Yanny vs Laurel, Ini nih Asal-usul dan Penjelasan Ilmiahnya

via hellogiggles.com

Bukan, bukan, mereka bukan siapa-siapa melainkan hanya sebuah rekaman suara yang pertama kali diposting oleh @CloeCouture di Twitternya tanggal 15 Mei lalu. Penjelasan di rekaman suara tersebut kira-kira begini “Apa yang kamu dengar, ‘Yanny’ atau ‘Laurel’?”

Kemudian dari situ perdebatan pun mulai terjadi; gak sedikit netizen yang dengar “Yanny”, tapi netizen yang dengar “Laurel” juga gak mau kalah. Warganet saling kekeuh mempertahankan pendapatnya. Tapi hampir sama seperti kasus The Dress dua tahun silam, perdebatan semacam kayak gini pasti gak akan bertahan lama. Tinggal menunggu pendapat para ahli dan semua selesai. Makanya, mumpung isunya masih hangat, yuk kita ikut nimbrung juga!

Pertama-tama coba kamu lihat video berikut.

Apa yang kamu dengar? “Yanny” atau “Laurel”? Kalau saya sendiri bisa mendengar keduanya, tapi lebih dominan “Laurel”, sebab saya mikirnya “Yanny” di rekaman itu cuma distorsi suara. Tapi buat simpan opini ini hanya untuk saya sendiri bukanlah hal yang mudah, apalagi melihat aksi para pendukung “Yanny” di Twitter yang ngotot kalau mereka cuma dengar “Yanny”. Sebagai pendukung “Laurel”, pendapat itu bikin saya gerah, dong.

via indianexpress.com

Tapi gak sedikit juga netizen yang dibikin bingung dan plin-plan. Mereka yang masuk kategori ini mengatakan kalau rekaman itu berubah-ubah di telinga mereka, kadang “Yanny” kadang “Laurel”. Ada juga warganet yang bilang kalau di rekaman itu terdengar “Yenny,” tapi sehari sebelumnya di video itu mereka mendengar “Laurel”, atau sebaliknya. Ada pula yang bilang kalau rekaman itu bilang “Yammy” atau “Yally”.

Jadi, apa kata yang sebenarnya diucapkan dalam rekaman itu?

Mungkin pertama-tama kita mesti tahu dulu asal usul rekamannya. Akun @CloeCourture (Cloe Feldman) adalah yang pertama kali memposting video tersebut di Twitter sehingga menjadi viral. Tetapi ia bukanlah orang yang membuat rekaman itu dan mengawali debat hangat di Twitter.

Berdasarkan sumber yang saya dapat, semuanya justru bermula dari sebuah kelas sastra di sebuah SMA di Georgia, Amerika Serikat. Seorang murid bernama Katie Hetzel yang lagi belajar kata “Laurel” untuk tugas sekolahnya mencari kata itu di Vocabulary.com. Setelah menemukan katanya, dia memutar file audio cara pengucapan “Laurel” di situs tersebut. Tetapi setelah diputar, kata yang Katie dengar malah “Yanny”. Dia simpan audio tersebut lalu bertanya ke temannya apa yang mereka dengar. Seperti yang bisa diduga, jawaban jawaban teman-teman Katie berbeda-beda.

Karena cukup membingungkan, salah satu teman Katie akhirnya membuat thread tentang audio tersebut di forum Reddit. Mungkin dari sana lah rekaman itu diambil dan diposting oleh Cloe Feldman ke Twitter.

Selain berdebat, ternyata banyak juga netizen yang nyoba ngasih solusi. Bahkan Wired sampai mewawancarai langsung seorang neuroscientist, Tyler Perrachione, untuk menjelaskan fenomena ini. Belakangan terungkap bahwa telinga kita mendengar berbeda-beda tergantung dari frekuensi yang dihasilkan rekaman tersebut. Perbedaan ini bisa dipengaruhi oleh jenis media yang memutar rekaman itu (radio, TV, smartphone, atau laptop). Dalam frekuensi tinggi rekaman akan terdengar “Yanny,” sedangkan jika pitch-nya diturunkan maka akan terdengar “Laurel.”

Kalau melihat cerita awal mulanya rekaman ini, kita tahu kalau kata sebenarnya yang dimaksud adalah “Laurel”. Yeay! Berarti tebakan saya benar!