Mau Tahu Gimana Rasanya Jika Kamu Tinggal Bareng Hewan Liar? Baca Aja 5 Kisah Nyata Ini

Tapi, kenyataannya ada lho orang-orang yang rela tinggal atau hidup bersama dengan hewan liar. Dan mereka pun melakukannya dengan sukarela, alias tanpa paksaan. Penasaran kayak gimana pengalaman mereka? Dirangkum dari Grunge, ini dia 5 orang yang pernah hidup bersama hewan liar.

1. Timothy Treadwell – hidup bareng beruang grizzly

via wikipedia.org

Dengar kata beruang, apalagi beruang yang hidup di alam liar, kamu pasti berpikir itu hewan yang berbahaya. Iya lah, beruang bukan hewan yang bakal puas kalau mereka cuma dikasih ikan asin. Daripada makan ikan asin, mungkin kamu yang dimakan sama mereka.

Timothy Treadwell merupakan mantan aktor yang pernah tinggal bersama beruang selama 13 kali musim panas di Alaska. Sebagai seseorang yang bukan ilmuwan, Treadwell memang dikenal terlalu percaya diri. Dia mengklaim beruang nggak akan pernah menyerangnya karena mereka “terlalu mencintaiku”.

Tahun 2003, dia menulis surat pada temannya, dimana Isi suratnya mengatakan “Transformasiku telah sempurna. Aku sudah dianggap seperti hewan liar dan saudara oleh beruang-beruang ini.”

Tapi, nasib ternyata berkata lain. Dia tewas di tangan “saudaranya” yang nggak terlalu mengenal dia. Peristiwa tragis ini terjadi saat para beruang lagi sibuk-sibuknya nyari makanan (yang terhitung langka saat itu) sebelum mereka hibernasi.

2. Nim Chimpsky – simpanse yang dibesarkan seperti manusia

via dailymail.com

Waktu itu tahun 70-an, ketika Nim yang masih bayi dibawa ke rumah keluarga Stephanie Lafarge. Di dalam keluarga itu, Nim diperlakukan seperti seorang anak dan diharapkan bisa belajar perilaku dan bahasa manusia (bahasa isyarat). Seenggaknya itulah tujuan dari projek ini.

Hasilnya, Nim bisa belajar bahasa isyarat. Tapi Nim dewasa sering bertingkah agresif. Dia pernah menggigit anak dari LaFarge dan mengacak-ngacak perpustakaan milik suami LaFarge. Nim juga ternyata cemburu sama suaminya LaFarge.

Setelah itu, dia diserahkan ke keluarga lain. Dan di sana dia juga menggigit “ibu” barunya.

Orang-orang pun menyadari projek ini gagal. Nim akhirnya dibiarkan hidup bersama simpanse yang lain. Tapi sayangnya Nim nggak bisa menyesuaikan diri dengan cara hidup simpanse. Ya, dia menyangka dirinya adalah manusia.

Beberapa tahun setelah berpisah, LaFarge pernah mencoba mengunjungi Nim, dan dia masih ingat sama mantan “ibunya” tersebut. Meski begitu, Nim tetap berusaha menyerang Lafarge. Menurut LaFarge, tindakan kasar dari Nim itu pertanda bahwa Nim ingin menghukum LaFarge karena sudah membuangnya.

Agak miris juga dengernya. Mengutip dari Daily Mail, Nim meninggal di usia muda, 26 tahun, pada tahun 2000. Penyebabnya kemungkinan besar karena stres dan patah hati.

3. Hercules – beruang yang dibeli oleh pegulat

via dailyrecord.co.uk

Nama pegulat itu adalah Andy Robbin, yang bersama istrinya membeli Hercules si beruang grizzly dari kebun binatang di Skotlandia pada tahun 1976. Tujuannya: biar beruang itu bisa jadi partner latihan gulat.

Dengan berat yang hampir mencapai setengah ton saat ia tumbuh dewasa, Hercules mungkin memang partner gulat yang cocok. Tapi risiko buat dimakan saat lagi latihan bisa aja terjadi, ‘kan? Di sinilah Andy berpikir, kalau hewan tersebut diberikan kasih sayang yang cukup, dia nggak akan menyerang manusia.

Dan ya, selama hidupnya Hercules nggak pernah membunuh atau bahkan menyakiti manusia seorang pun! Ketika Hercules menghilang selama 24 hari saat diajak Andy berenang di sungai, beruang itu lebih memilih kelaparan sampai beratnya turun setengahnya.

Hercules sendiri udah mati di tahun 2000 karena sebab yang wajar.

4. Shaun Ellis – tinggal bersama kelompok serigala

via viralnovelty.net

Waktu itu Ellis masih sangat muda. Usianya masih dua puluhan ketika ia memutuskan buat menjual segala yang dia punya, lalu berangkat ke Idaho, AS, dari Inggris demi menjadi peneliti serigala. Tapi yang unik dari peneliti yang satu ini adalah dia langsung terjun ke lapangan dan hidup bersama kumpulan serigala.

Ellis pernah menuliskan pengalamannya hidup bareng serigala dalam essay yang terbit di The Guardian. Dia pertama-tama mendirikan kemah di dekat sarang serigala, katanya, dan kemudian kelompok serigala itu mulai mempercayainya. Nggak hanya itu, serigala-serigala itu juga membiarkan Ellis buat menjaga anak-anak mereka layaknya pengasuh.

Nggak jarang pula Ellis dikasih daging rusa mentah. Tapi sekali waktu, serigala itu pernah mencoba menggigit mukanya karena dia salah milih bagian daging yang seharusnya dia makan. Itu karena serigala punya hierarki dan aturan yang ketat soal pembagian jatah makanan, katanya.

Shaun Ellis masih hidup sekarang dan menjalankan organisasi yang meneliti serigala.

5. Tippi Degree – satwa di Afrika adalah saudaranya

via telegraph.co.uk

Tippi memang bukan anak yang tinggal bareng hewan, sih. Waktu masih kecil, dia tinggal di Afrika karena orangtuanya bekerja di sana sebagai fotografer. Nah, di Afrikalah Tippi kecil suka bermain dengan hewan-hewan.

via thesun.co.uk

Nggak tanggung-tanggung, temain bermainnya itu termasuk kodok berukuran besar, cheetah, macan tutul, dan burung unta. Sahabat terbaiknya adalah gajah bernama Abu, yang suka dinaikinya saat bermain bareng.

Bingung ya, kenapa orangtuanya bisa membiarkan Tippi bermain sama hewan-hewan liar? Justru itulah, ibunya pernah ngasih tahu Telegraph kalau hewan-hewan yang bermain sama Tippi merupakan hewan yang sudah dijinakkan atau yang sudah terbiasa dengan manusia.

Sekarang Tippi udah dewasa dan nggak tinggal di Afrika lagi. Dia meninggalkan Afrika waktu umurnya 10 tahun.

Tertarik buat tinggal bareng hewan liar? Hahaha. Satu hal yang bisa dipetik, jangan bawa simpanse ke rumah kamu.