Necropants: Legenda Celana Kulit Manusia yang Konon Bisa Bikin Penggunanya Kaya Raya

Maaf agak disensor bagian tengahnya/via atlasobscura.com

Hmm… kalau di Indonesia mungkin necropants hampir mirip sama celana yang dipakai Kolor Ijo. Tapi yang bikin necropants kelihatan lebih sangar yaitu bahannya: kulit manusia dari pinggul sampai kaki, lengkap dengan ‘benjolan’ di selangkangan. Tuh, kurang sangar apanya coba? Kalau celana-celana di dunia diibaratkan sebagai suatu kaum, necropants itu rajanya. Di hadapan celana mayat ini, celana Kolor Ijo bakal keliatan kayak rok barbie.

Siapa tahu kamu penasaran, ini foto necropants yang nggak disensor/via kayley-iceland.blogspot.com

Anyway, Necropants jadi bukti adanya praktik ilmu hitam yang dilakoni dukun-dukun Islandia kuno. Menurut legenda, dukun Islandia rela ‘membungkus’ diri dengan kulit manusia untuk memperoleh kekayaan. Tapi apakah benar demikian? Kalau iya, apa pemakainya nggak takut si ‘otong’ di celana itu gerak-gerak sendiri? Hii, kalau saya sih bayanginnya aja udah bikin geli.

Konon, dukun Islandia kuno membuat necropants dari jasad temannya yang sudah wafat. Tapi praktik ilmu hitam itu nggak bisa dilakukan tanpa izin dari pemilik celana yang asli saat masih hidup. Kira-kira kalau dua dukun ngomongin perjanjian necropants begini percakapan mereka:

“Bro, kalau salah satu dari kita mati, yang selamat boleh bikin Nábrók dari jasad kita ya?”

“Oke, siapa takut!”

Saat hari kesepakatan tiba, dukun Islandia bakal menggali kuburan temannya, mengambil jasad, kemudian mulai menguliti bagian pinggul sampai ujung kaki. Tahap ini harus dilakoni dengan teliti dan sempurna. Jika ada bagian yang sobek atau bolong (atau ‘si otongnya’ kepotong sedikit), sesuatu yang nggak diharapkan bisa saja terjadi.

Necropants yang sudah selesai dibuat selanjutnya dipakai oleh dukun… tanpa harus khawatir celana itu bakal kedodoran. Sebab setelah dipakai, kulit mayat bakal langsung menempel ke daging dukun dan menyatu dengan tubuhnya. Tapi ada satu bagian yang nggak akan menempel, yakni kantung kemaluan.

Simbol di tongkat Nábrókarstafur/via ancient-origins.net

Konon di kantung itu, dukun bakal menyimpan mantra ilmu hitam dan uang logam yang dicuri dari janda miskin. Seriusan. Nggak tahu kenapa mereka mencuri dari janda.

Dengan demikian si pemakai bisa mengambil harta sebanyak apa pun dari dalam kantung (kemaluan) di celana ajaibnya sebanyak yang dia mau. Asalkan uang logam dan mantra tersebut masih berada di dalam kantung kemaluan. Bahkan menurut cerita rakyat Islandia, kekuatan necropants bakal semakin besar jika pemiliknya punya tongkat sihir, Nábrókarstafur.

Dari legenda dan sejarah Islandia, para ahli menyimpulkan kalau necropants sebenarnya ritual satanisme, alias pemujaan setan.  Kesimpulan ini didasarkan dari fakta bahwa legenda celana mayat mulai muncul semenjak agama Kristen pertama kali masuk ke Islandia. Sedangkan agama kuno yang menentang Kristen tergolong masih barbar dan kental dengan hal-hal berbau klenik.

Memakai celana mayat artinya melakukan perjanjian dengan iblis. Dan pemakainya otomatis dikutuk masuk neraka. Satu-satunya cara untuk membebaskan kutukan itu adalah dengan meyakinkan orang lain supaya mau jadi ‘majikan’ necropants berikutnya. Tapi buat melepas celana ajaib itu bukanlah perkara mudah. Ada ketentuan khusus yang harus dipenuhi untuk memindahkan kutukan iblis tersebut.

Sementara itu, jika pemakainya mati dalam keadaan terbungkus celana mayat, mayatnya bakal dipenuhi kutu dan arwahnya langsung diseret ke neraka.

Editor’s Pick

  • 5 Tokoh Ini Meninggal Bersama Rahasia Besar Yang Hingga Kini Masih Belum Terungkap
  • Petrus dan Catherine, Beauty and The Beast di Dunia Nyata yang Hidup Sengsara
  • 5 Kisah Nyata tentang Kanibalisme: Menjadi Kanibal demi Bertahan Hidup di Situasi Genting
  • 10 Teori ‘Gila’ Tentang Kehidupan Yang Dipercaya Orang-Orang Di Abad Pertengahan
  • Percaya Nggak Percaya, 4 Perilaku Konyol Masyarakat Modern Ini Ternyata Sudah Eksis dari Zaman Dulu
via en.wikipedia.org

Mungkin sampai sini kamu masih nggak percaya legenda celana trendy dukun Islandia kuno yang bisa bikin kaya raya ini. Saya juga nggak begitu percaya sih. Bahkan manajer Museum of Icelandic Sorcery and Witchcraft, Sigurður Atlason, pun meyakini kalau necropants nggak lebih dari cerita karangan nenek moyangnya. Tapi di sisi lain, Atlason tak menampik adanya kisah masyarakat Islandia yang pernah memakai necropants.

Pada abad 18 di Pulau Papey, Islandia, ada seorang pria yang dituduh tetangganya sebagai pemakai nábrók alias necropants. Pria itu bernama Mensalder Johnson, atau julukannya, Mensalder si kaya raya. Berdasarkan cerita masyarakat Pulau Papey, Mensalder punya harta melimpah yang tak pernah habis semenjak memakai nábrók yang dia buat dari mayat temannya. Sayang, celana terkutuk itu mengambil alih pikiran Mensalder dan membuatnya gila. Hingga akhir hayatnya, Mensalder tak punya kesempatan untuk melepas nábrók dari tubuhnya.

Suatu hari, Mensalder sedang berjalan santai di pulau sebelum badai dahsyat membawanya ke angkasa. Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu tak dapat berbuat apa-apa, mereka hanya bisa melihat Mensalder lenyap dan hilang tanpa jejak. Orang-orang Pulau Papey menganggap kematian Mensalder disebabkan oleh murka Tuhan.

Sekilas, cerita Mensalder di atas mirip sama cerita azab di film religi, cuma ada bumbu-bumbu fiksi ilmiahnya gitu. Well, legenda Pulau Papey itu pun bisa jadi hanya gosip yang beredar dari kecemburuan sosial. Dan faktanya, necropants yang ada di museum klenik Islandia di atas cuma replika buatan seniman lokal, Árni Páll Jóhannsson. Barangkali kalaupun kisah necropants di Islandia benar adanya, sangat sulit untuk membuktikan keberadaan necropants asli. Apalagi celana kulit manusia yang masih terjaga keutuhannya selama ratusan tahun.

Sesuatu yang berbau klenik kayak necropants nunjukkin adanya kepercayaan akan hal-hal gaib di Eropa, khususnya di Islandia abad pertengahan. Hal yang sama pun pernah (atau masih suka?) dilakukan orang-orang kita, bukan? Tapi kalau dukunnya nyuruh pakai celana mayat, apa kamu mau? Yuck!