Untuk Meminimalisir Peretasan Akun, Hindari Penggunaan Satu Email untuk Semua Keperluan

“Udah pernah, tapi lupa passwordnya.”

“Ribet ah harus mengingat banyak password.”

Yap, responmu mirip sama seperti di atas, kan? Sudah sering dengar yang kayak gitu.

via marketingland.com

Entah pemilihan password yang terlalu mainstream, penyimpanan password di tempat yang mudah diakses orang lain, atau hanya menggunakan satu email untuk semua keperluan, kamu perlu password yang aman. Hal ini fungsinya untuk melindungi keperluan pribadi, bisnis, jual beli, dan lain sebagainya.

Nah, poin terakhir itu lah yang akan dibahas pada artikel kali ini. Kalau kamu termasuk satu dari sekian orang yang hanya memiliki satu email untuk berbagai keperluan, nampaknya harus mulai mempertimbangkan untuk membuat akun email baru.

Gini deh, supaya lebih bisa meyakinkanmu, penulis mau berbagi pengalaman pribadi seputar topik ini. FYI, penulis punya empat akun email dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Banyak bener? Buat apa aja?

via makeuseof.com

Yang pakai Android pasti tahu kan kalau di awal-awal kita disuruh memasukkan alamat email untuk sync data-data seperti kontak atau data aplikasi. Nah, email pertama lah yang mengemban tugas ini. Untuk email kedua digunakan sebagai media berkomunikasi secara formal, biasanya sih dipakai ketika mengirim tugas ke dosen, dicantumkan sebagai contact person, kerjasama bisnis, atau media komunikasi formal lainnya. Email ketiga digunakan untuk registrasi di berbagai situs media sosial, online shop, dan e-commerce, dan email yang terakhir digunakan untuk registrasi di situs game seperti Roblox atau forum seperti Kaskus dan Reddit.

Singkat cerita, ternyata pada suatu hari email yang digunakan untuk gaming ini diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan digunakan untuk bertransaksi di salah satu situs e-commerce internasional. Untungnya di email tersebut tidak ada data pribadi yang bisa diambil seperti nama asli, kartu debit/kredit, alamat, dan telepon. Coba kalau email utama yang diretas, gimana nasibnya tuh?

Editor’s Pick

  • Males Jangan Dijadiin Alasan, 7 Trik Bersih-Bersih Super Cepat Ini Wajib Kamu Coba
  • Biar Makin Produktif, Coba Deh Konsep Kaizen Asal Jepang Ini!
  • Bersyukurlah Kamu si Tukang Molor, Hobi Bangun Siang pas Liburan Ternyata Punya Manfaat!
  • Sisa Sabun Batang Menumpuk? Sulap Jadi Sabun Cair, Yuk!
Nih tampilan email recovery via gsuiteupdates.googleblog.com

Kok bisa tahu kalau diretas? Ini lah gunanya punya banyak email. Kamu bisa menambahkan email recovery yang berperan sebagai pemberi notifikasi kalau ada pihak lain yang masuk tanpa ijin. Kalau di Gmail, pengaturan ini biasanya muncul setelah kamu login, setelah itu disuruh memasukkan alamat email recovery dan nomor telepon. Nantinya setelah muncul notifikasi bahwa ada aktivitas mencurigakan yang menggunakan email kita, nantinya bisa kita tolak aksesnya dan langsung ganti password.

Nah, email penulis yang pertama ini yang digunakan sebagai email recovery. Alasannya karena email pertama ini nggak pernah disebar ke publik, hanya berdiam sebagai akun sync Android. Berbeda dengan ketiga email lainnya yang pasti sudah tersebar ke mana-mana.

Tapi kalau empat kamu rasa terlalu banyak, seenggaknya tiga sudah cukup. Asal komposisinya ada satu email yang hanya kamu ketahui sendiri, satu email untuk komunikasi pribadi dan kerjaan, dan satu email lainnya untuk keperluan registrasi di situs-situs publik yang sekiranya data situs tersebut rawan bocor. Terserah kamu mau pakai Gmail semua, pakai Outlook, MerahPutih.id, bebas…

Yang paling penting, diantara ketiga email tersebut jangan sampai menggunakan password yang sama dan jangan menyimpan data password di tempat yang mudah diakses orang lain.

Gimana? Masih bergeming menggunakan satu email apa sudah mulai buka tab baru untuk mulai membuat email lagi?