Percaya Nggak Percaya, 5 Barang Selundupan Ini Ternyata Dijual Di Pasar Gelap! Konyol Banget Deh

Barang-barang dari pasar gelap kebanyakan adalah hasil selundupan alias barang ilegal. Jenisnya pun bermacam-macam, mulai dari pakaian, alat-alat elektronik, sampai obat-obatan terlarang dan senjata api. Tapi ternyata, keju dan nomor telepon juga bisa jadi komoditas pasar gelap lho. Memang terdengar konyol tapi begitulah kenyataannya. Gak percaya? Baca dulu penjelasannya.

1. Sperma manusia, Tiongkok

via businessinsider.com

Bagi pasangan suami istri yang tidak subur, bank sperma bisa jadi solusi alternatif agar bisa memiliki anak. Tapi bagaimana bagi pasangan yang tinggal di negara berpenduduk 1,4 miliar yang hanya menyediakan 11 bank sperma yang minim pasokan? Hmm… caranya yaitu “belanja” di pasar sperma.

Pasangan di Tiongkok yang ingin menghindari antrean bank sperma resmi selama bertahun-tahun bisa mengambil jalan pintas dengan mendaftar ke forum donasi online. Lalu memilih dari banyak pendonor sperma amatir. Proses donornya bisa dengan pembuahan buatan (injeksi) atau berhubungan badan secara langsung.

Salah satu kelompok praktik terselubung ini menjamin kalau para pendonor mereka punya etos kerja yang baik, tidak memandang penampilan klien, dan tidak akan berhenti mencoba sampai ada pembuahan yang sukses. Wow.

Meskipun biayanya lebih mahal dari bank sperma resmi, praktik ini kurang terjamin keamanannya.

2. Keju, Rusia

via dailyreporter.com

Setelah kelompok negara Barat memberlakukan sanksi terhadap Rusia pada tahun 2014, Vladimir Putin membalas dengan larangan impor daging, keju, dan makanan lainnya dari Amerika Serikat dan Eropa. Orang-orang di sana mungkin bisa hidup tanpa daging dan buah-buahan, tapi kalau keju? Hmm… sepertinya tidak. Itulah kenapa keju, mozarella, dan brie jadi komoditas hangat di pasar gelap Rusia.

Pihak berwenang pernah menangkap satu penyelundup yang mengangkut lebih dari 450 kilogram keju dari Polandia ke Rusia. Bagasi dan kursi belakang mobil penyelundup itu dijejali keju yang cukup untuk dikonsumsi selama satu tahun. Polisi Rusia juga pernah menangkap seseorang yang menyelundupkan rennet (bahan untuk membuat keju) dari Eropa untuk pabrik keju di Rusia. Barang selundupan itu pun disita lalu dimusnahkan.

Presiden Vladimir Putin secara khusus memerintahkan pihak berwenang untuk menghancurkan keju yang disita dengan buldozer dan memfilmkannya untuk mencegah praktik ini berlanjut.

3. Nomor telepon wanita, India

via metro.co.uk

Di India, orang-orang biasa mengisi ulang saldo prabayar telepon mereka di toko pulsa. Yaa, kurang lebih sama seperti yang terjadi di negara kita. Biasanya kalau sedang mengisi pulsa, pembeli diminta menyebutkan atau menuliskan nomor teleponnya, ‘kan?

Nah, di India, para penjual pulsa banyak yang sengaja menyimpan nomor pelanggan wanita mereka untuk dijual ke laki-laki hidung belang. Bisnis amoral ini sedang booming dan meresahkan masyarakat, khususnya kaum wanita India.

Harga nomor yang dijual dipatok berdasarkan kecantikan pemiliknya. Nomor wanita yang dianggap “biasa-biasa  saja” biasanya dijual Rp10.000, sedangkan yang dianggap cantik bisa mencapai Rp150.000.

90 persen keluhan yang terdaftar di kepolisian India selama empat tahun terakhir berkaitan dengan wanita yang jadi korban praktik bejat ini. Hmm… please, penjual pulsa di Indonesia gak sampai kayak gini, ‘kan?

4. Sapi, India

via ozy.com

Di India, sapi dianggap sebagai hewan yang sakral. Tapi orang-orang di negara tetangga, Bangladesh, biasa memakan daging sapi. Nah, maka dari itu banyak oknum sengaja menyelundupkan sapi melintasi perbatasan ke Bangladesh. Jumlah sapi yang diselundupkan per tahunnya bisa mencapai 1,5 juta ekor, atau setengah dari daging sapi yang dimakan di Bangladesh per tahun.

Praktik ini juga menjanjikan keuntungan besar; penyelundup bisa membeli sapi seharga Rp1.350.000 per ekor di India dan menjualnya seharga Rp4.750.000 di Bangladesh.

Meskipun tidak mudah untuk menyelundupkan hewan besar seperti sapi, tapi para penyelundup di India punya berbagai cara untuk menyembunyikan kawanan ternak yang mereka bawa. Salah satunya pada tahun 2017, pihak berwenang India menemukan terowongan sepanjang 100 meter di antara perbatasan India-Bangladesh yang digali semata-mata untuk ternak pasar gelap.

5. Pin bergambar Kim il-Sung dan Kim Jong-il, Korea Utara

via atlasobscura.com

Di Korea Utara, pin kerah merupakan bagian penting di kehidupan sehari-hari. Semua orang di negara ini harus memakai pin dengan wajah Kim il-Sung untuk menunjukkan kesetiaan mereka kepada rezim tersebut. Jadi, gak mengherankan kalau pin ini jadi barang paling diburu di pasar gelap Korea Utara.

Pin bergambar wajah Kim il-Sung dan Kim Jong-il tersebut awalnya dibuat sebagai hadiah bagi kalangan elite untuk membantu membedakan mereka dari rakyat biasa. Pin tersebut mulai dijual secara masif dan ilegal setelah meninggalnya Kim Jong-il pada Desember 2011.

Karena fungsinya sebagai penentu status sosial, pin tersebut terbilang mahal. Awalnya saja dijual seharga 130 Yuan atau setara Rp300.00. Tetapi pamor pin mulai turun semenjak versi palsu buatan Tiongkok masuk ke pasaran. Ditambah lagi ketetapan baru pemerintah Korea Utara pada Juli 2015, yang akan menghukum siapapun yang terbukti menjual atau membeli pin tersebut.

Wah, meskipun dikenal sebagai praktik yang melanggar hukum, pasar gelap juga punya sisi aneh yang menarik untuk disimak, ya. Berminat membeli barang-barang di atas gak, guys? Hahaha… mending nggak usah, deh.

Sumber: Cracked