Review The Nun: Film Terlemah dari Keseluruhan Conjuring Universe

Plot dan cerita yang standar

Dibuka dengan prolog dalam biara kuno di salah satu pelosok Rumania, tensi horor di bagian pembuka terasa terlalu singkat untuk sekedar membangkitkan ketegangan. Eksekusinya lumayan apik, tapi tetap terlalu singkat. Saya heran juga sih kenapa hantu yang notabenenya makhluk astral malah bisa terlihat bayangannya ketika berjalan. Esensi seram yang ingin ditonjolkan malah bikin saya ketawa ketika nonton.

Cerita kemudian berpindah dengan mengisahkan Suster Irene (Taissa Farmiga), sosok protagonis yang ditugaskan untuk pergi ke biara tersebut guna menyelidiki kasus bunuh diri seorang biarawati. Tindakan ini sebenarnya terlalu gegabah sekaligus ceroboh. Suster Irene diceritakan belum mengambil sumpah penuh sebagai biarawati. Irene yang polos (entah terpaksa atau kelewat bodoh), anehnya mau menerima ajakan Bapak Burke (Demián Bichir) pergi ke biara itu. Alasannya hanya karena dia dianggap paling hafal wilayah Rumania.

Hogwarts? Apa mereka bakal ketemu Harry Potter?/via steemit.com

Hmm… dramatisasi klise kaya gini bukan formula aneh sih buat diterapkan dalam film.

15 menit durasi awal film sebenarnya sudah dinarasikan dengan cukup baik. Konflik cerita beserta misteri dan teror khas film horor pun mulai tampil satu per satu di pertengahan durasi. Tapi seiring berjalannya waktu, The Nun terlihat seperti dieksekusi dengan terburu-buru untuk sesegera mungkin menyudahi cerita.

The Nun memang menampilkan apa yang kamu harapkan dari mayoritas film horor: setting tempat terpencil di antara hutan belantara, lengkap dengan penerangan minim guna membangun atmosfer. Tapi sayang, esensi horornya sendiri kurang bisa tersampaikan dengan maksimal. Jargon ‘darkest chapter in The Conjuring universe‘ pun ikut dirusak lewat sempilan komedi dan romansa receh yang diperagakan karakter Frenchie (Jonas Bloquet).

via kutv.com

Mirip dengan film-film dari Conjuring universe lainnya, The Nun pun turut memanfaatkan jumpscare untuk menakuti penonton. Untungnya saja musik latar yang dipakai nggak terasa menggelegar. Scoring dalam The Nun memang terdengar biasa jika dibandingkan dengan dwilogi Annabelle.

Ngomong-ngomong, salah satu jumpscare terbaik udah keburu diungkap dengan gamblang dalam trailer. Beruntunglah kamu yang belum sempat lihat trailer The Nun.

Fokus cerita yang tidak mengungkap sosok Valak

via ign.com

Di antara seluruh film dalam The Conjuring Universe, The Nun akhirnya terlahir jadi satu film yang dieksekusi dengan lemah, kalau nggak bisa dibilang paling percuma dibuat filmnya. Dengan membawa judul The Nun, inti ceritanya memang lebih berfokus pada Suster Irene ketimbang Valak sang setan utama. Kharisma Valak juga meredup jika dibandingkan dengan kemunculannya dalam The Conjuring 2 yang berhasil memberikan kengerian di benak banyak pencinta horor.

Valak diceritakan sebagai satu sosok iblis yang mengambil wujud biarawati untuk menebar terornya di kalangan umat manusia. Tapi siapa dia sebenarnya dan apa motif yang dibawanya, semuanya berakhir kabur dan nggak terjawab sama sekali. Ya, kalau kamu berharap bakal mendapat jawaban tentang asal usul Valak dalam The Nun, kamu masih belum bisa mendapat jawaban jelasnya.

Alih-alih kasih jawaban, The Nun malah menyisakan pertanyaan menggantung di akhir durasi. Salah satunya terkait Daniel (August Maturo) yang punya kisah masa lalu tersendiri dengan Bapak Burke.

via theprovince.com

Semoga kisah antara Daniel dan Burke nggak perlu ikut dibikin spin-off juga ya. Kebayang deh kalau mereka dibuatkan filmnya juga, pasti ceritanya tentang kasus pengusiran setan. Film macam itu sudah terlalu banyak.

The Nun memang masih jauh dari kata sempurna untuk sekadar mengungguli kualitas barisan film Conjuring universe. Hasilnya agak mirip sama Annabele; sama-sama mengecewakan. Melihat latar tahun 1952, setting biara yang menyerupai kastil, serta unsur ular yang muncul dalam The Nun, saya jadi mikir apakah saya lagi nonton film horor atau kisah Slytherin dalam Hogwarts sih sebenernya?

Intinya, The Nun bisa diibaratkan seperti sapi yang berguna untuk diperah susunya. Hanya saja, apa yang dihasilkan The Nun itu bukan susu, melainkan uang dari penonton.

Kita tunggu saja, apa ada karakter lain dari Conjuring universe yang bakal dibuat jadi spin-off? Apa ada yang cocok? Mungkin salah satu mahasiswa yang muncul di bagian pembuka The Conjuring, ketika Ed dan Lorraine Warren ngasih seminar di kampus? Nggak tahu juga bakal gimana tuh ceritanya.