Pernah Kepikiran Nggak sih, Kenapa Ide Kreatif Sering Datang Saat Kita Berada di Toilet?

via viralviralvideos.com

Ternyata, ada alasan mengapa ide-ide kreatif sering muncul pada saat momen-momen tertentu. Hal ini dibahas oleh Manoush Zomorodi dalam bukunya yang berjudul Bored and Brilliant: Rediscovering the Lost Art of Spacing Out. Zomoradi menjelaskan bahwa ketika kita merenung, pikiran kita akan mengembara menuju tempat-tempat yang menarik dan tidak terduga sebelumnya.

via justfunfacts.com

Hasil pengembaraan pikiran kita ini lah yang mendorong munculnya kreativitas, karena kreativitas butuh trigger dan rasa bosan. Ya, kamu nggak salah dengar, kok. Rasa bosan ini lah yang memungkinkan terciptanya koneksi baru dan berbeda di otak kita. Dan merenung adalah salah satu langkah yang paling efektif.

Namun, yang perlu diperhatikan, kondisi ini bakal memungkinkan selama otak kita tidak mengalami gangguan dari luar. Salah satu bentuk gangguan ini adalah gadget kita. Ketika kamu mengisi waktu luang, salah satunya ketika berada di toilet, dengan mengutak-atik smartphone, fase dimana pikiran kita mengembara tidak akan terjadi sehingga ide baru yang muncul tidak sebanyak ketika kita murni merenung tanpa gangguan gadget.

via useyourblinker.co

Bahkan, penggunaan gadget yang berlebihan tanpa disadari akan membajak otak kita. Pernah lihat ada orang yang setiap saat selalu memeriksa notifikasi di gadget mereka? Atau mereka yang berpindah-pindah dari media sosial satu ke media sosial yang lain? Atau yang lebih parah sampai mengalami kecelakaan seperti terpentok ketika sedang jalan karena terlalu serius dengan gadget mereka?

via hdnux.com

Seperti yang diungkapkan oleh mantan ahli strategi Google, James Williams, yang menjelaskan alasan dia keluar dari Google adalah karena teknologi menghambatnya untuk berkonsentrasi pada hal-hal yang ingin dia kerjakan. Setelah keluar dari Google, Williams mendirikan organisasi yang bernama Time Well Spent yang menyoroti bagaimana teknologi yang ada saat ini telah membajak otak kita. Coba kamu perhatikan fitur autoplay pada YouTube atau snapstreaks pada Snapchat yang ternyata dirancang untuk membuat kita terus menonton, scrolling, dan clicking konten mereka. Seorang peneliti dari University of Austin, Adrian Ward, juga mengungkapkan dalam penelitiannya bahwa internet berperan dalam mengacaukan fungsi kognitif kita sehingga membuat kita bergantung kepadanya.

Nah, lantas bagaimana cara mengatasinya? Supaya otak kita tidak teracuni lebih jauh dan meminimalisir pengaruh buruk teknologi, Zomorodi memberikan lima saran yang dapat kamu lakukan.

1. Lacak seberapa sering kamu menggunakan gadget 

Gunakan aplikasi seperti offtime (iOS, Android), BreakFree (iOS, Android), dan RescueTime untuk melacak penggunaan gadget selama ini.

2. Tentukan prinsip hidup

Tanyakan pada diri sendiri apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan dengan waktumu.

3. Hilangkan notifikasi

Tujuan dari notifikasi adalah supaya kita terus-menerus terikat dengan gadget kita. Oleh karena itu, matikan notifikasi pada media sosialmu.

4. Hapus aplikasi yang memakan banyak waktu

Perhatikan apa yang sering kamu lakukan dengan gadget-mu dengan cara yang pertama, setelah itu pertimbangkan apa manfaat yang kamu dapatkan kalau terus-menerus menghabiskan waktu dengan itu. Misal, apakah perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk memainkan Mobile Legends? 

5. Jangan memilih terlalu banyak racun

Kalau kamu tidak dapat menghapus aplikasi tersebut, minimalisir racun yang ada. Misal, dari sekian banyak game dan media sosial yang ada, pilih satu atau dua untuk tetap berada di gadget-mu. Selain itu, hapus semuanya.

Kita memang tidak dapat menghentikan kemajuan teknologi, tapi jangan sampai ketergantungan itu menyebabkan efek negatif bagi kita. Yah, mungkin kamu bisa memulainya dengan tidak membawa gadget saat pergi ke toilet, supaya ide-ide kreatif tetap mengalir.