Mau Tahu Kapan Serial TV Mencapai Masa Keemasannya? Baca Dulu Penjelasan Ilmiahnya

Yup, persoalan seperti menurunnya rating serial TV memang nggak bisa terelakkan. Serial TV sekaliber Westworld saja pernah mengalaminya.

Dari permasalahan tersebut, otomatis muncullah satu pertanyaan: kapan (episode ke berapa) suatu serial TV biasanya mencapai puncak keemasannya? Adalah The Ringer yang melakukan analisis terkait dengan penentuan episode terbaik pada serial TV.

via thequickescape.com

Bagaimana hasilnya? Berikut penjelasannya .

Berdasarkan data rating IMDb dari hampir 1.500 serial TV yang dikelompokan ulang ke dalam tiga kategori (drama, komedi, dan dramedi), The Ringer, seperti dilansir dari The A.V. Club, memaparkan dalam grafik yang ada di bawah ini bahwa kebanyakan serial TV memulai episode dengan rating yang cukup rendah.

Menurut salah satu produser Freaks and Geeks, Judd Apatow, kecenderungan yang terjadi di episode awal ini disebabkan karena pihak produser belum menemukan arahan yang tepat untuk serial TV ke depannya. Barulah setelah itu, lonjakan rating baru mulai terlihat setelah serial TV menayangkan sekitar 30% dari keseluruhan episodenya. Tapi nggak lama kemudian, biasanya rating mengalami penurunan lagi, dan baru meningkat kembali di akhir, sebelum serial tersebut tamat.

Hasil analisis tersebut jelas bisa menjadi tolak ukur bagi penggemar serial TV, terutama kamu yang malas nonton episode yang membosankan misalnya. Tapi karena penelitian ini didasarkan pada nilai rata-rata dari kumpulan data yang diteliti (hanya sekitar 1500 judul serial TV & anime), beberapa judul mengalami pasang surut rating yang berbeda-beda lho.

Rating Breaking Bad via robarthur.shinyapps.io

Sebagai contoh, Breaking Bad (2008) yang walaupun ratingnya sempat turun, tapi penurunan itu nggak tampak signifikan jika dibandingkan dengan stabilnya kenaikan rating.

Berbanding terbalik dengan Breaking Bad, Westworld yang awalnya memulai musim pertamanya dengan rating cukup baik justru mengalami penurunan yang drastis. Bahkan musim keduannya berjalan lebih buruk lagi.

Penurunan rating itu bisa terjadi selain karena faktor kualitas cerita, ekspektasi yang tinggi dari penonton pun bisa ikut memengaruhi. Apalagi ketika pemberitaan mengenai jumlah anggaran produksi Westworld yang mencapai $100 juta (Rp1,4 triliun), serta keterlibatan J.J. Abrams di dalam produksi, penonton tentu menaruh harapan besar pada serial ini. Tapi sayangnya Westworld kurang mampu memenuhi ekspektasi penonton akibat terlalu rumitnya cerita yang disajikan.

via businessinsider.sg

Alhasil, hal ini justru menjadi salah satu bumerang bagi Westworld, sebab minat yang tinggi tentu harus dibarengi dengan hasil yang memuaskan. Dan jika hasilnya nggak memenuhi ekspektasi, akibatnya penonton kehilangan minat untuk mengikuti kelanjutannya.

Lika-liku perjalanan serial TV memang cukup rumit kalau dibandingkan dengan pembuatan film. Banyaknya episode serta kru yang terlibat dalam proses produksi tentu jadi salah satu kesulitan terbesar dalam penggarapan serial TV. Belum lagi jika suatu serial TV berisikan banyak season.

Nah, menurut kamu, melihat hasil dari analisis yang dipaparkan the Ringer, apa itu cukup untuk menilai kesuksesan suatu serial TV? Atau ada faktor lain yang membuat serial TV seperti Games of Thrones atau The Walking Dead selalu dinantikan para penggemarnya? Cantumkan saja pendapat kamu di kolom komentar ya.