dan kaki mereka dipotong, lalu tubuhnya dimasukkan ke dalam tong berisi minuman beralkohol dan dibiarkan tenggelam hingga tewas.

via mnn.com

Menjadi permaisuri ternyata tak membuat Wu Zetian merasa puas. Dia ingin jabatan yang lebih tinggi lagi, yaitu menjadi Kaisar tertinggi Tiongkok. Dari sinilah kebrutalannya mulai naik ke tingkat yang lebih ekstrem; menyingkirkan ketiga anak lelakinya yang menjadi pewaris takhta kekaisaran.

Anak sulungnya, Li-Hong, meninggal tiba-tiba karena diracun (sejarawan percaya Wu Zetian adalah pelakunya). Kemudian setelah Gaozong meninggal akibat penyakit stroke, anak laki-laki keduanya diangkat menjadi Kaisar. Tapi sang ibu memfitnah sang Kaisar muda dengan berbagai tuduhan, termasuk pembunuhan dan pengkhianatan. Kaisar baru akhirnya diusir dan diasingkan dari kekaisaran. Karena anak bungsu yang semestinya menggantikan peran sang kakak merasa enggan menjadi Kaisar, Wu Zetian pun memanfaatkan kesempatan itu dengan mengambil alih jabatan Kaisar.

Pada akhirnya Wu Zetian berhasil menjadi pemimpin tunggal kekaisaran Tiongkok. Tapi pada masa itu, status wanita sebagai pemimpin masih dipandang sebelah mata. Tak heran jika ada sejumlah pejabat kekaisaran berniat menggulingkan kekuasaan karena merasa tak rela diperintah oleh seorang wanita. Wu Zetian menyadari hal ini dan dirinya tak mau tinggal diam.

Tiga tahun pertama adalah masa Wu Zetian ‘menata ulang’ susunan pewaris dinasti kekaisaran. Secara sistematis dia melenyapkan keluarga kekaisaran yang dianggap mengancam takhtanya. Dalam satu tahun saja, Kaisar Zetian menghilangkan 15 garis keturunan. Sebagian besar dieksekusi atas tuduhan pengkhianatan palsu yang sebenarnya merupakan hasil rekayasa Kaisar dan pengikut setianya (yang bekerja sebagai mata-mata dan polisi rahasia).

Editor’s Pick

  • Petrus dan Catherine, Beauty and the Beast di Dunia Nyata yang Hidup Sengsara
  • Menelusuri Kisah Hidup Raja Carlos II dari Spanyol: Buruk Rupa karena Kesalahan Keluarganya
  • Tragis, Ini 6 Kisah Tentang Mereka yang Kehilangan Nyawa Karena Berciuman
Wu Zetian yang diperankan oleh Fan Bingbing dalam serial TV The Empress of China/via empress.wuzetianehi.wordpress.com

Namun di balik segala kekejaman yang pernah dia lakukan, Wu Zetian adalah seorang wanita yang paham bagaimana cara memimpin negaranya. Selama menjadi Kaisar dia berhasil mengubah perekonomian masyarakat menjadi lebih baik, khususnya golongan petani. Pertanian, perpajakan, dan percetakan adalah tiga aspek yang jadi prioritas pemerintahan Kaisar Zetian. Jalur Sutra (jalur perdagangan) pun kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup karena wabah penyakit. Di bidang bahasa, sang Kaisar memperkenalkan rangkaian huruf ciptaannya sendiri yang disebut huruf Zetian.

Pada akhir masa kekuasaannya, Wu Zetian yang sudah menginjak usia senja kerap terlibat dalam skandal seksual dengan beberapa pria muda. Yang paling dikenal oleh para sejarawan yaitu dua kakak-beradik dari keluarga Zhang. Mereka kerap melayani hawa nafsu sang Kaisar dengan cara menyelinap ke kamar pribadi beliau.

Setelah 15 tahun berkuasa kekuasaan Wu Zetian akhirnya digulingkan oleh anak lelakinya yang dulu pernah dia asingkan dari kekaisaran. Kaisar Zetian yang sudah tua sadar kalau dia tak mampu lagi melawan untuk mempertahankan gelarnya. Dia akhirnya menyerah dan kemudian meninggal pada usia 81 tahun.

Begitulah kira-kira kisah Kaisar wanita pertama dan terakhir yang pernah berkuasa di Tiongkok. Kalau melihat dari cerita di atas, pasti tak ada orang yang berharap punya ibu seperti Wu Zetian. Hmm… walaupun kejam, tapi kecerdikan dan kepemimpinannya pantas dikagumi mengingat kaum wanita di zaman dulu masih direndahkan.