Review Jurassic World: Fallen Kingdom (2018), Sekuel Mengecewakan yang Dipaksa Tetap Hidup

Penampakan makhluk campuran dinosaurus dan manusia serigala/via geektyrant.com

Dan saya menilai Jurassic World: Fallen Kingdom ini sebagai sekuel yang dipaksakan untuk tetap hidup. Kenapa?

Perhatian: review ini mengandung spoiler. Konsekuensi tanggung sendiri. Oke?!

Sebetulnya Jurassic World: Fallen Kingdom diawali dengan prolog yang cukup mencekam sekaligus menjadi pengandaian atas ‘terbukanya’ sebuah gerbang baru, baik ke dalam inti ceritanya maupun keseluruhan franchise Jurassic. Harus saya akui pula jika sajian awal ini cukup berhasil memicu antisipasi penonton jika Fallen Kingdom akan hadir dengan nuansa yang lebih dark.

Namun apa yang terjadi setelah opening sequence selesai? Hal-hal yang sama kembali diulang. Mulai dari kejar-kejaran (sekaligus kucing-kucingan) antara manusia dengan dinosaurus, adegan dinosaurus yang makin masif dan terang-terangan melahap manusia, hingga ke adegan pamungkas yang lagi-lagi menghadirkan dua pertarungan para dinosaurus.

Yup, bumbu dalam inti plot di film ini sebenarnya sudah terhitung basi dan mainstream. Nggak ada perubahan signifikan yang cukup terasa. Berbeda dengan Jurassic World yang intensitasnya terus merangkak naik dari awal film dimulai; Fallen Kingdom justru banyak mengulur intensitas dengan sangat membosankan (baca: banyak banget klise!).

Dari opening sequence, alur kemudian bergerak menyorot karakter utama, siapa lagi kalau bukan Claire (Bryce Dallas Howard) yang kini membentuk sebuah yayasan perlindungan bagi dinosaurus. Setelah kekacauan yang terjadi tiga tahun silam di film pertamanya, taman Jurassic hancur, ditutup permanen meskipun tetap meninggalkan semua populasi dinosaurus di sana.

Pro dan kontra pun timbul di masyarakat: apakah dinosaurus berhak tetap hidup dan dilestarikan atau malah dibiarkan? Aktifnya gunung berapi di Isla Nublar berarti seluruh spesies dinosaurus yang ada terancam punah kembali.

“Hey, penulis naskah! Saya ini T-Rex! Kenapa saya disuruh melindungi manusia?!”/via latimes.com

Setelah didukung oleh Benjamin Lockwood (James Cromwell), Claire bersama Owen (Chris Pratt) kembali ke pulau untuk misi penyelamatan dinosaurus. Mereka dibantu ahli binatang Zia Rodriguez (Daniella Pineda), teknisi Franklin (Justice Smith), dan tentara bayaran Ken Wheatley (Ted Levine). Tapi kekacauan kemudian terjadi karena ternyata misi penyelamatan tersebut hanyalah kedok atas rencana yang lebih besar nantinya.

Gunung berapi akhirnya benar-benar meletus, tentu saja memusnahkan sebagian dinosaurus yang tersisa. Dan satu pertanyaan pun timbul dalam pikiran saya. Kalau Jurassic World memang sedari awal dibangun di atas pulau bergunung api aktif, toh pada akhirnya usaha yang mereka rancang untuk mendirikan taman Jurassic tetap akan hancur tanpa harus diporakporandakan oleh Indominus Rex? Ini plot awal yang cukup konyol sih.

Yup, dibombardir dengan visual yang memanjakan matadan dipadu sinematografi yang nggak kalah cantiknya, hal-hal receh masih tetap ditampilkan di film ini. Misalnya saja, saat sosok T-Rex yang kerjannya bolak balik sampai bikin Franklin mengeluh akhirnya malah muncul jadi semacam guardian angel bagi Claire, Owen, dan Franklin. How sweet of you, T-Rex!

Kalau di film sebelumnya ada Indominus Rex, para antagonis di Fallen Kingdom malah bertingkah makin gila dengan kembali membuat satu dinosaurus hibrida: Indoraptor. Cukup aneh dan bikin kening saya mengerut sih. Okelah kalau Indoraptor mau digambarkan sebagai dinosaurus paling ganas sekaligus pintar. Tapi, Indoraptor ‘kan awalnya dikurung, dan baru bebas setelah mengakali si korban (cara ngakalinnya juga konyol banget, sampai bikin satu studio tempat saya nonton ketawa).

Kenapa Indoraptor bisa kuat menerima peluru bius? Kenapa dia bisa tahu cara merusak lift? Kenapa dia bisa tahu tempat persembunyian bahkan pakai jalan pintas? Dan kenapa dia bisa tahu cara buka jendela untuk sekedar meredam suara dibanding langsung memecahkannya? Wah, jenius sekali!

Editor’s Pick

  • Orlando Bloom Berhasrat untuk Gabung MCU sebagai Captain Britain, tapi Siapa Itu Captain Britain?
  • Joker Mau Dibikin Filmnya? Ini 4 Alasan Kenapa Kita Gak Butuh Film Standalone tentang Joker
  • Aneh Campur Seram, Ternyata Karakter Di 5 Film Keluarga Populer Ini Punya Desain Awal Yang Lebih Cocok Ada Di Film Horor
Anak ini sepertinya benci pada dinosaurus yang kukunya nggak pernah dipotong/via pursuenews.com

Pepatah kecil-kecil cabe rawit mungkin layak disematkan kepada sosok Blue, sang bin(a)tang utama dalam Fallen Kingdom. Pesona Blue secara tidak langsung memang menjadi magnet utama tersendiri, sekaligus juga inti benang merah cerita dari film pertamanya.

via deadline.com

Tapi masalah utama muncul pada karakter utama. Chemistry antara Claire dan Owen berakhir dengan ngambang tanpa memberikan emosi memadai. Karakter Franklin yang awalnya diset untuk mencuri perhatian dengan polah klisenya pun tak bisa menyelamatkan film ini dari segi komedi yang berakhir nanggung.

Membawa sub-judul Fallen Kingdom, sepanjang durasi menonton sebenarnya saya terus bertanya-tanya tentang makna kingdom atau kerajaan yang dimaksud. Dan ternyata filosofi kerajaan tersebut akhirnya terungkap di penghujung film dengan membawa makna ganda, baik dari sisi dinosaurus dan manusia.

Seperti yang dijanjikan oleh Colin Trevorrow, Fallen Kingdom diakhiri dengan sangat menggantung dan diharapkan bikin penonton penasaran dengan nasib para dinosaurus.

Jawabannya sudah bisa diraba sih. Meskipun sebagian dinosaurus berhasil diselamatkan, toh tiap dinosaurus yang diambil cuma satu per spesies. Kalaupun mau dipertahankan, gimana mereka berkembang biak nantinya? Pemerintah cukup membasmi tipe karnivora dan membiarkan tipe herbivora tetap hidup (dengan kembali menggunakan rencana konservasi). Tapi gimana dengan dinosaurus yang bisa terbang dan akhirnya berkeliaran ke penjuru dunia? Bagaimana pula dengan Mosasaurus yang sama berbahayanya setelah lepas ke alam bebas? Eksplorasi In-Gen sebagai evil company wajib diulas di film ketiganya sih, mengingat otak dari setiap kekacauan secara tak langsung berasal dari mereka.

Ibarat plotnya sendiri, Fallen Kingdom muncul menjadi sosok hibrida dengan tambal sulam mutasi yang di luar akal sehat. Dari sekedar film fiksi ilmiah menjadi tak ubahnya petualangan berbalut thriller dengan adegan ekstrem dinosaurus melahap manusia.

Sama seperti nasib dinosaurus di dalamnya, kamu bisa memilih apakah Fallen Kingdom layak ‘hidup’ atau lebih baik dibiarkan punah saja.