Wow! Pria Ini Membuat Patung Para Penduduk Desa Di Tanah Leluhurnya Hanya Dengan Menggunakan Kertas Kardus

1. Sepasang Kakek Nenek

Via: wrnking.com

Ketika Warren memutuskan berkunjung ke Tiongkok untuk memenuhi rasa penasarannya atas sejarah hidupnya, ia tak pernah menyangka dengan respon yang akan ia peroleh.

2. Potret Seorang Kakek

Via: wrnking.com

Desa tempat ia dilahirkan bernama Desa Shaoxin.

3. Potret Seorang Nenek

Via: wrnking.com

Setibanya di Shaoxin, Warren tidak hanya dikejutkan dengan fakta bahwa hampir setiap orang di desa tersebut masih mengingat kakek neneknya yang sudah meninggal sejak 50 tahun yang lalu.

4. Bertopang Dagu

Via: wrnking.com

Tetapi juga karena para penduduk tersebut mampu mengenali Warren sebagai cucu dari kakek neneknya tersebut.

5. Kumpulan Para Warga

Via: wrnking.com

Seperti kita ketahui sebelumnya, Warren hanya ‘numpang’ lahir di desa tersebut dan menghabiskan sebagian besar kehidupannya di Amerika Serikat.

6. Menerawang

Via: wrnking.com

Warren tidak pernah bertemu dan berhubungan secara langsung dengan para penduduk di desa kelahirannya sebelum ia memutuskan mengunjunginya.

7. Potret Seorang Nenek Tua

Via: wrnking.com

Namun, ternyata jarak dan waktu yang membentang jauh tidak membuat ikatan kekerabatan antara Warren dan tanah kelahirannya pudar begitu saja.

8. Sepasang Tangan

Via: wrnking.com

Hal ini lah yang menjadi dasar Warren memilih keras kardus sebagai bahan dasar karya patung buatannya.

9. Melihat Pemandangan

Via: wrnking.com

Kalian pasti sadar kan kalau kertas kardus itu tipis banget?

10. Sepasang Kaki

Via: wrnking.com

Tipisnya kertas kardus tersebut, bagi Warren, dapat menggambarkan secara tepat tipisnya hubungan kekerabatan yang selama ini terjalin antara Warren dan para penduduk di desa kelahirannya.

Itulah cerita dibalik pemilihan bahan dasar karya patung buatan Warren. Dalem banget, ya! Ternyata jarak dan waktu yang terbentang antara Warren dan tanah kelahirannya tidak membuat ikatan kekerabatan diantara keduanya pudar begitu saja! Kalau kamu mengalami hal yang sama seperti Warren, karya seperti apa yang bakal kamu buat?