Review Ocean’s 8 (2018): Spin-Off Minim Kejutan yang Tetap Menarik untuk Ditonton

Semoga mereka gak lagi nonton bareng film yang bukan-bukan, ekspresi muka mereka seperti bilang “Wow, adegan ini seksi sekali!”/via time.com

Mengikuti kesuksesan yang diraih trilogi tersebut, di tahun 2018 ini hadir satu film spin-off yang masih berhubungan dengan Ocean’s versi George Clooney dkk. Judulnya Ocean’s 8. Dan alih-alih melihat lagi aksi George Clooney dan kawan-kawan, kali ini kita disuguhi penampilan dari perempuan-perempuan cantik sebagai pemeran utamanya.

Ocean’s 8 mengisahkan tentang Debbie Ocean (Sandra Bullock), saudara jauh dari Danny Ocean yang merencakan sebuah perampokan di acara Met Gala. Dengan dibantu Lou (Cate Blanchett), mereka berdua memutuskan merekrut anggota lain demi melancarkan aksinya untuk mencuri kalung bernilai ratusan juta dollar.

“Jadi film ini cuma dibintangi dua aktor tenar, Sandra Bullock dan Cate Blanchett doang?” Jelas tidak, film ini juga turut dibintangi aktor sekelas Anne Hathaway, Mindy Kaling, Sarah Paulson, Awkwafina, Helena Bonham Carter, dan Rihanna. Dengan deretan nama mentereng tersebut, Ocean’s 8 seolah menegaskan diri sebagai film yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Lantas bagaimana hasil akhirnya? Ocean’s 8 ternyata cukup berhasil menghadirkan sebuah kisah yang bikin greget sepanjang durasi. Seluruh cast bermain cukup berimbang dengan porsinya masing-masing dan tanpa terlihat terlalu keroyokan.

Dimulai dengan mengenalkan karakter Debbie Ocean sebagai otak pelaku utama, setiap adegan yang bergulir untuk mengenalkan tiap karakter mengalir dengan begitu lancar tanpa terasa terlalu maksa. Tak hanya karakter utamanya saja, karakter pembantu pun ikut mendapat slot eksplorasi tanpa membuat penonton kebingungan. Dari semua karakter, secara pribadi saya memberi poin lebih kepada Anne Hathaway yang justru hadir paling menonjol dalam membawakan karakternya.

“Dandan dulu ah yang cantik, sebelum main Tik Tok” — “What!? Duuude, you serious?”/via time.com

Kelemahan yang terasa hanya satu: apalagi kalau bukan susahnya menghapal nama tiap karakter. Jujur saja, saya bahkan hanya bisa mengingat nama Debbie, Lou, Daphne, dan Nine Ball. Selebihnya hanya bisa saya ingat sebatas ciri khas dari tiap karakter saja. Itu karena setiap karakter memang mendapat bagian ruang tersendiri, termasuk dalam sisi character development.

Tapi kalau kamu merasa jajaran pemain di film ini masih kurang, tenang saja. Ocean’s 8 pun menghadirkan banyak cameo dengan nama cukup besar di dunia showbiz. Gimana nggak. Film ini mengambil latar Met Gala yang merupakan salah satu acara besar dalam industri fashion. Kendall Jenner, Gigi Hadid, Adriana Lima, Kim Kardashian, hingga Dakota Fanning dan Katie Holmes ikut seliweran menjadi cameo. Superb!

Lalu bagaimana dari sisi jalan ceritanya sendiri? Sebenernya sih nggak ada perubahan yang terlalu signifikan kalau mau dibandingkan dengan trilogi awalnya. Premis perampokan besar dan rencana yang mendetail memang sudah jadi bahan jualan tersendiri dalam franchise Ocean’s. Kekhawatiran saya di awal sih justru bagaimana plot klise ini bisa dikemas menarik lewat sisi lintas gender. Tapi harus saya akui kalau Ocean’s 8 berhasil memberikan cita rasa tersendiri meski tak begitu menghadirkan suatu hal yang begitu baru.

via cnet.com

There is no perfection without a flaw. Intensitas cerita yang terus dibangun naik sedari awal akhirnya malah harus mengendur ketika perampokan selesai dan terasa bertele-tele saat investigasi dilakukan. Meski sudah cukup berhasil bikin saya sumringah, gong klimaks di penghujung film malah membuat saya tersenyum kecut. Esensi twist yang dimunculkan tak terlalu menghadirkan sensasi kejutan untuk memberikan double combo pleasure. Semuanya seakan sudah kadung ketebak; karakter tertentu pasti punya rahasia tersendiri.

Tapi tunggu dulu. Saat adegan flashback bergulir saya langsung histeris sendiri ketika satu karakter yang muncul di trilogi awal dihadirkan di film ini. Siapa dia? Tonton sendiri deh mendingan. Buat yang belum pernah nonton tiga film pertamanya mungkin malah bakal kebingungan.

Dibalut scoring dan barisan lagu yang turut memberikan intensitas dalam tiap adegan, dipadu dengan sinematografi dan editing yang cantik seperti barisan pemainnya, Ocean’s 8 layak disebut sebagai film yang cukup menarik untuk disimak. Jika film ini sukses dari segi pendapatan, semoga saja Ocean’s 9 dan Ocean’s 10 dibuat juga nanti. Hitung-hitung menggenapkan spin-off ini ke dalam bentuk trilogi seperti pendahulunya. Setuju, nggak?