Review Belok Kanan Barcelona: Terlalu Memaksakan Konflik Agama di Tengah Jalinan Persahabatan yang Hangat

via youtube.com

Selepas sukses dengan film tersebut, rumah produksi Starvision kini kembali bekerjasama dengan CJ Entertainment untuk membuat film yang diadaptasi dari novel, Belok Kanan Barcelona.

Ceritanya tentang apa sih film Belok Kanan Barcelona?

Sahabat Jadi Cinta

Belok Kanan Barcelona mengusung empat karakter yang bersahabat sejak SMA. Mereka adalah Francis (Morgan Oey), Retno (MikhaTambayong), Farah (Anggika Bolsterli), dan Ucup (Deva Mahenra). Namun, persahabatan mereka ternyata dibumbui cinta segi empat sama sisi.

Francis mencintai Retno, tapi Retno selalu menolaknya demi persahabatan; Farah mencintai Francis, tapi dia pendam karena tahu hati Francis terpaut pada Retno; Ucup mencintai Farah, tapi perasaannya itu selalu dia pendam karena tahu hati Farah terpaut pada Francis.

Pusing mendengarnya? Atau justru terdengar klise? Tapi tenang, Belok Kanan Barcelona bukan sekedar mengobral untaian kalimat manis atau menyiksa kepala kita dengan suguhan air mata berlebih. Adhitya Mulya selaku penulis novelnya, yang juga dipercaya menjadi penulis skenario, mampu menempatkan potongan-potongan kisah dari masing-masing karakter jadi tontonan yang renyah untuk dinikmati.

Awal mereka berkenalan/ via youtube.com

Oia, novelnya sendiri ditulis oleh empat orang lho. Selain Adhitya Mulya, ada Ninit Yunita, Alaya Setya, dan Iman Hidayat yang juga turut menulis novel yang terbit di tahun 2007 itu.

Pertemuan di Barcelona

Selepas lulus SMA mereka berempat berpisah, dan tentu dengan membawa cinta mereka yang masih terpendam. Cerita bergulir, sebelum akhirnya takdir membawa mereka pada kesuksesan masing-masing. Francis menjadi pianis Indonesia pertama yang (katanya) memenangkan Grammy Award. Retno jadi koki ulung di Copenhagen. Farah jadi arsitek di Vietnam. Sementara, Ucup harus bekerja di Cape Town untuk membantu ekonomi keluarga setelah ayahnya meninggal.

Meski terpisah jarak, mereka masih sering berkomunikasi. Pada suatu saat, Francis membuat pengumuman ke tiga sahabatnya kalau dia akan menikahi gadis Spanyol, Inez (Millane Fernandez), dan mengundang mereka semua ke Barcelona. Tapi Inez tak suka jika Retno hadir di pernikahan mereka. Walhasil, Francis dan Retno memutuskan bertemu diam-diam sebelum hari pernikahan.

Gak gampang lho, mendem rasa hingga 8 tahun lamanya/ via youtube.com

Lain hal dengan Farah. Dia yang telah lama memendam rasa, akan datang ke Barcelona untuk mengungkapkan rasa cintanya pada Francis. Mendengar hal itu, Ucup memutuskan ke Barcelona guna mencegah niat Farah.

Akan ada adegan di mana mereka berempat saling mengungkapkan rasa. Terlihat seperti adegan sinetron sih, tapi tepat mampu membuat saya terharu.

Akting yang Memikat

Performa jajaran pemainnya patut diacungi dua jempol. Akting mereka memikat dan konsisten pula dalam memainkan perannya. Morgan Oey yang seakan tak pernah kehilangan kharismanya di layar lebar, Mikha Tambayong yang kalem, kemampuan melucu Deva Mahenra yang meningkat setelah pernah diasah lewat Sabtu Bersama Bapak, hingga akting memukau dari Anggika Borsterli yang mendapat jangkauan emosi lebih luas dibanding ketiga peran utama lainnya.

Gimana perasaan lo, saat sahabat dekat lo curhat suka sama cowok yang lo taksir juga? Adonan yang lembut pun, jadi keras. /via youtube.com

Anggika harus melakoni peran komedi, tapi ada saatnya dia harus mengeksekusi bagian drama secara bersamaan. Adegan dia mukul-mukul motor Ucup ketika mengungkapkan kekesalannya, bagi saya itu salah satu bentuk kepiawaian Anggika dalam mengelola emosi.

Mengusung drama komedi romantis, Belok Kanan Barcelona adalah satu sajian yang menyenangkan, menghibur juga bikin baper. Persahabatan kala mereka SMA adalah saat yang paling asyik. Keputusan menyelipkan lagu Sahabat Sejati milik Sheila on 7 pun turut menambah kekuatan rasa dari setiap jalinan persahabatan yang ditawarkan. Pun ketika lagu recycle Jikustik, Untuk Dikenang, yang dinyanyikan Endah N Rhesa digunakan sebagai backsound saat adegan pertemuan Retno dan Francis.

Kemenangan memang milik orang-orang yang berani. Iya sih, tapi ini sedang perang lho, bahkan sebelumnya hampir mati di pesawat. Salut buat lo cup. Harusnya lo shalat di sini, bukan di gurun/via youtube.com

Namun, ketika mereka sendiri-sendiri, Belok Kanan Barcelona seperti kehilangan pegangan untuk tetap patuh pada premis utamanya. Lihat saja bagaimana perjalanan tokoh Ucup dari Pantai Gading ke Barcelona, alih-alih lucu justru terkesan berlebihan. Adegan beribadah di Gurun Pasir jadi terlihat seperti adegan yang nirfaedah, tak jelas untuk menunjukkan apa. Pengaruh untuk perkembangan karakter lain juga tak ditemukan. Fungsi utama adegan itu mungkin cuma untuk menunjukkan bahwa Ucup orang yang “Islami”.

Begitu menjelang akhir durasi, Belok Kanan Barcelona seperti mengubah haluan yang tadinya komedi romantis. Ya, Belok Kanan Barcelona serasa berpindah rasa menjadi romance religi yang justru mendangkalkan penyelesaian konflik yang ditawarkan di awal film.

Film ini disutradarai Guntur Soeharjanto (Assalamualaikum Beijing, 99 Cahaya di Langit Eropa, Jilbab Traveler LOve Sparks in Korea). Dan mungkin ini yang membawa Belok Kanan Barcelona terasa seperti film-film religi yang pernah dia buat. Memang tak ada yang salah dengan menempelkan signature khas sutradara di film yang dia buat, tapi konteksnya tetap harus tepat dan konsisten.

Dikasih cowok ganteng gini aja, Retno masih nggak bisa move on. / via youtube.com

Jika para karakter saja dibuat susah move on dari orang yang mereka sayang, apa iya semudah itu move on dari keyakinan akan Tuhan?

Kalau kamu sudah nonton film Belok Kanan Barcelona? Jangan lupa bagi pendapat kamu di kolom komentar ya.