Kumis Henry Cavill di Mission Impossible: Jadi Jimat Keberuntungan Tersendiri?

Ya, kumis! Sekarang mari kita mengulas soal perkumisan!

Awal mula polemik kumis seorang ‘Superman’

Beberapa dari kamu mungkin sempat mendengar kabar heboh terkait kumis Henry Cavill. Tapi kalau kamu belum tahu, beberapa waktu lalu Cavill yang berperan sebagai Superman harus melakukan syuting ulang Justice League akibat pergantian penyutradaraan dari Joss Whedon kembali ke tangan Zack Snyder. Padahal syuting Justice League ‘versi’ Snyder udah masuk ke tahap pascaproduksi waktu itu.

Syuting ulang mungkin kedengarannya simpel, meski artinya biaya produksi akan bertambah. Namun kesulitan timbul ketika proses tersebut melibatkan Henry Cavill. Saat diminta kembali untuk melakukan syuting ulang, Cavill kebetulan sedang dalam proses syuting Mission: Impossible – Fallout.

Kendala lain ikut muncul terkait hal ini. Lewat perannya dalam Fallout, Cavill diminta menumbuhkan kumis untuk mendukung karakterisasinya dalam film tersebut. Sementara seperti yang kita tahu, Superman selalu tampil klimis tanpa kumis satu helai pun. Jadwal syuting dua film yang berdampingan ini akhirnya jadi menyulitkan banyak pihak.

Nggak nyangka ya kumis bisa berdampak besar kayak gini.

Henry Cavill dalam Mission: Impossible – Fallout/via digitalspy.com

Pertimbangan pihak terkait

Christopher McQuarrie selaku sutradara Fallout mendengar kabar tentang kumis Cavill kala itu. Dia bahkan berbaik hati untuk menunda produksi Fallout dengan membiarkan Cavill memangkas kumis demi syuting ulang Justice League. Mungkin McQuarrie fans berat DC kali ya, makanya dia nggak begitu mempermasalahkan soal kumis.

Alih-alih McQuarrie, pihak yang mempermasalahkan justru malah Paramount, rumah produksi yang menangani Fallout. Paramount memaksa syuting Fallout terus berjalan. Cavill pun diminta tetap mempertahankan kumisnya dengan utuh.

Warner Bros. sebagai studio yang menaungi Justice League akhirnya ikut turun tangan. Mereka meminta Cavill untuk mencukur kumis dan akan membiayai proses CGI dalam Fallout sebesar $3 juta agar Cavill bisa tetap terlihat memiliki kumis. Tapi tawaran WB tetap ditolak Paramount. Wah, makin ribet saja ya.

Mungkin karena diburu waktu yang makin mepet, Warner akhirnya ngalah. Yup, selama syuting ulang Justice League, Cavill tetap dalam kondisi berkumis. Tapi demi kepentingan film, kumisnya itu dihilangkan dengan bantuan teknik digital.

Mungkin gini tampilannya kalau Superman berkumis/via digitalspy.com

Kebayang dong gimana jadinya kalau Superman berkumis. Coba kamu lihat gambar di bawah.

Menurut kamu gimana tuh Superman yang punya kumis?

Kumis jadi jimat keberuntungan?

Usaha Paramount dalam mempertahankan urusan kumis ternyata berdampak positif. Fallout banyak dipuji dan dianggap sebagai film terbaik dalam franchise Mission Impossible. Hasil box office juga terhitung memuaskan. Fallout sudah meraup hampir $200 juta dalam peredarannya di seluruh dunia sampai hari ini (02/08). Bukan nggak mungkin kalau nominal tersebut akan terus bertambah mengingat Fallout baru dirilis seminggu yang lalu.

Mendingan yang mana?/via via comicbook.com

Bagaimana dengan Justice League? Kerja keras tim produksinya malah dijadikan bahan olokan karena penampilan sang Superman terlihat aneh dan kurang alami. Itu makin diperparah dengan hasil box office yang kurang menguntungkan, lengkap dengan kritik yang dialamatkan pada filmnya.

Entah memang kualitas Justice League yang kurang maksimal atau Fallout yang sukses memuaskan penontonnya. Membandingkan kedua film tersebut kayaknya nggak begitu adil. Genrenya juga berbeda satu sama lain; yang satu film superhero, satunya lagi film aksi spionase.

Editor’s Pick

  • Review Mission: Impossible – Fallout (2018), Sekuel Dengan Intensitas yang Naik Level Cukup Signifikan
  • 10 Kostum Superhero Marvel Versi Film Yang Kalah Keren Dibanding Versi Komiknya
  • Wah, Ternyata Ada 3 Pelajaran Hidup yang Bisa Kamu Petik dari One Piece, Lho!
  • 7 Tokoh Jahat Di Film Horor Yang Seharusnya Bisa Dikalahkan Dengan Mudah Oleh Karakter Protagonisnya
Henry Cavill dalam The Man from U.N.C.L.E./via digitalspy.com

Tapi kalau melihat mundur ke belakang, sebelumnya Henry Cavill pernah bermain dalam film mata-mata yang berjudul The Man from U.N.C.L.E. Bermain dengan polos tanpa kumis, film yang disutradarai Guy Ritchie tersebut malah mendapatkan banyak kritik bahkan gagal di pasaran. Dengan kata lain, The Man from U.N.C.L.E merupakan salah satu box office bomb kala itu.

Ada berbagai faktor yang jadi pertimbangan kritikus untuk menilai sebuah film. Respons positif dari penonton sebagai penyumbang box office pun dipengaruhi banyak hal. Tapi jika kita membandingkan Fallout dan U.N.C.L.E. yang sama-sama dibintangi Henry Cavill dalam ‘tampilan’ berbeda, apakah itu berarti faktor kumis seorang Henry Cavill jadi sebuah jimat tersendiri agar film yang dibintanginya sukses?

Jika kryptonite bikin Superman jadi lemah, mungkin kumis bisa bikin Henry Cavill jadi kuat tuh.

Yah, kita tunggu saja penampilan Henry Cavill dalam film selanjutnya. Itu juga kalau dia berkumis sih. Dan itu juga kalau kamu percaya kalau kumis ada sangkut pautnya sama performa film.

Kalau saya sendiri sih nggak begitu percaya. Hanya saja saya jadi penasaran melihat Superman berkumis.