Nggak Disangka, Ternyata Cerita Asli dari 7 Film Disney Ini Kelam Banget

Tapi, itu karena kita belum tahu kisah asli di balik film tersebut.

Daripada kamu penasaran, mendingan kita langsung simak aja yuk gimana cerita versi original dari film-film yang digemari banyak anak kecil ini.

1. Kisah Cinderella yang lebih mirip film horor sadis

via rotoscopers.com

Selama ini kita tahu Cinderella hidup bahagia selamanya dengan pangeran berkat sepatu kaca yang tertinggal. Sementara kedua saudari tirinya nggak terpilih karena kaki mereka nggak muat di sepatu kaca itu.

Tapi dalam versi asli karangan Charles Perrault, dua saudari ini mesti memotong jari-jari kaki mereka. Adalah sang ibu yang tega menyuruh mereka melakukan itu agar kaki mereka muat di sepatu kaca.

Dan nasib sial mereka belum berhenti sampai di situ. Saat pesta pernikahan Cinderella dan sang pangeran, burung merpati “usil” mematuk dan mencabut bola mata mereka. Akibatnya udah pasti, mereka jadi buta. Entah apa reaksi Cinderella melihat nasib malang kedua saudari tirinya.

2. Ciuman nggak cukup untuk membangunkan Putri Aurora

via medievalists.net

Dongeng Putri Tidur atau Sleeping Beauty bisa diringkas sebagai berikut: Putri Aurora dibuat tidur selamanya oleh Maleficent. Pangeran tampan datang dan menciumnya. Putri Aurora bangun dan mereka hidup bahagia selamanya.

Versi Giambattista Basile nggak sesederhana itu. Ceritanya bisa disebut pelik malahan.

Jadi, sebenarnya prince charming nggak pernah mencium sang putri. Entah karena nafsu atau apa, tapi ia bertindak lebih jauh dengan (maaf) menyetubuhinya. Lalu ia pergi begitu aja, meninggalkan Putri Aurora yang masih tidur.

Saat sang putri terbangun dan melahirkan anak kembar, mereka pun pergi ke istana sang pangeran yang kini telah menjadi raja. Tapi alangkah terkejutnya ia ketika mendapati si raja cabul ini udah punya istri. Terlebih lagi istri sang raja hendak membunuh Aurora.

Untungnya, si raja yang cabul berhasil menghentikan aksi istrinya. Caranya pun nggak tanggung-tanggung, sang ratu dilempar ke dalam api yang menyala-nyala. Setelah tak ada lagi halangan, barulah raja menikahi Aurora.

Jadi penasaran, gimana perasaan Aurora menikah dengan orang yang dulu menodainya ketika ia lagi nggak berdaya?

3. Penyihir di Snow White mati dengan cara yang jauh lebih sadis

via wizarddojo.com

Putri Salju diracun oleh ratu sekaligus penyihir saat ia tinggal bersama tujuh kurcaci. Nggak nerima satu-satunya cewek cantik di rumah harus mendapat perlakuan seperti itu, para kurcaci pun bertekad membalas dendam. Aksi membalas dendam yang sering kita temui di film thriller Korea inilah yang mengantarkan si penyihir jatuh dari tebing dan tewas seketika.

Itu cerita Putri Salju/Snow White yang kita saksikan di film Disney. Sedangkan versi Brothers Grimm punya perbedaan dari cara kematian si ratu jahat.

Yup, ratu itu dipaksa menari sambil memakai sepatu dari besi panas sampai dia mati. Hmm… ngomong-ngomong soal sadisme ekstrem.

4. Bocah kayu populer itu ternyata nakalnya kebangetan

via chrislejarzar.wordpress.com

Kalau kamu seorang bocah yang terbuat dari kayu dan ingin jadi manusia, jangan pernah menyerah. Pinocchio aja bisa melakukannya, walaupun tentu dengan bantuan magic.

Tapi kalau kamu sudah membaca cerita asli Pinocchio karangan Carlo Collodi, mungkin kamu harus mikir-mikir lagi buat menjadikan Pinocchio sebagai bahan panutan.

Aslinya, bocah kayu ini bisa dibilang pencuri yang punya perangai buruk. Ayahnya aja, Geppetto, pusing mikirin Pinocchio. Akhirnya, Pinocchio mesti merelakan nyawanya berakhir di tangan seekor rubah dan kucing yang sudah muak melihat kelakuannya.

Ya, ia mati digantung di pohon. Ia bahkan nggak sempat berubah jadi manusia.

Editor’s Pick

  • Percaya Nggak Percaya, 5 Barang Selundupan Ini Ternyata Dijual Di Pasar Gelap! Konyol Banget Deh
  • Gara-gara Black Panther, Daerah Wauconda di Illinois, Amerika Serikat Jadi Populer
  • 4 Penjahat Ini Ditangkap Polisi Karena Alasan Konyol Yang Bisa Bikin Kamu Ketawa
  • Ada Lagi Nih 10 Kisah Orang Yang Meninggal Karena Kebodohannya Sendiri, Jangan Ditiru Ya Guys
  • Hanya Karena Warna Kulit, Model Satu ini Dulunya Sering Banget Dirundung

5. Kisah tragis Quasimodo

via tribecafilm.com

Terlahir dengan fisik cacat dan rupa yang buruk nggak menghalangi Quasimodo untuk jatuh cinta pada wanita gipsi. Malahan ia juga berhasil menyelamatkan nyawa wanita yang ia cintai itu dari ancaman hukuman mati.

Kisah The Huncback of Notre Dame yang indah itu sebenarnya bernuansa tragis dalam novel berjudul sama karya Victor Hugo.

Walaupun jatuh cinta pada wanita bernama Esmeralda, Quasimodo tanpa sengaja menjadi penyebab tertangkapnya Esmeralda. Ia tak berdaya dan hanya bisa menyaksikan wanita yang dicintainya itu digantung di depan matanya.

Dengan penuh penyesalan, ia lalu mendatangi makam Esmeralda. Ia bahkan enggan beranjak dari tempat itu meskipun perutnya keroncongan. Akhirnya ia mati karena kelaparan.

6. Heroisme yang berakhir dengan lara

via pinterest.com

“Saya seorang wanita, saya selamat dari peperangan, dan itu sudah cukup. Sekarang saya ingin bersama ayah saya.” Itulah kata-kata terakhir Mulan sebelum bunuh diri.

Yup, dalam puisi Hua Mulan, semuanya berjalan buruk untuk Mulan. Setelah Cina kalah perang, Mulan ditawan. Ia menolak saat ditawari jadi istri seorang Khan dan lebih memilih kabur, pulang ke rumah.

Tapi semuanya sudah terlambat tatkala ia sudah berada di rumah, ibunya memilih untuk menikah lagi setelah ayahnya mati terbunuh. Melihat kondisi yang ia hadapi, meluncurlah kata-kata terakhirnya tersebut.

Sungguh berbeda dari penggambaran film Mulan garapan Disney. Dalam film itu, Mulan diceritakan sebagai perempuan yang menyamar sebagai laki-laki demi bisa ikut berperang. Perang dimenangkan Cina dan Mulan hidup bahagia.

7. Kemalangan ironis si Putri Duyung

via trueclassics.net

The Little Mermaid mengenalkan kita pada Ariel, putri duyung yang sedang mencari cinta sejatinya. Demi cinta, ia bahkan rela mendapat sepasang kaki walaupun di saat bersamaan, ia juga kehilangan suaranya. Mau gimana lagi, Ariel dapet rupa manusia gara-gara bikin perjanjian sama penyihir, sih.

Singkat cerita, ia menemukan cinta sejatinya, Pangeran Eric. Dan seperti kebanyakan film Disney lainnya, mereka hidup bahagia selamanya.

Kalau kamu baca versi dari Hans Christian Andersen, kehilangan suara bukan satu-satunya syarat agar Ariel bisa dapat kaki manusia. Ya, walaupun ia dapat kaki, tapi kakinya bakal kerasa sakit luar biasa.

Dan sepertinya si Pangeran nggak tertarik sama perempuan yang kakinya selalu sakit, karena ia lebih memilih perempuan lain untuk dinikahi. Sedangkan Ariel? Ia bunuh diri dengan menceburkan dirinya ke laut.

Bisa dimengerti kalau cerita original ini nggak mungkin diadaptasi jadi tontonan anak kecil. Tapi bagi sebagian orang dewasa, cerita ini sepertinya menarik untuk ditonton di layar lebar, bukan?

Sumber: Buzzfeed.com