Siapa Sangka, Di Balik 7 Foto Ganjil Ini Ada Tragedi Yang Mengerikan

Tapi ada juga sebagian foto yang mesti dijelaskan lebih lanjut sebab kita nggak akan pernah bisa mengetahui cerita seutuhnya dari foto tersebut. Dan 7 foto yang akan kamu lihat di bawah termasuk dalam foto kategori kedua. Yup, ada kisah tragis di balik ketujuh foto yang dirangkum dari Twentytwowords ini. Kita langsung aja bahas satu per satu, yuk.

1. Memang Tak Ada yang Aneh dari Foto Anak-Anak Sekolah Ini, sampai…

via twentytwowords.com

Kamu pasti pernah ngambil foto kaya gini kan sama teman-teman di sekolah kamu? Mau itu teman sekelas, se-geng, atau seangkatan, rasanya masa sekolah kurang pas dilalui tanpa mengambil foto bareng mereka.

Anak-anak di sekolah Columbine angkatan 1999 ini juga nggak jauh beda sama kamu. Hanya bedanya, ada dua orang dalam foto itu yang akan menjadi pelaku penembakan massal di sekolah selang beberapa bulan setelahnya. Nama dua anak itu adalah Eric Harris dan Dylan Klebold.

Mau tahu yang mana Eric dan Dylan itu? Perhatikan di sudut kiri atas. Ada dua anak yang mengarahkan jarinya ke arah kamera, kan? Nah, itulah mereka.

2. Mata yang Menunjukkan Kengerian

via twentytwowords.com

Nama gadis ini adalah Regina Kay Walters. Ia berusia empat belas tahun saat foto ini diambil pada tahun 1990. Dan sayangnya foto ini adalah foto terakhirnya.

Regina dibunuh oleh Robert Ben Rhoades, orang yang mengambil foto ini sekaligus seorang pembunuh berantai, setelah sebelumnya rambutnya dipotong pendek dan diminta untuk mengenakan gaun hitam oleh Robert.

3. Saat Petir Menyambar

via twentytwowords.com

Michael (18 tahun) dan Sean (12) terlihat senang dalam foto yang diambil pada tahun 1975 di Taman Nasional Sequoia ini. Tapi, mereka tak menyadari bahwa petir siap menyambar mereka dan orang-orang di sekeliling mereka.

Tiga orang menjadi korban sambaran petir kala itu, termasuk Sean yang nyawanya masih terselamatkan walaupun harus menderita luka bakar di punggung dan sikutnya. Namun, satu orang lainnya tewas karena sambaran tersebut.

4. Terjebak oleh Reruntuhan Rumah

via twentytwowords.com

Saat itu mungkin adalah hari-hari biasa di Kolombia, jika saja gunung vulkanik Nevado del Ruiz tidak tiba-tiba meletus pada tanggal 13 November 1985. Alhasil, 23 ribu orang tewas dan 14 desa tersapu lenyap. Di antara semua kemalangan tersebut, terdapatlah Omayra Sanchez, bocah berusia 13 tahun yang terjebak di reruntuhan rumahnya sendiri.

Setelah berbagai usaha untuk menyelamatkannya gagal, akhirnya Omayra memasrahkan hidupnya. Ia mempersilakan orang-orang mewawancarai dan memotretnya meskipun dalam keadaan masih terjebak karena ia sadar hidupnya sedang berada di ujung tanduk.

Saat menyedihkan itu akhirnya tiba pada malam ketiga ia terjebak. Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Omayra mengalami halusinasi, mukanya sembab, matanya memerah, dan tangannya berubah putih pucat. Foto yang kamu saksikan sekarang adalah hasil jepretan fotografer bernama Frank Fournier.

5. Dikurung Selama Sekitar 25 Tahun

via twentytwowords.com

Blance Monnier adalah seorang wanita asal Perancis. Ia berusia 25 tahun saat penghujung abad ke 19. Saat itu pula Blance jatuh cinta pada seorang pria yang umurnya lebih tua darinya. Entah karena alasan apa, ibu dari Blance tak menyetujui jika anaknya menikahi pria yang disukainya itu.

Waktu pun berlalu, dan Blance tak pernah terlihat di depan umum lagi. Keluarga Monnier yang termasuk keluarga menengah atas terpandang mengklaim Blance tiba-tiba menghilang saat ia berumur 25 tahun. Dan orang-orang memercayainya…

Hingga tibalah waktu dimana Blance ditemukan polisi tengah terkurung di kamarnya. Ia ditemukan dalam keadaan malnutrisi dan telanjang, dengan rasa takut terpancar jelas dari wajahnya.

Diceritakan, ibunya mengurung Blance agar ia tak menikahi pria pilihannya. Ia bisa bebas asalkan menurut pada keinginan ibundanya. Namun Blance tak pernah merubah pikirannya. Walhasil, ia terus dikurung selama 25 tahun. Potret di atas diambil saat Blance telah berumur 49 tahun.

6. Pembantaian Jonestown

via twentytwowords.com

Tanggal 18 November 1978, saat dimana para anggota Peoples Temple/Kenisah Rakyat diminta untuk menenggak minuman yang telah dibubuhi racun dan bunuh diri bersama-sama oleh pemimpinnya, Jim Jones, di Guyana. Tanggal itu pada akhirnya dikenal juga sebagai tanggal terjadinya Pembantaian Jonestown. Tercatat 918 orang meninggal (sumber lain mengatakan 911 atau 913). Namun yang pasti, banyak anak-anak yang turut menjadi korban.

Foto di atas merupakan bukti dari tragedi bunuh diri massal tersebut.

Editor’s Pick

  • Menyentuh! 17 Foto Ini Dijamin Bisa Menghangatkan Hati dan Bikin Harimu Jadi Lebih Baik
  • Kreatifitas Tanpa Batas! Ini Dia 18 Street Art Keren yang Wajib Kamu Liat
  • Meski Terhitung Saudaraan, Warga Di Dua Negara Ini Punya Kehidupan Yang Beda Banget!

7. Disimpan Selama Tujuh Tahun

via twentytwowords.com

Elena “Helen” Milagro de Hoyos merupakan warga turunan Kuba-Amerika yang menderita penyakit TBC. Ia dirawat oleh seorang dokter bernama Carl Tanzler, yang juga sangat mengagumi kecantikannya. Kekaguman tersebut lantas berubah menjadi obsesi yang berlebihan, bahkan ketika Helen meninggal pada tahun 1931, obsesi itu masih bertahan.

Carl akhirnya mencuri dan membawa pulang tubuh Helen dari makam dua tahun setelah kematiannya. Ia dandani sisa jasad Helen dan mengenakannya pakaian yang bagus, dan bahkan menaruhnya di atas ranjang.

Baru tujuh tahun kemudian, “Petualangannya” mesti berakhir tatkala saudari Helen memergokinya.

Meskipun peristiwa dalam foto-foto itu terjadi jauh di masa lalu, bukan berarti nggak bisa terulang saat ini. Jadi, selalu waspada ya guys. Oke!?