Waspada Serangan Kawasaki, Penyakit Langka yang Mulai Menyebar di Indonesia

Memang benar penyakit ini belum diketahui pasti apa penyebabnya. Para dokter hanya bisa mengatakan kalau Kawasaki berasal dari faktor keturunan, infeksi dan lain sebagainya. Lantas seperti apa sih penyakit Kawasaki itu? Yuk kita simak ulasannya.

Apa sih penyakit Kawasaki itu?

Penyakit Kawasaki yang menyerang balita di Surabaya [image source]

Kawasaki ini merupakan penyakit yang menyerang bagian pembuluh darah dalam tubuh. Dan bagian tubuh yang menjadi sasaran empuk adalah pembuluh darah pada jantung. Ngerinya lagi jika ini dibiarkan terlalu lama akan menyebabkan peradangan di dinding pembuluh darah. Selain itu, Kawasaki ternyata juga bisa menyerang bagian tubuh lain. Misalnya kelenjar getah bening dan kulit. Selain itu lapisan terluar yang ada di dalam mulut, hidung dan juga tenggorokan.

Siapa aja yang bisa terjangkit penyakit Kawasaki?

Mayoritas menyerang anak usia balita [image source]

Nah, untuk usia yang bisa terjangkit penyakit ini masih belum ada kepastian dari pihak manapun. Tapi, berdasarkan survei yang telah dilakukan di Jepang, Kawasaki mayoritas menyerang anak-anak berusia di bawah lima tahun. Kemudian penyakit tersebut 1,5 kali lebih banyak menyerang anak laki-laki. Walaupun peneliti di Jepang telah mengatakan hal tersebut, tak menutup kemungkinan jika wabah penyakit Kawasaki bisa menyerang usia dewasa juga.

Terus apa penyebabnya Kawasaki ini?

Penyebabnya yang masih belum bisa ditemukan [image source]

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di bagian awal tadi kalau penyakit Kawasaki ini masih belum bisa dipastikan apa penyebabnya. Para ahli hanya berpendapat jika salah satu penyakit langka ini disebabkan karena keturunan dan infeksi. Kalau dari infeksi masih belum bisa diidentifikasi apa nama virusnya, tapi kemungkinan besar penyakit Kawasaki ini tidak bisa menular. Jika dari faktor keturunan, bisa dipastikan salah satu dari orangtua pernah mengidap penyakit langka ini walaupun sudah bertahun-tahun yang lalu.

Lalu apa gejalanya jika sudah terserang penyakit Kawasaki?

Gejala kawasaki [image source]

Ternyata penyakit ini tidak bisa dilacak secara langsung. Itu karena Kawasaki memiliki beberapa tahap dalam gejalanya. Di tahap pertama gejala yang muncul adalah demam yang tidak kunjung turun selama lima hari, muncul ruam kemerahan pada beberapa bagian tubuh, mata merah, jari tangan dan kaki membengkak. Kemudian pada tahap kedua yang terjadi adalah demam yang sudah mulai turun, kulit jari kaki atau tangan yang mengelupas serta gangguan pencernaan seperti diare, muntah dan mual. Nah, pada fase ini juga terjadi peradangan pembuluh darah yang bisa mengakibatkan pendarahan. Kalau tidak cepat dibawa ke dokter, maka pendarahan akan terjadi secara terus menerus.

Bagaimana penanganan penyakit Kawasaki ini?

Kawasaki harus segera ditangani dokter [image source]

Jika sudah melihat gejala-gejala penyakit Kawasaki seperti di atas, maka harus cepat dikonsultasikan ke dokter. Dokter pasti akan segera memberikan obat aspirin dengan dosis minim yang digunakan untuk mencegah peradangan, menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit. Selain itu juga akan diberikan zat yang bernama imunoglobulin untuk mengurangi risiko komplikasi jantung..

Apa risikonya kalau nggak cepat dibawa ke dokter?

Risikonya bisa menyebabkan kerusakan jantung [image source]

Penyakit Kawasaki harus segera diatasi dengan cara ditangani oleh dokter. Jika terlambat bisa berakibat fatal. Ini karena bagian tubuh yang diserang oleh Kawasaki adalah organ jantung. Organ penting yang ada dalam tubuh itu akan mengalami peradangan otot dan penumpukan cairan pada jantung. Dari hal itu pembuluh darah akan melemah dan bisa menyebabkan penggumpalan darah. Dan jika tak ditangani dengan cepat bisa memicu kerusakan pada jantung yang akan sulit untuk disembuhkan.

Penyakit Kawasaki ini tidak boleh dianggap remeh. Walaupun yang mengalami penyakit langka ini adalah anak kecil, kita harus tetap waspada. Tidak menutup kemungkinan Kawasaki bisa menyerang semua umur. Oleh karena itu, selalu jaga kesehatan dan kebersihan diri. Lebih baik mencegah daripada mengobati.