Pengingat yang Bagus tentang Pentingnya Persatuan Bangsa, 5 Film Ini Layak Kita Tonton

Kita coba ingat lagi bareng ya. Hari Kesaktian Pancasila itu ditetapkan pemerintah setelah sehari sebelumnya terjadi peristiwa yang dikenal dengan G 30 S, satu peristiwa pelik dalam sejarah negeri ini. Untuk lebih lanjutnya sih, kamu bisa buka kembali buku sejarah atau googling.

Bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, saya mau kasih rekomendasi 5 Film Indonesia yang bisa mengingatkan kita akan pentingnya persatuan Indonesia. Tak hanya itu, deretan film ini juga bisa jadi pengingat yang bagus bahwa negeri kita tercinta ini terdiri atas banyak bangsa, sesuatu yang belum tentu dimiliki negeri lain.

Lalu film apa sajakah yang saya rekomendasikan?

Tanda Tanya (?)

Salah satu scene terbaik film ini/via youtube.com

Film yang rilis tahun 2011 ini menceritakan tentang toleransi beragama, baik antar umat seagama maupun antar umat beragama. Terinspirasi dari peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan agama seperti penusukan pastor di Bekasi pada tahun 2010 dan meninggalnya seorang banser saat menjaga malam Natal pada tahun 2000, Hanung Bramantyo merangkai peristiwa demi peristiwa tersebut dalam sebuah film yang diberi judul Tanda Tanya (?)

Dalam film yang naskahnya ditulis oleh Titien Wattimena ini, karakter yang digambarkan merupakan sosok yang mencerminkan keberagaman di Indonesia. Mulai dari seorang wanita muslimah yang harus bekerja di restoran yang menjual makanan non-halal, aktor muslim yang sulit mendapat peran hingga akhirnya dia menerima tawaran menjadi Yesus, hingga sosok ibu muda yang berkonflik dengan dirinya sendiri sehingga memutuskan pindah keyakinan.

Bisa saya bilang, film ini adalah salah satu karya masterpiece dari perfilman Indonesia yang berbicara toleransi.

Lima

Bagian terbaik dari film ini adalah cerita yang diambil dari sila pertama/via youtube.com

Judul filmnya memang Lima. Ya, itu karena film ini terinspirasi dari jumlah sila dalam Pancasila. Yang tak kalah menarik, film ini pun digarap oleh 5 sutradara sekaligus. Eitts, tapi ini bukan omnibus; Lima betul-betul film panjang yang digarap oleh 5 sutradara. Kayaknya, ini menjadi film Indonesia dengan sutradara terbanyak, hehe.

Apa Lima cuma punya fakta unik seperti di atas? Jelas tidak. Pesan yang ingin disampaikan oleh film ini pun tak kalah menarik: 5 sutradara, 5 cerita, 1 keluarga Indonesia. Ya, masing-masing cerita memang mewakili masing-masing sila dari Pancasila.

Ada yang sudah pernah nonton? Atau kamu bahkan nggak tahu ada film ini di bioskop? Bisa jadi iya, mengingat film yang rilis perdana pada 31 Mei 2018 ini memang sepi penonton dan tak bertahan lama di bioskop.

Oh ya, Lola Amaria yang sering dikenal membuat film-film bertema humanisme seperti Minggu Pagi di Victoria Park, Negeri Tanpa Telinga, dan Jingga, ambil bagian juga sebagai salah satu sutradara film ini.

Soekarno: Indonesia Merdeka

Tidak hanya perjuangannya, Hanung juga berhasil mengikat Soekarno dengan kisah percintaannya/ via youtube.com

Berbicara Pancasila tak lengkap juga jika tidak bicara founding father negeri ini, Soekarno. Diangkat ke layar lebar pada Desember 2013, Soekarno: Indonesia Merdeka berhasil memenangkan kategori tertinggi di Festival Film Bandung 2014 sebagai Film Terpuji.

Film ini menceritakan sosok Soekarno dari kecil hingga masa Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Film ini penuh dengan nilai-nilai patriotisme dan perjuangan, mengingatkan kita nahwa bahwa negeri ini dibangun dengan tetes darah, keringat, dan air mata.

Tapi… film ini sempat kontroversi lho. Putri Soekarno, Rachmawati, mengkritik bahwa Ario Bayu tak cocok memerankan Soekarno. Menurutnya Anjasmara lah yang pas memerankannya.

Pantja-Sila: Cita-cita & Realita

Suguhan yang total dari Tyo Pakusadewo./ via youtube.com

Film ini sangat bermaksud baik dengan menghidupkan kembali Pidato Soekarno tanggal 1 Juni 1945 pada sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Melalui film ini, kita yang hidup di masa kini bisa mendengar kata per kata isi pidato yang dibacakan oleh Soekarno. Dibuat dengan format dokumenter, Tyo Pakusadewo memainkan sosok Soekarno dengan cemerlang.

Peran utama dalam film ini adalah “Isi Pidato Ir. Soekarno” itu sendiri. “Cita-cita” dalam judul mencerminkan berbagai hal yang dijabarkan oleh Soekarno dalam pidatonya. “Realita” mencerminkan berbagai realitas pahit hidup berkebangsaan yang tidak sama dengan apa yang dicita-citakan pada saat Indonesia merdeka, namun tetap menjadi tujuan Dasar Negara Pancasila itu sendiri.

Kids zaman now sudah nonton film ini?

Cahaya Dari Timur: Beta Maluku

Tak salah jika ada ungkapan, olahraga adalah alat pemersatu bangsa. Cahaya Dari Timur: Beta Maluku adalah salah satu film Indonesia yang bercerita tentang sepak bola. Filmnya sendiri sangat unik karena menggunakan dialog Ambon dalam keseluruhan durasi. Selain itu, dipilihnya aktor-aktor muda berbakat asli Maluku untuk mengisi peran anak-anak turut menambah keunikan Cahaya Dari Timur: Beta Maluku.

Ketika film ini berusaha menyatukan konflik dengan sepakbola, yang terjadi sekarang ini sepakbola malah menyisakan konflik. Ironi?/ via youtube.com

Film ini banyak mengajarkan kita untuk kerja keras, meraih mimpi, juga saling menghargai. Film yang dipilih sebagai Film Terbaik Festival Film Indonesia 2014 ini juga kental dengan aspek kultural yang betul-betul mencerminkan Indonesia.

Rasanya, kalau kamu tidak sempat menonton film-film di atas, masa film ini juga tak sempat kamu tonton?

Nah, itu dia 5 rekomendasi film Indonesia yang menurut saya cocok dijadikan sebagai bahan perenungan betapa berharganya persatuan dan kesatuan bangsa. Kalau kamu punya film lain yang direkomendasikan, jangan ragu berbagi di kolom komentar ya.