Sering Gagal Di Tahap Tes Psikotes? Mungkin Kamu Perlu Baca Tips Ini

Nah, salah satu tahapan yang sering jadi batu sandungan bagi para pencari kerja adalah tes psikotes. Bahkan ada yang setiap melamar kerja selalu gagal di tahap psikotes. Mau setinggi apa pun IPK kamu, tapi kalau tes psikotes gak lulus tetap saja kamu gak diterima. Apa kamu seperti itu juga?

Kalau iya, mungkin beberapa tips dan trik ini bisa membantumu dalam tiap tahap tes psikotes yang kamu jalani.

1. Istirahat yang cukup

Kunci dalam mengerjakan tes psikotes adalah mental dan fisik yang prima. Oleh karena itu, kalau kamu akan menjalani tes psikotes di luar kota, hindari datang ke kota tujuan pada saat hari H dan datanglah H-1 atau H-2 supaya ada waktu untuk istirahat dan tidak lelah karena perjalanan yang cukup jauh.

2. Banyak latihan, karena gak semua orang itu mampu jika tanpa persiapan matang

Sama seperti tes UN atau SBMPTN, kemampuan untuk mengerjakan tes psikotes itu bisa kamu asah dengan berlatih secara terus menerus. Hanya saja beda tipe tes, beda juga latihannya. Untuk tiap-tiap tahapan tes psikotes, kamu dapat melihat cara latihannya di bawah ini.

Tes Logika Aritmatika

via blog.payrollbozz.com

Tes ini biasanya memiliki deretan angka yang berpola. Tugasmu adalah menganalisa dan memahami pola-pola yang ada di tiap baris. Ketika mengerjakan tes ini, lihat deretan angka secara keseluruhan, apakah polanya urut atau lompat-lompat.

Selain itu, ingat juga kalau tes ini memiliki batas waktu. Jadi jangan sampai terpaku pada satu soal. Kalau dirasa terlalu sulit atau membuang-buang waktu untuk mengerjakan suatu soal, skip saja dan lanjut ke nomor berikutnya. Kamu bisa berlatih soal-soal jenis ini di bank soal tes SBMPTN pada materi deret hitung atau deret ukur.

Tes Logika Penalaran

via Titian Bakat

Hampir sama dengan tes logika aritmatika, hanya saja kalau ini bentuknya gambar yang bisa berupa 2D atau 3D. Kuncinya di sini adalah konsentrasi dan perhatikan betul-betul polanya. Jangan lewatkan detail sekecil apa pun, seperti penempatan titik atau penempatan warna.

Analog Verbal Test

via sheilaajrina.wordpress.com

Untuk tes jenis ini tips dan triknya cukup simpel, tinggal hafalkan saja perbendaharaan kata, sinonim, antonim, dan perbandingan antar kata. Semakin banyak yang kamu hafalkan, maka peluangmu mengerjakan soal dengan benar semakin besar.

Kraeplien/Pauli

via asatrio.blogspot.co.id

Tes yang biasa juga disebut tes koran ini cukup melelahkan dan menguras konsentrasi. Gimana nggak, ada banyak angka yang bertebaran dan harus diselesaikan dengan benar. Untuk tes jenis ini, kuncinya adalah kerjakan dengan tempomu sendiri; jangan terlalu cepat atau terlalu lambat, yang penting konsisten. Percuma juga ngebut di awal kalau akhirnya nanti malah ngos-ngosan dan konsentrasi jadi buyar.

Untuk alat tulis, gunakan pensil atau pulpen yang biasa. Kalau kamu menggunakan pensil mekanik, pastikan isinya masih banyak dan jangan sampai patah sehingga waktumu malah terbuang sia-sia untuk mengisi ulang isi pensil tersebut.

Dan yang terakhir, kalau disuruh berhenti ya berhenti saja. Nggak usah curi-curi kesempatan, karena di tes ini yang dinilai bukan seberapa banyak angka yang bisa kamu jumlahkan, melainkan konsistensi pada tiap baris.

Editor’s Pick:

  • Baru Lulus? Coba Terapin 5 Saran Ini Agar Karirmu Ke Depannya Nanti Lebih Sukses!
  • Begini Ternyata Tips Anti Gagal Buat Ngejawab Pertanyaan Soal Kelemahan Terbesar Kita Saat Wawancara Kerja
  • Punya Sifat Pemalu? 5 Pekerjaan ‘Worth It’ Ini Cocok Buat Kamu!

Army Alpha Intelegence Test

via youtube.com/watch?v=3mUu0s6Dyb8

Biasanya sih tiap soal ada kombinasi antara deretan angka dan bentuk yang saling berhubungan dengan soal-soal lain. Jadi untuk tes jenis ini, pastikan pendengaranmu sedang tidak ada masalah, konsentrasi terhadap apa yang dikatakan oleh narator, dan yang paling utama, sabar. Jangan biarkan fokusmu terganggu karena hal-hal kecil dan jangan terburu-buru menjawab sebelum narator menyelesaikan instruksinya.

Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)

via youtube.com/watch?v=bKtj4XwaR6g

Tes ini bisa dibilang yang paling merefleksikan dirimu karena yang dinilai adalah kejujuran, kepribadian, tanggung jawab, dan disiplin. Pada tes ini ada beberapa pilihan jawaban yang bisa dipilih tergantung dari soal yang diajukan. Kunci dari tes ini adalah jawab sejujur-jujurnya sesuai kondisi yang ada di soal. Kalau tidak menemukan jawabannya, pilih yang paling mendekati.

Karena bakal ada banyak pertanyaan yang diulang-ulang, maka akan dapat ketahuan dengan mudah kalau kamu tidak jujur saat menjawabnya. Tahap ini biasanya melihat kepribadian dan kesesuaian dengan pekerjaan, makanya tes ini juga bisa digunakan sebagai acuan seperti apa suasana kerja nanti.

Cara lain untuk dapat mengerjakan tes ini dengan baik adalah memperbaiki diri sendiri. Misal kamu menyadari banyak memilih jawaban ‘saya suka berbicara dengan diri sendiri,’ maka kamu bisa mulai menjadi orang yang lebih banyak mendengar daripada yang suka membicarakan diri sendiri.

Draw A Man, House Tree Person, Wartegg

via surabaya.tribunnews.com

Untuk tes ini nggak ada tips atau trik secara spesifik. Gambar saja sesuai imajinasi atau apa yang ingin kamu gambar.

Kalau kamu pernah baca tips atau trik yang menyatakan ketika psikotes sebaiknya menggambar ini begini dan menggambar itu begitu, jangan didengarkan! Kenapa?

Agan satu ini, agan caprux, punya pendapat yang cukup menarik,

“Jawabannya clear n simple; enggak. test2 grafis (berupa gambar) tidak sesederhana primbon, kalo ini artinya itu, kalo itu artinya ini. Yang dianalisis bukan hanya konten atau bentuk, banyak variabel yg dilihat, termasuk cara atau proses menggambarnya. test ini termasuk ‘rumit’ dan ‘dalam’, sehigga banyak yg bilang analisis test ini setengah ‘art’ setengah ‘logic’.”

Selain itu, tiap orang punya kepribadian dan kebiasaan yang berbeda-beda. Kalau kamu bertanya kepada temanmu yang sudah pernah lolos tes psikotes dulu gambar kayak gimana, dengan gambar yang sama peluangmu untuk lolos nggak lebih besar kok.

via ytimg.com

Makanya kalau kamu nggak jago gambar, nggak perlu khawatir, karena bukan gambarnya yang dinilai, melainkan interpretasi di balik gambar yang kamu buat.

3. Yakin dan jadilah diri sendiri

Ketika memeriksa jawaban tes psikotes, pihak penguji dapat melihat apakah kamu berbohong atau curang pada saat mengisi soal psikotes. Oleh karena itu, yakinlah pada diri sendiri dan isi sesuai dengan apa yang ada dipikiranmu.

Perlu kamu tahu, tes psikotes bukanlah tes yang jawabannya benar atau salah. Tes psikotes ini lebih melihat seperti apa dirimu, kebiasaanmu, hubunganmu dengan orang lain, dan hal-hal yang bersifat pribadi. Singkatnya sih, tes ini merupakan salah satu media untuk melihat kesesuaian antara kamu dan pekerjaan yang akan kamu lamar.

Senada dengan pendapat Achmad Adiputra,

“Psikotes bukan persoalan ‘siapa yang mendapatkan nilai paling tinggi, maka dia yang akan diterima kerja’. Psikotes bertujuan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang diri Anda. Psikotes hanya satu dari tahap yang harus ditempuh oleh para pencari kerja. Dan psikolog dapat mengetahui apakah Anda berbohong atau tidak.”

Nah, lho. Lagipula kalau setelah tes psikotes itu ada tes wawancara, maka hasil tes psikotes kamu akan dijadikan acuan saat tahap wawancara. Jawabanmu ketika wawancara akan dilihat apakah sesuai dengan hasil tes ketika psikotes. Makanya, kalau kamu berbohong atau ngikutin saran orang untuk gambar ini kalau disuruh gambar itu, pasti langsung ketahuan.

Gimana? Setelah membaca penjelasan di atas, mau langsung mencoba berlatih soal-soal psikotes? Atau mungkin punya masukan lain berdasarkan pengalaman seputar tips dan trik psikotes? Kalau iya, nanti tulis saja di kolom komentar.