Tahap-Tahap Kisah Percintaan di Era Digital, Apa Kamu Termasuk Orang yang Melakukan Hal Ini?

Intinya, karena perkembangan teknologi, pola pacaran (dari awal pdkt sampai jadian) pun bisa ikut berubah. Begini kira-kira pola generasi millennial mencari pasangan di era digital…

Tahap pencarian/pendekatan

1. Nyari pasangan lewat aplikasi kencan

via www.giphy.com

“Jelek (geser)… cantik (geser)… kayak gorila (geser)… wuih seksi!”

Kalau nggak salah begitulah reaksi teman saya waktu swiping di Tinder. Aplikasi kencan ini memungkinkan sesama penggunanya saling ‘berjodoh’ tanpa harus bertemu secara langsung. Zaman bapak saya dulu kayaknya mustahil dapetin jodoh tanpa ketemu dulu sama calon pasangan.

Dulu itu kalau mau nyari lawan jenis biasanya kita mesti datangi tempat-tempat mejeng kayak mal, bioskop, kafe, atau diskotek. Pas ketemu yang cocok baru deh kenalan, terus minta nomor telepon rumahnya.

Tapi di sisi lain, nyari gebetan di aplikasi kencan juga nggak gampang lho. Banyaknya pilihan (cewek/cowok) di aplikasi kencan terkadang malah bikin pencari jodoh lebih ketat dalam memilih orang yang disukai. Kalau cowok pasti penginnya yang cantik, seksi, bohay, dan perfect!

Jujur deh, kayaknya jarang orang yang pakai aplikasi kencan karena dia pengin cari pasangan yang sama-sama suka karya Kahlil Gibran.

2. Stalking di medsos sang pujaan hati

via giphy.com

Kebiasaan pengguna medsos zaman sekarang: ketemu yang cantik/ganteng dikit, terus follow. Ngelihat cewek seksi di kampus, cari akun Instagramnya, terus follow. Dan anehnya, sebagian orang yang ngelakuin hal itu sama sekali nggak ngajak kenalan atau ketemu langsung dengan gebetannya itu. Mereka lebih suka jadi penguntit akun medsos, alias stalker.

Di tahap stalking biasanya pencari jodoh terus memantau kegiatan pujaannya lewat foto-foto atau Instagram story. Sembari menunggu waktu yang tepat buat masuk ke kehidupan cewek/cowok incarannya.

Setahu saya ada dua tipe stalker: aktif dan pasif. Yang aktif biasanya langsung ngasih komentar mengenai foto dan Instastory gebetan (istilah populernya, modus). Sedangkan stalker pasif cuma sebatas memandangi dengan hasrat menggebu-gebu, tapi nggak ngelakuin tindakan lanjutan apa pun. Yaa, kayak penggemar rahasia gitulah kalau yang pasif.

3. Menebar rayuan di media sosial

via brillio.net

Dulu cowok-cowok harus punya keberanian lebih buat ngerayu lawan jenis dibanding sekarang. Soalnya nggak ada cara lain selain bertatap muka secara langsung dengan gebetan.

Sementara itu sekarang kamu bisa ngegombalin cewek mana pun tanpa takut identitasmu terbongkar di media sosial. Caranya gampang, tinggal pakai akun/nomor palsu aja, atau melalui aplikasi medsos yang memungkinkan kamu berinteraksi secara anonim (tanpa nama).

Nggak berani menyatakan cinta sambil bertatap muka? Tenang, sekarang ‘kan ada teknologi!

4. Nge-tag gebetan di meme Instagram

via spectator.com.au

Pengen doi jatuh hati sama kamu? Coba bikin dia ketawa. Oh nggak, kamu nggak harus ngarang cerita lucu atau pasang muka konyol di depan dia. Cukup tag akun Instagram gebetan di meme yang sekiranya bisa bikin dia ketawa. Modus semacam ini juga udah biasa dipakai buat merayu gebetan lewat foto-foto atau video di Instagram.

Hayo ngaku siapa yang suka modusin gebetannya pake meme Instagram?

5. Nggak boleh main smartphone pas lagi jalan

via pexels.com

Nah, pas udah dapet gebetan yang cocok, langkah berikutnya ialah kencan. Kencan zaman sekarang ini sepertinya punya satu aturan tak tertulis: dilarang pegang smartphone pas lagi sama pasangan.

Di zaman yang canggih ini, momen kencan kamu bisa jadi rusak hanya gara-gara smartphone lho. Dari semua kencan yang pernah terjadi sepanjang sejarah manusia, hanya di zaman ini orang-orang biasa bilang:

“Oh, jadi handphone kamu lebih penting daripada aku?”

Dulu sebelum ada ponsel, kira-kira barang apa yang dilarang buat dimainkan atau dipegang pas lagi kencan ya? Telepon rumah? Ah… nggak mungkin.

Editor’s Pick

  • Tragis, Ini 6 Kisah Tentang Mereka yang Kehilangan Nyawa Karena Berciuman
  • Kamu Punya Teman yang Mukanya Sering Terlihat Jutek? Menurut Ilmuwan, Ini nih Penyebabnya
  • 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan jika Gak Mau Mati Konyol saat Zombie Apocalypse

Tahap pacaran

1. Tuker-tukeran ponsel

via lumeonline.com.br

Suatu ketika saya pernah bertanya pada teman yang belakangan jarang ikut nongkrong “Bro, kenapa sih lo susah banget dihubungin?”

Lalu teman saya menjawab, “Sorry bro, HP gue lagi dipegang pacar. Kita (teman saya ini memang nggak tahu bedanya ‘kita’ dan ‘kami’) emang lagi tukeran HP.”

Mendengar jawaban itu saya langsung mengernyitkan dahi dan merasa heran. Memang banyak sih pasangan yang tuker HP masing-masing. Alasan utamanya supaya pasangan nggak ngelakuin hal yang mencurigakan dengan cowok/cewek lain.

Kayaknya sekarang ini udah jadi praktik yang umum dilakukan oleh pasangan yang lagi dimabuk cinta deh.

2. Pasang foto bareng pacar di akun media sosial

via beta.genmuda.com

Dulu, foto bareng itu nggak lebih dari sekadar mengabadikan momen berharga dengan pacar. Tapi di zaman sekarang kayaknya tujuan foto bareng pacar agak mengalami perubahan. Nggak cuma sebatas buat kenang-kenangan, foto couple dipasang di profil medsos supaya orang-orang tahu kalau cewek/cowok yang pasang foto itu udah taken (punya pacar).

Biasanya sepasang kekasih bakal nyuruh pasangannya buat pasang foto couple di medsos.

“Pasang foto kita berdua ya, supaya nggak ada netizen yang berani ngegodain kamu.” kata cowok dan cewek zaman now.

3. Tuker-tukeran password media sosial

via nakedsecurity.sophos.com

Pasangan muda-mudi zaman sekarang pasti udah nggak asing lagi sama praktik tuker-tuker pasword ini. Ya, masing-masing pasangan biasa memegang kendali akun medsos pacarnya.

Ada visi dan misi di balik tuker-tukeran password medsos. Kira-kira begini visi misinya:

Visi: untuk menjaga hubungan tetap langgeng, aman, dan sejahtera.

Misi:

  1. Memantau foto-foto yang di-like sama pacar
  2. Mencari komentar dan pesan-pesan yang mencurigakan
  3. Update story di medsos pacar pas lagi berdua
  4. Menutup akun medsos pacar pas dia ketahuan selingkuh

Ada yang kurang nggak dari penjelasan di atas? Maklum aja ya, soalnya saya belum pernah tuker-tukeran password sih.

4. Follow akun sosmed keluarga pacar

via twitter.com

Sebenernya ini juga biasa dilakukan pas masih jadi gebetan. Tapi biasanya masa pacaran jadi waktu yang paling tepat buat follow keluarga dan kerabat pacar kamu.

Dulu nggak ada yang namanya follow Instagram ayah, ibu, adik, kakak, paman, atau sepupu pacar kamu. Cara buat ngedeketin keluarga pacar dulu masih tradisional; datengin rumah keluarga pacar, terus ngobrol dan bercerita tentang hubungan asmara kalian. Lebih bagus lagi kalau bawa martabak buat calon mertua.

5. Bikin playlist Spotify buat pacar

via nottinghampost.com

“Beb, aku bikin playlist di Spotify buat kamu. Kamu dengerin terus ya lagu-lagunya, supaya ingat terus sama aku.”

Oh, so sweet!

Ini dia hadiah paling canggih yang biasa dilakukan orang-orang ke pasangannya. Biasanya playlist Spotify yang dikasih ke pacar itu nggak jauh dari lagu-lagu cinta. Gimana kalau pasanganmu sukanya lagu metal? Apa bakal terus didengerin itu playlist? Nggak deh kayaknya.

Sebelum ada Spotify, pasangan yang dimabuk cinta tempo dulu biasa request lagu ke stasiun radio. Momen romantisnya pas penyiar radio menyampaikan pesan-pesan dari orang yang request lagu tersebut pada kekasihnya.

Kesimpulan

Kayaknya percintaan di era digital cenderung bersifat tak langsung; orang-orang bisa saling bertemu tanpa harus bertatap muka. Di media sosial, interaksi semacam itu bikin manusia zaman sekarang lebih berani merayu lawan jenisnya tanpa harus menanggung malu di dunia nyata. Orang-orang yang dapetin pasangan lewat media sosial pun terkadang harus menanggung risiko rusaknya hubungan dengan cara tak langsung pula. Putus lewat pesan singkat misalnya, cukup sering terjadi di zaman modern ini.

Menurut saya, teknologi bikin dunia percintaan semakin ‘meriah’. Media sosial jadi ajang orang-orang yang lagi kasmaran dan patah hati, disaksikan oleh beribu pasang mata melalui perangkat yang bernama smartphone.

Apa menurut kamu pola pencarian jodoh di era digital tadi udah cukup mencerminkan realita sekarang? Kalau kamu sependapat, boleh dong share artikel ini ke teman-temanmu?