Mulai dari Begal hingga Ojek, Inilah Nasib 5 Pemain Timnas yang Tak Berjaya Lagi

Begitu pula yang terjadi pada beberapa pemain ini. Meskipun dulu sempat jaya bersama timnas Indonesia, rupanya di masa pensiunnya mereka memilih profesi yang tak disangka. Mulai dari jadi tukang ojek hingga begal yang meresahkan masyarakat. Lalu benarkah semiris itu? Simak ulasan berikut.

Kiper timnas U-17, memilih keluar dan masuk dalam dunia begal

dedek hendri [image source]

Sebenarnya apa yang terjadi pada Dedek Hendri ini menjadi tamparan bagi para pencinta sepak bola tanah air. Pasalnya tahun lalu, mantan kiper timnas ini ditangkap oleh polres Pekanbaru lantaran aksi curanmor dan pembegalan yang dilakukan. Usut punya usut, sudah lama dia melakukannya karena himpitan biaya hidup. Ya, itu semua berawal saat keluar dari timnas U-17 tahun 2008 asuhan Benny Dollo. Keputusan besarnya itu diambil lantaran mendengar kabar orang tuanya yang akan bercerai. Sejak saat itulah Dedek Hendri menjadi frustrasi dan mulai mengenal dunia narkoba dan kriminal.

Banting setir jadi peternak ikan karena PSSI waktu itu tidak karuan

tanto mantan timnas

Nama Wahyu Wijiastanto mungkin saat ini jarang didengar lagi, namun siapa sangka kalau pria yang akrab dipanggil Tanto ini dulunya adalah kapten timnas. Ya, lantaran adanya konflik dalam internal PSSI, pemain berumur 30 tahun ini memilih hengkang dari dunia sepak bola. Meskipun sudah gantung sepatu bukan berarti Tanto menganggur, pasalnya dia menekuni bidang ternak ikan dan burung sebagai mata pencaharian. Hasilnya ternyata lebih menjanjikan, bayangkan saja dalam tiga bulan Tanto bisa saja mengantongi omset sampai 10 juta. Mantan pemain Semen Padang ini mengaku tidak mau lagi menggeluti dunia bola, meskipun beberapa temannya dulu sempat mengajaknya kembali bermain di klub, namun ditolak mentah-mentah.

Alumni akademi Ajax Amsterdam yang jadi petugas pengecoran

irvin museng [image source]

Karir Irvin Museng sempat melejit lantaran aksinya saat bermain dengan timnas dan dipuji banyak pemerhati bola. Apalagi mengingat dirinya merupakan jebolan kademi bola Ajax Amsterdam. Bahkan waktu itu Irvin sempat dijuluki “The Golden Boy” lantaran memiliki skill hebat pada usia muda, mungkin zaman sekarang karirnya mirip dengan Egy Maulana Vickri. Namun siapa sangka kalau pemain yang beberapa kali membela timnas merah putih itu kini menjadi petugas pengecoran. Hal itu diketahui dari kicauan twitternya sendiri yang sempat viral di kalangan netizen.

Fachri Firmnasyah, cidera memaksanya jadi kuli dan security

fachri-firmansyah [image source]

Nasib miris dialami oleh salah satu mantan pemain timnas Fachri Firmansyah. Sempat membela Indonesia di ajang Spanyol, kejadian tragis meski ia alami. Ya, pasalnya pada salah satu laga itu dirinya mengalami cidera parah yang sulit disembuhkan. Karena musibah itu pula lah Sriwijara FC, klub yang dulu mengontraknya, memutuskan untuk tidak memakainya kembali. Sempat mengalami frustrasi, Fachri memilih jadi kuli. Namun merasa pendapatan tak cukup, Fachri pun banting setir jadi satpam sebagai mata pencaharian sehari-hari.

Anang Ma’ruf pemain timnas yang banting setir jadi driver ojek

anang maruf [image source]

Hal serupa juga terjadi pada Anang Ma’ruf, mantan pemain timnas Garuda yang akhirnya banting setir jadi profesi tak terduga. Ternyata bukan tanpa alasan mantan pemain Persebaya ini memilih profesi tersebut, pasalnya saat ini dia juga sedang fokus pada sekolah bolanya. Memang sempat Anang mau jadi pegawai kantoran, namun kalau dipikir-pikir tidak ada waktu buatnya untuk mengajar, akhirnya profesi ojeklah yang dipilih. Ya, di masa pensiunnya dari lapangan hijau ini, Anang  masih punya niatan untuk membagikan ilmunya pada generasi muda melalui sekolahnya.

Ya seperti itulah beragam profesi tak disangka  para mantan pemain timnas Indonesia saat tidak jadi pemain lagi. Sejatinya ini juga merupakan warning buat Indonesia, mengingat dalam cabang olahraga lain pun para atlet juga mengalami nasib miris. Jangan sampai jadi kacang lupa kulit, setelah mereka berjuang demi negara, eh ternyata tak ada imbalan setimpal yang diberikan.