Menengok Sejarah Yerusalem, Ibukota yang Sering Dijadikan Rebutan Banyak Negara dan Kerajaan

Namun siapa sangka sejatinya tidak hanya Israel dan Pelestina yang sempat menjadikan daerah ini sebagai ibukotanya. Pasalnya zaman dulu sangat banyak Kerajaan dan negara yang sempat mendudukinya. Bahkan mungkin Cuma Yerusalem lah satu-satunya kota di dunia yang pernah mengalami pemerintahan tiga agama ( Islam, Kristen, Yahudi). Agar tidak penasaran, simak ulasan berikut.

Jadi wilayah rebutan oleh Kerajaan-kerajaan besar di era klasik ( SM)

Ternyata daerah suci ini dari dulu memang sudah jadi rebutan oleh kerajaan-kerajaan besar. Ya, mulai dari Kerajaan kuno bangsa Israel hingga kekaisaran Persia pun sempat menjadikan kota ini jadi pusat pemerintahannya. Konflik terus berlanjut, Yerusalem jatuh dari satu kekuasaan ke yang lainnya, hingga akhirnya Kerajaan Romawi pun juga mulai tertarik dengan daerah suci itu.

persia [image source]

Alhasil berkerja samalah pasukan kristen Romawi dengan Bizantin ( Konstantinopel) dalam upaya menaklukan kota suci tiga umat agama itu. Di masa ini, Kerajaan-kerajaan kecil lainnya sudah tidak berani mengusik lagi, kecuali Kerajaan Sasaniyah ( Persia kedua) dan dari pihak intern ( Israel dan Palestina) sendiri. Ya, seperti sebelumnya, kekuasaan silih berganti pada Kerajaan-kerajaan itu.

Cahaya baru dari Arab, kekalifahan menguasai Yerusalem dalam beberapa masa

Siapa sangka dalam perebutan wilayah Yerusalem oleh beberapa Kerajaan, sebuah agama yang lumayan baru waktu itu, Islam, juga melirik Yerusalem. Ya hal ini dilatarbelakangi saat Yerusalem sempat dijadikan kiblat, namun berdasarkan perintah Nabi Muhammad, akhirnya kiblat umat Islam diganti ke Mekkah. Sejak sepeninggal Nabi Muhammad, kekhalifahan melakukan penaklukan pada kota suci ini, dan para kaum-kaum yang sempat diusir oleh  pemerintahan sebelumnya seperti Yahudi dan bangsa asli diperbolehkan menempatinya.

Pasukan Arab [image source]

Mengingat kota suci itu sering jadi perebutan tiga agama kekhalifahan membuat sebuah perjanjian memberikan toleransi untuk masing-masing agama beribadah tanpa diganggu. Namun lama-kelamaan pengaruh Arab mulai meredup hingga akhirnya Yerusalem jatuh kembali jadi tempat rebutan, hingga perang Salib pun berkobar di sana.

Diambil alih oleh pemerintahan Ustamniyah hingga Britania, pembangunan ulang Yerusalem

Setelah pertempuran panjang yang terjadi di Perang Salib, dalam beberapa tahun ke depannya Yerusalem diambil alih oleh pemerintahan Turki Ustmani, di masa inilah pembangunan kembali kota suci ini jadi ramai digalakkan. Mulai dari tembok-tembok pelindung yang runtuh karena perang salib hingga renovasi tempat-tempat ibadah. Di saat itu pula pembaharuan juga banyak temui, mulai dari sistem pos modern, aspal hingga kereta api pertama di sana.

Pasukan Ustmani [image source]

Akan tetapi pemerintahan Ustmaniyah di sana tidak bertahan lama lantaran adanya konflik dengan Britania dan akhirnya menyerahkan kekuasaannya. Ya meskipun pemerintahannya berbeda, ternyata Britania juga memberikan banyak pembaharuan bagi Yerusalem, mulai dari pembangunan Universitas hingga taman-taman indah di sana.

Hengkangnya Britania, Yerusalem jadi ibukota dua negara Yordania vs Israel

Setelah Britania memilih menarik diri dari kota suci itu, terjadilah pembagian kekuasaan antara dua kubu di sana. Ya, Yordania dan Israel. Bahkan kedua negara ini sama-sama mendeklarasikan bahwa Yerusalem jadi ibukota mereka. Alhasil dibuatlah sebuah pembatas bagi kedua negara di tanah sakral itu.

Yerusalem dan Israel [image source]

Di saat ini pulalah para pengungsi Palestina yang sempat terusir karena perang, diizinkan menempati kembali wilayahnya oleh Yordania. Namun demikian, sering terjadi peperangan kecil di daerah pembatas itu yang mengakibatkan jadi tidak terlalu kondusif.

Yerusalem sekarang, ibukota Palestina dan Israel

Yordania dan Liga Arab memberikan mandat pada rakyat Palestina untuk menentukan masa depannya, di saat itu pula mereka menyatakan kalau Yerusalem merupakan ibu kotanya. Namun siapa sangka Israel pun melakukan hal demikian dengan menjadikan Yerusalem jadi pusat pemerintahannya. Sampai sekarang hal ini tetap jadi polemik oleh organisasi-organisasi dunia.

Trump di israel [image source]

Bahkan beberapa negara besar pun jadi terpecah mendukung kedua belah pihak. Rusia dan Tiongkok mengakui secara resmi kedaulatan Yerusalem jadi Ibu kota Palestina. Sebaliknya Amerika, seperti yang diungkapkan Presiden Trump beberapa waktu yang lalu, mengakui kedaulatan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Terlepas dari segala polemik yang ada saat ini, memang dari dulu kota ini selalu jadi rebutan. Bukan karena apa, memang dari sejarahnya Yerusalem menjadi daerah suci tiga agama yang berbeda. Namun kita harap, dalam segala perselisihan yang ada, tidak lagi memakan korban seperti yang dulu, karena semua bisa dibicarakan baik-baik.