Nggak Cuma Menampilkan Cuplikan, Ini 5 Fakta tentang Trailer Film yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Berkat kemudahan aksesnya, saya yakin kalau trailer sangat membantu kita untuk menilai sebuah film layak ditonton atau tidak.

Tapi apa kamu tahu, kenapa terkadang trailer film justru lebih menarik dibanding filmnya? Nah, orang-orang yang selama ini bekerja di balik pembuatan trailer membeberkan fakta-fakta menarik nih lewat video dari Vice News.

Atau kamu bisa baca rangkumannya di bawah.

Studio film nggak pernah terlibat pembuatan trailer

via youtube.com

Meskipun trailer menampilkan cuplikan adegan yang ada di dalam film, tapi buat urusan pembuatannya, pihak studio justru menyerahkan tugas tersebut ke pihak lain, yakni agensi iklan yang khusus menangani pembuatan trailer film. Yup, bahkan sutradara sekalipun jarang lho ikut campur dalam pembuatan trailer.

Lalu kenapa mesti pihak lain yang dilibatkan dalam penggarapan trailer? Salah satu alasannya: bisnis. Seperti yang sudah disebutkan, trailer punya peran penting dalam promosi film. Dan dalam bidang bisnis, target akhir dari promosi adalah mencari keuntungan.

Jika tujuan dari tim produksi film adalah menciptakan sebuah karya berdasarkan minat mereka pada dunia film, agensi iklan melihat trailer sebagai salah satu alat untuk menarik minat orang untuk menonton. Itu makanya mengapa pihak studio lebih memercayakan agensi iklan buat pembuatan trailer.

Trailer punya trik untuk menarik perhatian kita

via premiumbeat.org

Trailer film nggak bisa disederhanakan sebagai kumpulan dari cuplikan adegan saja. Pihak agensi iklan punya beberapa trik yang dipakai dalam trailer untuk memancing perhatian kita. Contohnya saja penggunaan efek suara yang diulang-ulang.

Kalau kamu sering menonton trailer film, efek suara foghorn di trailer Inception (2010), atau “sixty voice rise” di akhir trailer Jungle Book (2016) selalu dipakai di setiap trailer film. Agak klise sebetulnya, tapi  penggunaan efek suara ini justru menjadi teknik yang efektif dipakai dalam trailer.

Selain itu, Emily Webber, selaku wakil presiden dari Position Music, menambahkan kalau pemakaian lagu pada trailer pun sering dilakukan untuk menciptakan atmosfer yang menarik saat menontonnya. Contohnya, trailer Logan memanfaatkan lagu Hurt dari Johnny Cash untuk menciptakan intensitas yang cukup kuat. Belum lagi dialog akhir yang memperkuat trailer tersebut. Rasanya dua menit saja sudah cukup untuk menggambarkan betapa kerennya film itu. Kalau kamu pengin tahu, tonton saja cuplikan trailernya di bawah ini.

Grafik hijau di awal trailer itu punya fungsinya lho

via medium.com

Apa kamu pernah melihat grafik berwarna hijau di awal trailer? Grafik tersebut disebut green band, penanda untuk trailer yang boleh ditonton segala kalangan. Green band pada trailer tersebut diberikan oleh MPPA (semacam KPI-nya Amerika Serikat).

Kamu nggak bakal melihat adegan kekerasan, orang berkata kasar, bercak darah, atau berbagai hal yang senonoh dalam trailer yang mendapat green band. Meskipun kebanyakan trailer mendapat green band, beberapa trailer film juga ada lho yang mendapat red band.

Berbeda dengan green band, editor dan asisten produser dari mOcean, Tony Kubek dan Kevin Coe, menjelaskan red band diberikan untuk trailer yang hanya boleh ditonton kalangan dewasa. Jadi, trailer yang menyandang red band bisa saja menampilkan cuplikan adegan yang nggak patut dilihat mereka yang masih di bawah umur, meskipun jadinya bikin penasaran untuk ditonton.

Editor’s Pick

  • Wah, Ternyata Ada 3 Pelajaran Hidup yang Bisa Kamu Petik dari One Piece, Lho!
  • 10 Kostum Superhero Marvel Versi Film Yang Kalah Keren Dibanding Versi Komiknya
  • Penggemar Thriller Merapat! 5 Film Misteri Thriller Anti-Mainstream Keren Ini Bakal Bikin Kamu Gak Berkedip!

Nggak semua yang ada di trailer itu, ada juga di filmnya!

via independent.co.uk

Tujuan pembuatan trailer adalah untuk menarik perhatian orang supaya menonton filmnya. Dengan kata lain, penonton diminta untuk menaruh ekspektasi kepada film tersebut. Tapi faktanya nggak semua yang ditaruh ke dalam trailer itu sama bagusnya dengan apa yang sebenarnya terjadi dalam film.

Rasa penasaran yang besar memang jadi sasaran utama bagi pihak agensi iklan untuk menarik atensi calon penonton film. Hal inilah yang membuat pihak agensi iklan nggak segan-segan melakukan tindakan cukup riskan dalam proses pembuatan trailer. Misalnya dengan menjadikan aktor yang sebetulnya mendapat porsi kecil di film sebagai bintang utama dalam trailernya.

Cara tersebut sah-sah saja sih dilakukan. Hanya saja terkadang kebijakan tersebut justru berbutut panjang, bahkan bisa dibawa ke meja pengadilan. Serius, hal ini pernah terjadi kala trailer Suicide Squad dianggap “Iklan palsu yang tidak adil” karena menampilkan sedikit adegan dari karakter Joker di filmnya.

Industri yang bergantung pada jumlah “klik”

via youtube.com

Sebagai salah satu industri yang bergantung dari jumlah penonton di platform online, agensi iklan tentu sadar jika tugas utama mereka adalah untuk mendapat sebanyak-banyaknya “klik” dari penonton.

Ya, meskipun penghargaan untuk pembuatan trailer sudah ada, tapi bisnis trailer tetap saja membutuhkan keuntungan secara finansial. Mereka melakukan berbagai upaya untuk membuat trailer bisa menarik perhatian orang.

Jonathan Gitlin, co-president dari Create Advertising, menyatakan bahwa bisnis trailer bukanlah bentuk seni murni, tetapi seni komersial. Gitlin menambahkan jika trailer sudah tayang dan jadi viral, kemungkinan filmnya bakal sukses menjual banyak tiket. Dari situlah, kita bisa mengatakan target suatu agensi iklan telah tercapai.

Melihat antusiasme kebanyakan orang lewat trailer reaction di YouTube, ulasan film, bahkan diskusi di forum-forum, trailer sekarang berubah menjadi fenomena baru yang nggak cuma dipakai untuk menilai kesuksesan suatu film. Bahkan trailer film justru membuka ladang bisnis baru yang belum pernah kita bayangkan.

Nah, gimana apa kamu tertarik untuk jadi YouTuber yang membahas trailer film?