Proyek Fotografi Ini Berhasil Mengungkap Perjuangan Hebat Di Balik Luka Yang Diderita Para Perempuan Ini

Padahal, dibalik stigmanya yang cukup jelek, seringkali luka-luka tersebut menyimpan banyak kisah inspiratif dibaliknya. Untuk mengubah stigma tersebut, seorang fotografer bernama Sophie Mayenne mengerjakan sebuah proyek fotografi berjudul Behind The Scars. Kita lihat kerennya proyek Sophie tersebut, yuk!

1. Maya

Via: sophie-mayanne.com

Kalau kita perhatikan, luka yang terdapat pada tubuh Maya terlihat seperti luka bakar. Padahal luka-luka ini disebabkan oleh sebuah penyakit yang dinamakan epidermolysis bullosa. Penyakit yang diderita Maya sejak usia 18 bulan ini membuat Maya mengalami kerusakan kulit yang sangat parah dan mengharuskan Maya menjalani perawatan intensif sejak saat itu.

2. Mercy

Via: sophie-mayanne.com

Saat berusia 29 tahun, Mercy mengalami kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan tubuhnya terbakar. Meskipun ia sempat mengalami masa-masa sulit menerima kondisinya pada saat itu, lama kelamaan Mercy akhirnya dapat berdamai dengan dirinya sendiri dan menerima kondisi tubuhnya sebagai jati dirinya yang baru.

3. Tracey

Via: sophie-mayanne.com

Sebagai seorang Ibu dengan dua anak, cobaan yang dialami Tracey terasa sangat berat. Semula ia didiagnosa mengalami gejala flu biasa, namun setelah ia mengonsumsi obat flu yang diresepkan, ia malah merasa tak enak badan sampai harus memanggil bantuan ambulans. Ternyata Tracey mengalami penyakit meningitis yang membuatnya lumpuh dan sempat tak mengenali kedua anaknya. Untungnya kegigihannya untuk sembuh berhasil mengalahkan penyakit yang dideritanya.

4. Agnes

Via: sophie-mayanne.com

Perempuan cantik ini mengalami kecelakaan tragis yang mengakibatkan mukanya mengalami kerusakan parah akibat ledakan gas. Kecelakaan itu terjadi pada saat ia berusia 7 tahun dan sejak saat itu ia telah menjalani operasi rekonstruksi wajah sebanyak 27 kali. Meskipun kecelakaan tersebut membuat Agnes mengalami trauma, ia tetap merasa nyaman dan tidak malu atas luka-luka tersebut.

5. Megan

Via: sophie-mayanne.com

Ketika ia berusia 14 tahun, Megan menyelamatkan seekor anak kuda yang ia beri nama Fly. Sejak saat itu Megan secara rutin mengurus dan memberi Fly makan. Sayangnya suatu hari di saat Megan hendak memberi Fly makan, Fly yang hendak menendang kuda lain secara tak sengaja menendang Megan tepat di bawah pelipis kirinya. Kejadian ini menimbulkan bekas luka yang dalam di wajah Megan, namun meskipun demikian Megan menganggap luka tersebut adalah bagian dari sejarah hidupnya.

6. Bintu

Via: sophie-mayanne.com

Meskipun Bintu mengalami luka bakar yang cukup serius akibat mengangkat cangkir teh yang panas, hal ini tak membuat ia kehilangan kepercayaan dirinya. Ia percaya bahwa setiap orang pasti memiliki luka masing-masing dan ia sama sekali tak berniat menyembunyikan lukanya.

7. Sam

Via: sophie-mayanne.com

Kejadian mengenaskan yang menyebabkan Sam memiliki luka memanjang pada perut dan harus menghabiskan sisa hidupnya di kursi roda adalah akibat ia bermain-main dengan pistol pada saat ia berusia 14 tahun. Ketimbang bergulat dengan kesedihan, Sam lebih memilih untuk bangkit dan memotivasi banyak orang melalui kisahnya.

8. Chloe

Via: sophie-mayanne.com

Semakin pesatnya perkembangan dunia tak jarang menimbulkan efek negatif pada kondisi psikologis beberapa orang. Hal ini lah yang dirasakan oleh gadis cantik bernama Chloe ini, tekanan pergaulan membuat ia menyakiti dirinya sendiri dengan berbagai cara. Hal ini membuat tubuh Chloe dipenuhi berbagai luka yang mengerikan, meskipun begitu ia tetap mencintai tubuhnya dan percaya bahwa luka yang ada pada dirinya punya andil besar dalam membentuk jati dirinya saat ini.

9. Zuzanna

Via: sophie-mayanne.com

Dilahirkan tanpa tulang pengumpil di kedua lengannya membuat kondisi fisik Zuzanna terlihat berbeda dari orang-orang pada umumnya. Kondisi yang disebut dengan penyakit hemimelia ini hanya terjadi pada 1 di antara 100.000 orang. Kondisi ini sempat membuat Zuzanna membenci dirinya sendiri, namun pada akhirnya ia sadar bahwa dia harus belajar menerima kenyataan dan berdamai dengan kesedihannya.

Kisah di balik luka para perempuan ini menunjukan bahwa luka yang mereka derita gak serta merta membuat para perempuan ini berhenti berjuang untuk hidup yang lebih baik. Jadi buat kamu yang masih sering merasa jadi manusia paling menderita sedunia, ada baiknya kamu jadiin kisah para perempuan super ini sebagai motivasi agar kamu bisa lebih tangguh menjalani kehidupan kamu. Semangat, ya!