Pahajatan, Kampung ‘Urang Halus’ yang Dipercaya Bisa Kabulkan Hajat Masyarakat

Sesuai dengan namanya, Pahajatan diidentikkan dengan kampung tempat meminta segala hajat dan keinginan. Mari kita ulas kisah lengkap tentang kampung yang terkenal dengan penghuni ‘urang halus’ ini.

Letak kampung di tengah hutan dan dihuni oleh makhluk astral

Pahajatan ini letaknya ada di desa Tungkap, Kecamatan Paringin Selatan, Balangan. Letaknya yang di pinggiran desa membuat siapapun yang ingin berkunjung harus melewati hutan belantara sekitar 15 menit. Sebelum masuk ke gerbang kampung ini, bulu kuduk pasti merinding dan ada sensasi horror, namun menurut salah satu pengunjung setelah masuk kampung perasaan tersebut berangsur akan hilang.

Ilustrasi Makhluk Astral [Image source]

Di kampung ini sudah berdiri sebuah rumah tua yang pertama kali dibangun sejak tahun 1940, usianya sudah lebih dari 70 tahun. Mengenai ‘penghuni’ kampung, mereka hanya bisa ditemui dua hari dalam satu minggu, yaitu Senin dan Jumat, karena pada hari lain, ‘urang halus’ tidak berada di sana.

Kampung tempat meminta hajat

Ya, seperti namanya kampung yang disebut Pahajatan ini adalah tempat warga meminta dan menyebutkan hajat mereka. Kampung ini tidak hanya sering didatangi warga setempat saja, tapi juga yang berasal dari luar kota bahkan luar pulau Kalimantan. Seperti tempat mistis lain, setiap pengunjung yang pergi ke sana, mereka dianjurkan membawa bahan makanan seperti sesajen, meliputi nasi ketan, kopi, telur dkk.

Ilustasi Sesajen [Image source]

Yang uniknya, makanan tersebut bukan ditinggal untuk para ‘penghuni’ kampung, melainkan  dimakan bersama-sama pengunjung lain. Untuk acara makan bersama, di sana ada sebuah pendopo yang bisa dinaiki oleh orang dewasa.

Rumah mini yang dibangun sebagai ucapan terimakasih

Setelah hajat orang yang datang tersebut terkabul, mereka akan datang lagi untuk memberikan hadiah dan ucapan terimakasih. Biasanya kebanyakan orang akan membangun rumah mini yang ukurannya sangat kecil, di pintu rumah tersebut ditulis nama pemilik dan tahun dibangunnya. Hingga sekarang ada ratusan bahkan ribuan rumah mini yang dibangun oleh mereka yang hajatnya telah tercapai.

Rumah di Pahajatan [Image source]

Jika dilihat rumah yang dibangun tersebut terdiri dari berbagai desain rumah adat, dari rumah khas Kalimantan Selatan, Kalteng, bahkan rumah adat Jawa juga ada. Seperti yang diungkap oleh juru kuncinya, Asran, membangun rumah itu bukanlah hal wajib, ucapan terimakasih juga bisa diganti dengan kembang tuju rupa, kain kuning, atau benda lain.

Seperti apa hajat yang dikabulkan?

Asran sang juru kunci menyebut bahwa kampung Pahajatan lebih tepatnya disebut sebagai tempat untuk bertawassul layaknya kebanyakan makan para wali, bukan dituhankan. Berbagai pengunjung mulai dari orang biasa, pejabat, hingga militer pernah mengucapkan hajat mereka di sana. Hanya saja, yang akan mendapat bantuan untuk dikabulkan adalah hajat yang baik saja, seperti contoh: jika mereka datang dengan meminta nomer togel, maka hajat seperti ini akan lewat begitu saja.

Ilustrasi orang meminta hajat [Image source]

Berbeda jika dia menginginkan untuk sukses dalam usaha, maka akan disampaikan melalui perantara kepada sang khalik. oleh karena itu, sebelum datang ke kampung ini, niatkan permintaan yang bagus dan baik.

Penuturan juru kunci kampung Pahajatan

Asran (41) adalah juru kunci turun temurun kampung ini. Menjadi juru kunci Pahajatan awalnya bukanlah keinginan Asran, ia malah membuat tantangan ‘jika ia bisa membangun rumah dalam waktu dekat, ia bersedia menjadi juru kunci Pahajatan, menggantikan posisi ayahnya’. Benar saja, dalam hanya beberapa bulan bekerja, ia berhasil mengumpulkan uang 55 juta kemudian membangun rumah.

Kampung Pahajatan Kalimantan [Image source]

Tak lama setelah menjadi sang juru kunci, Asran didatangi oleh seorang kakek tua yang mengaku pemimpin Pahajatan. Asran kemudian diberikan buku sebagai panduan untuk menahan segala nafsu duniawi selama 41 hari. Tak disangka, setelah ritual 41 hari tersebut, Asran mengaku seperti mendapat ilmu laduni dan bisa menerawang hajat orang yang datang ke kampung tersebut.

Kampung ini memang benar adanya, namun mengenai tindakan orang-orang yang datang dan meminta dikabulkan hajatnya, akan lebih baik jika dibarengi dengan kerja keras dan semangat yang gigih. Karena, segala sesuatu yang ingin kita capai di dunia ini harus diimbangi dengan usaha. Kalau ingin kaya, hidup makmur, bekerja keraslah dan berdo’a. Karena tak akan ada sesuatu yang didapat secara instan.