Mari Berandai-andai, Gimana Jadinya kalau 4 Cerita Distopia Ini Terjadi di Dunia Nyata?

Sisi menariknya, kisah distopia selalu bikin kita tergoda buat membayangkan gimana jadinya jika kita termasuk ke dalam masyarakat distopia itu sendiri. Kamu yang pernah nonton Hunger Games pasti sempat berkhayal jadi salah satu tokoh di dalam cerita.

Oke, sekarang kita coba berkhayal lebih jauh lagi lewat 4 kisah distopia berikut ini. Kira-kira kalau kekacauan di empat cerita berikut terjadi di dunia nyata, apa yang mesti kamu lakukan supaya bisa bertahan hidup?

1. The Purge 

via imdb.com

Kondisi distopia:

Penyusupnya di belakang mbak!/via gifer.com

Tingkat pengangguran dan kriminalitas di Amerika Serikat menurun drastis semenjak pemerintah mencantumkan purge day (hari pembersihan) di kalender nasional. Yup, itulah hari di mana pemerintah Amerika membebaskan masyarakatnya melakukan segala jenis tindak kriminal, termasuk pembunuhan.

Menurut saya, alangkah indahnya negeri kita jika jutaan pengangguran dapat pekerjaan yang layak, dan koran/acara TV kriminal kekurangan berita. Tapi kalau mesti dibayar dengan mengorbankan nyawa di purge day, kira-kira gimana ya jadinya?

Oke, pertama saya nggak sanggup ngebayangin Pak Jokowi berpidato tentang pelegalan kriminalitas kayak di film The Purge. Kalau pun purge day terjadi di Indonesia, jutaan rakyat yang tertindas kemungkinan besar bakal meluapkan amarahnya ke para pemimpin yang nggak bertanggung jawab (baca: koruptor). Ya, mungkin bakal ada kerusuhan besar yang sebelumnya nggak pernah terjadi di Indonesia. Tapi ini baru skala besarnya dan terjadi di perkotaan.

Sekarang coba kamu bayangin purge day di pedesaan. Korban-korban purge day di desa nggak bakal jauh dari orang kaya yang pelit tapi suka pamer harta (kayak di sinetron), preman kampung, atau rentenir yang sering nipu rakyat miskin.

Sementara di jalanan, motor-motor knalpot nyaring bakal bebas kebut-kebutan buat memeriahkan suasana kerusuhan. Ini bagian paling nyebelin memang.

Nah, buat menghindari jadi sasaran di purge day saya bakal menjaga hubungan baik sama tetangga. Kalau bisa, saya ajak tetangga saya buat gotong royong ngelawan perusuh yang beraksi di RT saya deh.

2. Battle Royale

via imdb.com

Kondisi distopia:

“Hari ini kita belajar saling bunuh ya, guys!”/via dosegifs.tumblr.com

Murid-murid sekolahan yang sering bikin onar dipaksa pemerintah Jepang buat mengikuti game Battle Royale, atau permainan yang mewajibkan pesertanya saling membunuh satu sama lain.

Kelas 3-B di film Battle Royale kebanyakan dihuni siswa yang malas-malasan, atau bahasa gaulnya, madesu (masa depan suram). Bagi siswa 3-B, belajar itu hal yang paling membosankan di dunia. Jadi pemerintah Jepang sengaja bikin suasana belajar mereka lebih seru dan menantang dengan  Battle Royale. Hayo, siapa di sini yang (dulu) suka bolos dan nggak pernah merhatiin guru di kelas?

Kalau skenario distopia ini terjadi di dunia nyata, kayaknya bakal tambah banyak anak-anak yang putus sekolah di Indonesia. Itu sudah pasti.

Orangtua juga bakal mikir-mikir lagi buat masukin anak mereka ke sekolah negeri. Mereka bakal lebih milih masukin anaknya ke pesantren (biasanya anak-anak nakal pedesaan memang suka dipaksa masuk pesantren sama orangtuanya), atau masukin si anak ke home schooling.

Jadi kita nggak usah ngebayangin situasi di pulau terpencil deh. Solusinya cuma satu: nggak usah sekolah!

3. Planet of the Apes 

via riotheatre.com

Kondisi distopia:

Saycheese!’/via rebloggy.com

Sekelompok astronot mendarat di planet yang didominasi oleh spesies kera dengan peradaban dan teknologi canggihnya. Sebaliknya, bangsa manusia di planet itu tergolong masih primitif (belum mengenal bahasa lisan) dan sering diperlakukan layaknya hewan oleh kaum kera.

Di kisah Planet of the Apes, kehidupan manusia dan kera jadi terbalik. Kira-kira gimana ya jadinya kalau situasi distopia semacam itu terjadi di dunia nyata?

Hmm… pertama, mungkin pertunjukan Topeng Monyet yang biasa kita lihat di lampu merah bakal ganti nama jadi Topeng Orang. Kamu nggak mau ‘kan jadi topeng orang? Ngelakuin berbagai atraksi di tengah jalan dengan leher terikat tali, capek, keringetan, tapi nggak ada kera yang bener-bener merhatiin penampilan kamu.

Di Planet of the Apes, kera memang suka bertindak semena-mena pada manusia. Dan kamu nggak punya pilihan selain jadi buruan di hutan, terus diajari berbagai trik pertunjukan Topeng Orang sama kera. Yah, kalau kamu beruntung, kamu bisa tampil di acara sirkus yang ditonton ratusan kera gitu deh.

Sementara itu di kebun binatang bakal ada kandang khusus manusia. Di laboratorium penelitian, manusia bakal jadi kelinci percobaan para ilmuwan. Terus tokoh utama di film King Kong bukan lagi gorila raksasa, tapi manusia primitif raksasa (yang jatuh cinta sama kera cantik). Dan yang terpenting, nggak ada bakal ada lagi umpatan, “Dasar monyet!”

Editor’s Pick

  • 8 Rekaman Audio Paling Mengerikan yang Pernah Ada, Kamu Berani Dengar?
  • Beda dari yang Lain, 7 Makhluk Mitologi Jepang Ini Punya Bentuk dan Perilaku Super Aneh!
  • Banyak Penjelajah dan Sejarawan Zaman Dulu Percaya Kalau 7 Suku Teraneh Ini Benar-Benar Ada, Kamu Percaya?
  • Percaya Nggak Percaya, 4 Perilaku Konyol Masyarakat Modern Ini Ternyata Sudah Eksis dari Zaman Dulu

4. World’s End Harem (2018)

worldsenharem.wikia.com

Kondisi distopia:

Dialog: “Saya ingin kamu menghamili setiap wanita yang tersisa di bumi”/ via mangatown.com

Di tahun 2040an, populasi pria di dunia berkurang 99.99%, sementara jumlah penduduk perempuan ada di angka 5 miliar!

Judulnya aja World’s End Harem alias, Kiamat Harem. Ah, cerita bergenre harem memang selalu bikin cowok-cowok kesepian iri hati. Tapi apa cerita ini tergolong distopia? Dengan lantang saya bakal bilang “bukan!” walaupun sebenarnya ini cerita distopia.

Tokoh utamanya, Reito, jadi salah satu dari segelintir cowok yang tersisa di bumi. Alhasil si Reito ini diharapkan bisa menghasilkan keturunan supaya populasi pria di bumi kembali seimbang. Caranya? Yaa, kamu pasti tahu lah. Cihuy banget ‘kan? Haduh, gimana ya rasanya kalau saya jadi Reito…

Yang jelas setiap hari kehidupan saya bakal diisi sama berbagai pengalaman erotis yang nggak pernah saya bayangkan sebelumnya. Setiap hari juga hidung saya bakal mimisan sambil tertawa gembira di dalam hati. Tapi di depan cewek sebisa mungkin saya bakal jaga image dan mendadak tampil dingin, sedingin mata Uchiha Sasuke di Naruto.

Ah, sudah cukup berkhayal tentang dunia distopia. Sekarang kita balik lagi deh ke dunia nyata. Kira-kira dunia distopia mana yang paling nggak kamu harapkan terjadi di dunia nyata?